Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tak tersentuh


__ADS_3

Abdi menatap tajam ke arah sosok pak Syam yang hanya bisa menunduk takut, sedang Dimas memeluk ibunya yang kesakitan.


"kita pulang ya mas, tolong tenangkan diri mu dulu," kata Hana yang masih memeluk Hardi.


"aku tak bisa, aku harus menutup mulutnya selamanya," kata Hardi yang masih marah


mendengar itu Hana marah dan langsung mendorong Hardi dari tubuhnya, "lakukan saja, tapi kamu tidak akan pernah lagi bisa bertemu diriku dan dua putra ku, ingat itu!!" teriak Hana yang tak mau suaminya itu bertingkah.


Mendengar Hana berteriak seperti itu padanya, membuat Hardi diam, dia tak menyangka jika istrinya itu langsung marah seperti ini


"maafkan aku sayang, tolong jangan membuang ku," panik Hardi.


bahkan pria itu memeluk Hana dari belakang, "kalau begitu pulang, atau mas mau mendapatkan akibatnya," ancam wanita itu.


"baiklah aku pulang," jawab pria itu.


Wawan di beri kode untuk mengawasi Hardi, sedang Hana masih di depan keluarga kakak iparnya itu

__ADS_1


"bagaimana, sudah tau bagaimana kemarahan adik mu, sekarang pilih saja mau membawa kasus ini tapi kalian semua akan jadi gelandangan, atau diam kami juga akan diam, dan cabut tuntutan itu, jika kdlian masih punya rasa malu, dan untuk satu lagi jika kalian berani membuka mulut satu kali lagi, bukan hanya mas Hardi yang akan membuat kalian mati, tapi aku juga bisa turun tangan sendiri," kata Hana yang memberikan peringatan


"memang kamu bisa apa, dan aku tak akan diam saja karena ibuku jadi seperti ini," kata Dimas yang tak terima.


Tanpa di duga Hana mengambil golok milik abdi yang ada di pinggang pria itu.


"kalau begitu aku akan membunuh mu untuk buktinya," kata hana yang ingin menebas kepala pria itu.


Akhirnya Dimas terdiam, karena Hana di tahan oleh pak RW, "sudah lebih baik bawa Bu Rina dulu, dan semua selesai di sini bukan?"


Pak Syam pun tak menyangka jika istri bodohnya itu membuat masalah sepelik ini.


Padahal dia juga masih belum bisa mengembalikan semua uang milik Hardi, tapi istrinya itu terus bertingkah menyendok.


"kamu puas sialan, jika iya silahkan rasakan sendiri dan urus dirimu, aku muak dengan mu ydng semakin gila, karena harta yang bukan milik mu," marah pak Syam yang langsung masuk kedalam rumah.


Mobil Hana sudah sampai di rumah, dan langsung mencuci tangan dan kaki dulu sebelum masuk rumah.

__ADS_1


Saat dia masuk Hardi sedang bersama dengan Vina. "kamu belum istirahat dek, masuk kamar cepat," kata Hana.


"aku bilang masuk kamar," suara Hana sedikit meninggi.


mendengar itu Vina kaget dan langsung lari kedalam kamarnya, sedang Hardi melihat istrinya dengan tatapan penuh amarah.


"mau apa,marah silahkan, atau kamu mau apa, hah," kata Hana berkacak pinggang pinggang pada pria itu.


"tidak ada kok dek, aku hanya ingin mandi karena aku merasa gerah," kata pria itu langsung masuk kedalam kamar.


Hana tak menyangka jika Vina langsung bicara saat punya masalah, dia tak masalah jika masalah lain.


Tapi Hardi selalu sensitif saat berurusan dengan keluarga yang telah memperlakukan mereka sangat buruk.


Sekarang ada masalah ini, sudah pasti akan lebih rumit, belum lagi ada masalah Ike yang juga terus-menerus menganggu mereka dengan mengatakan ingin meminta tolong.


Padahal dulu dia sangat membenci Hardi, dan sekarang tanpa malu dia mengatakan itu.

__ADS_1


__ADS_2