Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
dasar suami menyebalkan


__ADS_3

Wawan dan Hardi sudah sampai di kota Bojonegoro untuk mengambil pesanan mereka.


Ya karena pesanan dari beberapa pabrik yang belum terpenuhi, jadi keduanya harus mencari sampai sejauh ini.


sebab jagung yang di butuhkan harus punya grade terbaik karena tak sembarangan bahan bisa masuk dalam pabrik.


"kamu gila ya, pengantin baru nekat ikut kesini dan kerja," kata Hardi


"ya mau bagaimana lagi, aku bisa membuat istriku tak berdaya jika di rumah, kan aku tak tahan jika terus bersamanya, terlebih di rumah ada kedua orang tuanya yang bisa saja kaget saat mendengar suara teriakan frustasi putrinya," kata Wawan yang langsung meninggalkan Hardi.


"hei memangnya kalian akan membuat rumah itu roboh, atau kamu berniat untuk semalam suntuk melakukan hubungan itu," kesal Hardi mendengar jawaban Wawan.


"kamu gak tau ya bos, dia itu sangat menggoda,bahkan saat kami menginap di rumah ku,aku hampir gila karena menahan hasrat ku," kesalnya mengingat hal itu.


"bukan hanya adiknya, bahkan kakaknya juga begitu, ya mereka memang sepertinya bersaudara," kata Hardi yang membuat Wawan tertawa.


Mereka pun mulai bekerja, dan langsung segera menimbang setiap karung jagung kering itu.


Sedang di rumah, Feby sedang duduk-duduk santai saja,karena dia tak di izinkan untuk membantu di dapur.


Tapi dia tiba-tiba ingat jika saat dia ke rumah suaminya, dia tak punya baju ganti, jadi dia mengambil tas besar dan mulai memasukkan beberapa baju kedalamnya.


"dari pada aku di rumah,mending aku ke rumah mas Samsul dan membersihkan semuanya, dan mengisi kulkas juga," gumam Feby.


"aku boleh ikut, aku bosan nih, habis dari tadi di suruh momong bocah terus," kata Vina yang tak mau membiarkan Feby sendirian.


"baiklah,sebentar aku hampir selesai dan ini dia kunci rumahnya," kata Feby yang menemukan kunci itu


Vina tak mengira jika pria yang selalu terlihat ketus itu,bisa mempercayakan segalanya pada istrinya.


Vina membawa tas berisi baju Feby itu keluar, sedang Feby membawa dua kresek biru berukuran besar yang berisi semua kado pernikahannya.


"hei kalian berdua mau kabur kemana dengan bawaan sebanyak itu," kata Hana yang melihat dua adiknya itu.


"kamu mau ke rumah suami Feby mengantar semua barang ini," jawab Vina yang pergi duluan.


"ya sudah hati-hati,dan Feby nanti sebelum Maghrib segera pulang karena setelah Maghrib ada acara yasinan ibu-ibu," kata Hana.

__ADS_1


"iya mbak," jawab Feby yang pergi dengan mengunakan mobil dan Vina yang menyupir.


"kita langsung ke sana, atau kemana dulu?" tanya Vina yang tau jika Feby tadi juga membawa uang cukup banyak.


"mau mengantarku ke toko sayur yang ada di pinggir jalan dulu gak,karena di rumah itu tak ada sayur, aku bisa gila melihat itu," kata Feby.


"ya aku lupa jika kamu itu penggila sayuran," kata Vina tertawa.


mereka berdua sampai di tempat tukang sayur, Feby mulai belanja semua kebutuhan dapur,mulai dari bumbu dan juga sayur serta lauk.


Setelah itu mereka baru ke rumah milik Samsul yang terlihat sedang di bersihkan oleh penjaga rumah itu.


"assalamualaikum pak,"salam Feny ramah.


"wa'alaikumussalam Mbak," jawab pria itu.


"pak saya mau membereskan rumah,anda bisa pulang dan tolong biarkan saya yang mengurus segalanya ya," kata Feby dengan sopan.


