
Feby sedang berada dikamar mandi, dia merasa sedih karena alat tes kehamilan di tangannya itu masih menunjukkan satu garis.
"padahal kami melakukannya cukup sering, tapi kenapa..." lirihnya terisak.
Wawan yang mendengar suara isakan dari kamar mandi pun membuka pintu tempat itu.
"ada apa sayang," tanya Wawan yang melihat Feby buru-buru membereskan semuanya.
"tidak ada mas," jawab Feby yang tak ingin Wawan kepikiran karena ini seperti hal yang tak menyenangkan.
"tidak ada mas, aku cuma kangen ibu, dan pengen makan masakannya," kata Feby mencoba tersenyum menutupi kesedihannya.
Tapi Wawan tau ekspresi wajah istrinya itu, "kamu yang bilang, kita suami istri tidak boleh saling menyembunyikan sesuatu dari satu sama lain,"
feby pun menghentikan langkahnya, "maafkan aku mas... Aku belum bisa hamil..."tangis Feby sedih.
Wawan pun memeluknya, dia tak menyangka jika itu bisa melukai istrinya seperti ini.
"kenapa kamu harus meminta maaf, anak memang anugrah terindah, tapi jika sang pencipta belum memberikan kita mau bagaimana lagi,"kata Wawan.
Sebenarnya dia masih sedikit takut dengan hal itu, karena dia kehilangan istri dan bayinya saat proses kelahiran.
Feby hanya bisa tenang di pelukan suaminya,"ya sudah sekarang kita bisa berangkat untuk kampanye kan, orang-orang pasti sudah menunggu,"
"iya mas," jawab Feby yang tak ingin membuat suaminya sedih.
ya di daerah rumah Wawan di adakan kampanye sekaligus acara bersih desa.
Bahkan para warga yang datang di beri sarapan gratis dan hiburan organ tunggal juga.
Hardi datang beserta keluarganya, Hana datang menyapa adiknya yang masih tampak sedih.
"kamu kenapa dek?" tanya wanita itu yang tau jika adiknya itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Feby pun mengangguk dan mengajak mbaknya itu masuk kedalam rumah.
"mbak... Aku masih belum hamil, aku takut jika mas Wawan meninggalkan diriku," kata Feby yang membuat Hana tersenyum.
wanita itu pun memeluk adiknya, "kamu juga tau dek,mbak juga tak langsung punya anak saat menikah, sudah berdoa saja,oh ya ini musim hujan kan nanti ajak suamimu main hujan dan kamu sudah tau yang harus di lakukan,karena mbak juga sudah menjelaskan,"
"iya aku tau mbak,nanti aku akan mencobanya," jawab Feby yang merasa senang bisa berbincang dengan kakaknya itu.
acara berlanjut, sekarang Wawan sedang menjelaskan tentang visi misi selama nanti dia menjabat sebagai lurah.
dan semua janji itu akan di tepati jika memang dia terpilih menjadi lurah.
Vivi dan Nita datang, keduanya langsung menyapa Feby dengan antusias.
"kalian telat,"
"ya maaf namanya juga rumah sedikit jauh, tapi aku juga masih warga sini kok, jadi ada acara apa nih calon Bu lurah," kata Nita yang tak sabar.
__ADS_1
"dengerin dulu tuh visi misinya calon pemimpin," tegur Vivi yang mencoba untuk mendengarkan dengan seksama.
Ternyata saat Wawan sedang menyampaikan semua orang sangat antusias karena pria itu berjanji akan memberikan jaminan sosial yang baik untuk para warga.
bahkan dia dan Hardi akan membuka koperasi yang akan di pimpin oleh Feby dan Hana untuk kedepannya.
Dan itu koperasi para ibu rumah tangga, dan nanti akan di ajari cara untuk mencari uang tambahan demi keluarga.
tentu saja itu semua membuat warga senang, terlebih menciptakan lowongan kerja untuk para kaum muda di desa agar punya penghasilan sendiri.
Setelah selesai penyampaian visi misi,Feby menemani dua temannya untuk mengambil sarapan gratis.
Saat antri tak sengaja Feby melihat seorang bocah kecil berlarian sendiri.
Dia pun segera lari untuk menangkal bocah yang mungkin baru berusia satu setengah tahun itu.
"awas nak," kata Feby memeluk tubuh bocah itu saat tak sengaja hampir tertimpa salah seorang anak yang bermain istana balon melompat keluar.
Bocah yang melompat itu menabrak Feby, tapi gak itu membuat bocah kecil itu menangis.
Bruk...
"tidak apa-apa cantik..." lirih Feby menahan rasa sakit di punggungnya.
"mbak Feby!" suara para warga yang melihat wanita itu.
