
Feby hanya mengangguk saja, dia tak menyangka akan mendengar itu dari Vina.
Pasalnya dia tau jika Vina juga termasuk dekat dengan pria itu, tapi kenapa sekarang Vina tampak membenci Ibra.
karena setiap orang tak tau apa yang sebenarnya terjadi, dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pria itu.
"hei kenapa diam," tanya Vina yang menjentikkan jarinya di depan Feby.
"tak ada apa-apa," jawab Feby tersenyum saja.
Di Surabaya, Ibra sedang marah besar karena dia benar-benar dapat ultimatum dari Hardi.
karena itu sekarang dia tak bisa menemui Feny lagi,dan Feby gadis itu pasti sekarang sangat membencinya karena fitnah ini.
"tenang Ibra, mama yakin keluarga itu pasti mengerti," kata mama Sonya.
"tidak ma, mereka pasti sangat membenciku, mama tidak mengenal sosok mas Hardi, terlebih wanita sialan itu berani-beraninya memfitnah ku," kata Hardi.
"kalau begitu kita datang saja ke desa itu nak,ayah yang akan menjelaskan tentang semuanya," kata pak Ulil.
"jika ayah mengatakan seperti itu, mati kita berangkat, karena semakin cepat masalah ini terselesaikan,semua semakin bagus," kata Ibra yang tak ingin wanita yang dia sukai itu membencinya.
"baiklah kita berangkat sekarang, agar tak terlalu siang saat sampai di desa itu," jawab pak Ulil yang tak ingin putra ketiganya itu kehilangan cintanya.
Mereka bertiga pun bersiap, sedang di rumah rombongan dari Hardi dan yang lain sudah pulang.
__ADS_1
Wawan ikut datang mengantar beberapa barang,tapi saat turun dari motor dia kaget mendengar celetukan dari Vina.
"aduh cak Wawan habis gendong janda baru, bagaimana perasaannya?" kata Vina.
Wawan kaget mendengar ucapan itu, "Vina apa yang kamu katakan, maafkan kami cak, kamu itu tak tau jika mbak Leli baru saja berduka, jangan ngomong sembarangan," kata Feby yang menarik temannya itu.
Sedang wawan tau benar perasaan Leli, pasalnya dia juga kehilangan istri nya.
dan sekarang dua tinggal seorang diri setelah ibunya juga meninggal dunia.
Wawan di rumah Hardi membantu mengangkut beberapa barang, dan setelah itu dia akan pulang saat sebuah mobil mewah datang.
"wah ada tamu agung bos," kata Wawan menggoda Hardi
"tamu agung pembawa masalah,mau apa keluarga itu datang sekarang," kata Hardi yang menunggu rombongan itu keluar dari mobil.
dia pernah melihat gambar wanita itu dengan ayahnya dan juga ibunya, dan hanya dia yang tau kisah masa lalu kejam keluarganya.
"bos saya pamit dulu," kata Wawan dengan buru-buru.
"tunggu dulu, kenapa kamu pergi,wan!" panggil Hardi yang membuat semua orang menoleh ke arah pria itu.
Bu Sonya terdiam melihat sosok pria yang tersenyum kearah mereka dengan sopan, hatinya sakit tepi dia harus tetap tenang.
"assalamualaikum..."salam pak Ulil.
__ADS_1
"wa'alaikumussalam, ada tamu jauh rupanya, Monggo masuk dulu,"kata Hardi dengan sopan.
sedang Bu Sonya masih sempat menoleh ke arah Wawan yang pergi menjauh dengan motornya.
Ibra merangkul ibunya itu, "ada apa ma?" tanya Ibra.
"tidak ada le, hanya seperti pernah melihat pria itu dimana ya," kata Bu Sonya
"mungkin di jalan, karena dia supir yang sering mengabtar mas Hardi, sudah ayo masuk," ajak Ibra.
Wawan segera pergi ke rumahnya dan berteriak sekuat tenaga,karena dia harus melihat keluarga bahagia yang telah merenggut segalanya darinya.
"BRENGSEK!!!"
Wawan hanya bisa menangisi dirinya yang begitu buruk, terlebih semua orang telah membuatnya sendirian seperti ini.
Keluarga itu di sambut hangat,Feby dan Vina menyuguhkan camilan dan minuman.
Bu Sonya bisa menebak gadis yang di sukai putranya, "nak kemarilah," kata Bu Sonya memanggil Feby.
Feby mendekat tanpa menjawab, wanita itu memeluk Feby erat, bahkan peluksn itu sangatlah membuat tenang siapapun yang melihatnya.
"jadi ada kepentingan apa kalian semua datang ke rumah kami?" tanya Hardi yang tak suka basa-basi.
"kami datang ingin menjelaskan masalah yang terjadi, dan saya harap jika lamaran dari Ibra untuk Feby masih bisa di pertimbangkan," kata pak Ulil.
__ADS_1
"itu tergantung penjelasan kalian," kata pak Sodikin.