Pasalnya pria itu tampak sudah sepuh, "inggih mbak,lagi pula bapak juga sudah selesai membersihkan semuanya," kata pria itu.


Dan dia di bantu Vina memasukkan semua barang yang di bawa. Pertama-tama Feby menyimpan semua sayur dan buah di kulkas.


Vina melihat-lihat rumah itu, meski sederhana tapi entah kenapa terasa begitu nyaman.


Sedang Feby membereskan kamar utama di rumah itu,meski kecil dan lemari kayu itu berukuran besar.


Tapi baju milik Wawan sangat sedikit, bahkan semua barang bekas peninggalan istri terdahulu juga sudah tak ada.


Sepertinya Wawan membakar segalanya, dan tak lupa Feby juga mengantikan seprei di ranjang dengan yang bersih.


Setelah itu, dia keluar dan menata semua hadiah di ruang tengah, dan Vina sedang berdiri di jendela samping rumah.


"apa yang sedang kamu lihat Vin?" tanya Feby.


"aku baru kali ini ke rumah seorang duda,tapi rumahnya sangat nyaman ya,dan sangat rapi,bahkan lihat di samping sini ada kolam ikan yang bergerak dan taman yang seolah melayang di atas air." kata Vina.


Feby yang bingung pun melihatnya,ternyata sebuah kolam ikan yang memiliki taman di tengahnya.

__ADS_1


"memang rumahnya nyaman, tapi lebih menyenangkan saat mengenal pemiliknya lebih dalam," kata Feby yang tersenyum malu membayangkan Wawan.


mendengar ucapan Feby,Vina yang tak menyukai Wawan merasa aneh, bagaimana Feby bisa setertarik itu dengan Wawan yang notabene seorang duda.


"ya sudah, kamu sudah menyelesaikan semuanya kan, kamu tak ingin mentraktirku sesuatu begitu," kata Vina yang merasa lapar.


"kita beli mie ayam di sekitar sini yuk, sepertinya ada deh tadi saat kita datang, karena kebetulan orangnya pas jualan," kata Feby yang memang tadi melihat.


"baiklah, aku ikut dengan mu Feby,"


Keduanya mengunci rumah dan langsung menuju ke warung mie yang di maksud.


Saat sampai Feby yang langsung memesan untuk dirinya dan Vina, "Bu Sri, tolong mie ayam dua, dengan dua cejer dan pentol jumbo ya, dan minumnya es setrup saja,"


"iya mbak Feby, silahkan duduk dulu," kata pedagang mie ayam itu.


"aduh warungnya enak ya, sejuk dan lesehan," kata Vina yang jarang-jarang mendapatkan warung seperti ini.


"kalau aku mah yang penting mie-nya enak sudah beres," kata Feby yang merasa kesal karena suaminya tak mengirimkan pesan sedikitpun.


"itu juga penting,"


Sedang di rumah pak Sodikin, Hana sedang kesal karena Hardi juga tak ada kabar, bagaimana bisa suaminya itu sibuk hingga melupakan dirinya seperti ini.


Dia tak terima karena keduanya sudah berjanji untuk sesering mungkin memberikan kabar.


terlebih Hardi berangkat dengan Wawan yang notabene masih pengantin baru.


"ini mie ayam pesanannya mbak Feby, tapi kok ada di sini sama mbak Vina, padahal masih pengantin baru loh,"


"suamimu sudah sibuk Bu, nanti kita akan sering ketemu sepertinya, karena kemungkinan besar saya akan ikut mas Samsul tinggal di rumahnya,"kata Feby.


"benarkah, padahal rumah itu pernah di tinggali bersama mantan istrinya, spa mbak Feby tak masalah?" tanya wanita itu penasaran.


"ya mau bagaimana pun, itu rumah suamiku jadi aku tak keberatan, lagi pula mas Samsul sudah mengubur semua kenangannya bersama istrinya terdahulu," kata Feby.


Vina pun tak mau ikut campur, dia sangat menikmati mie yang di pesankan oleh temannya itu.

__ADS_1


__ADS_2