Beberapa warga segera menolong Feby dan yang lain, bahkan ibu dari bocah itu pun segera mengambil anaknya.
Feby mencari sosok lain, dia ingin melihat kondisi anak yang menabraknya, "apa kamu terluka le?"
"tidak mbak, tapi aku minta maaf telah menabrak mbak,"
"tidak apa-apa, lain kali hati-hati ya," kata Feby dengan ramah.
Para warga tak menyangka jika Feby bisa sebaik ini, dan itu menjadi nilai tambah untuk suaminya.
"kamu bisa terluka, kenapa sih kamu itu selalu melindungi orang lain tanpa peduli dirimu sendiri," omel Vivi.
"aku baik-baik saja, jangan lupa kita itu tim voli andalan dan luka seperti itu tak terlalu sakit," kata Feby.
"tapi kamu itu dari dulu sering pura-pura kuat, tapi nyatanya kamu paling lemah di antara kami," kata Nita yang juga tak suka dengan sikap Feby.
"aduh aduh... Kalian ini kenapa memarahi Feby seperti ini, iya dia memang ceroboh," jawab Hana yang bergabung dengan ketiga orang itu.
Wawan masih sibuk menyapa beberapa orang, dia kaget saat mendengar istrinya baru saja mengalami hal yang tak terduga.
Saat dia ingin mendekati Feby, tapi dari jauh istrinya memberikan kode agar suaminya itu tenang.
Wawan pun sedikit tenang, dan mulai berbincang lagi dengan beberapa orang yang datang untuk mendukungnya.
Nita dan Vivi menikmati makan gratis itu, bahkan ada beberapa jenis makanan yang di sediakan.
__ADS_1
dan tentu ada es nung-nung kesukaan Feby juga, bahkan mereka bisa tu seberapa cinta Wawan pada istrinya itu.
mereka jug membuat video bersama anak-anak untuk di unggah di media sosial.
Dan terlihat Feby yang memang akan menjadi pilar pendukung suaminya itu,memang memiliki aura yang sangat baik.
Bahkan dari tadi wanita itu terus di kelilingi oleh anak-anak,dan saat membantu pra ibu membuat kerajinan juga.
Vivi tak menyangka akan membantu temannya seperti ini, tapi tiba-tiba seorang pria menghampirinya dan memberikan kamera digital Canon terbaru padanya.
"gunakan ini, agar gambar bagus, dan jika bisa kamu harus membantu untuk mempromosikan di semua platform digital," kata Guntur dengan santai.
"memang anda mau membayar ku, aku Anya menolong sahabat ku itu," kata Vivi.
"tenang saja,pak bos bukan orang yang tak mengerti balas Budi, toh ini juga demi suami dari sahabat mu," kata Guntur.
"sialan," maki Vivi mengambil kamera itu.
Akhirnya mereka berdua kini bersama untuk mengabadikan semua kegiatan Feny dan Wawan.
Setelah itu,Vivi mengeditnya di rumah sebelum di posting, begitupun dengan Guntur yang bahkan membuat akun khusus.
dan nantinya akun itu bisa di gunakan untuk berkomunikasi dengan para remaja dan semua warga yang muda-muda.
benar saja, video dari Feby yang sedang bermain dengan anak-anak pun viral, padahal di akhir video ada adegan di mana Feby bersama Wawan mengantarkan orang tua mereka yang pamit pulang.
Video itu mendapatkan komentar positif,bahkan banyak yang salfok dengan tatapan Wawan pada istrinya.
Dan itu pun bisa membuat semua orang menyukai keduanya.
Wawan kaget saat menerima laporan dari Guntur, "sayang sepertinya kamu viral,"
"kok bisa mas, memang aku ngapain?"
"entahlah, kata guntur video buatan teman mu itu yang viral saat kamu main tadi,"
"iya dia memang suka membuat video, dan sering di upload,tapi itu bagus untuk membuat nama mu naik ya,"
"baiklah sayang," jawab Wawan tersenyum.
Akhirnya Vivi pun di jadikan tim sukses juga, dia akan bekerja sama dengan Guntur.
Semuanya tampak senang, bahkan kini setiap kegiatan Wawan semua pasti punya dokumentasi.
Bahkan Vivi sering merekam Feby diam-diam dan membuat gadis itu topik yang hangat.
Bahkan video-video pendek itu di gabung dan membuat sebuah video tentang kisah cinta romantis dari pasangan mesra itu.
Dan itu malah semakin membuat keduanya terkenal dan menjadi panutan.
Pasalnya keseharian mereka yang sering makan berdua, atau hanya sekedar memberikan bunga yang ada di pinggir jalan.
__ADS_1
itu membuat semua orang itu, bahkan Hardi ikut terkena imbas,karena hal itu.