Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kurang pas


__ADS_3

sekarang Feby dan Vina sedang sibuk di dapur, keduanya tampak begitu fokus membuat kue, sedang Feby membuat jus.


karena dia tau akan repot jika nanti jusnya kurang enak, terlebih Hana paling benci jus yang di kasih susu.


"loh ini kenapa lava cake ku kok kayak brownies sih," kata Vina yang mencoba mengukus satu adonan


"sepertinya kamu kelamaan, sudah timer dong," kata Feby yang sudah selesai membuat jus sirsak dan juga menyuapkan batagor yang ada di kulkas dengan air fryer.


akhirnya Feby duluan yang membawa jus dan camilan ke depan, sedang Vina akhir ikut ke depan setelah selesai membuat lava cake juga


tapi Hardi, Hana dan Ibra merasa ada yang salah dengan adonan hingga ada rasa getar yang tertinggal.


"ada apa? Apa pahit atau kenapa?" tanya Vina yang melihat ekspresi kedua orang itu


"sepertinya kamu salah resep ya dek, rasanya sangat menganggu," kata Hardi


"iya, karena aku tak bakar membuatnya, tapi seburuk itu kah," tanya Vina yang merasa sedih.


"tidak kok, masih bisa di makan, meskipun jadinya brownies," jawab Hana santai.

__ADS_1


Malam itu setelah menyelesaikan semuanya, Ibra pun pamit pulang dengan Feby


karena dia yang bertanggung jawab untuk gadis itu, Vina merasa jika Ibra sekarang terlalu dekat dengan Feby.


setelah keduanya meninggalkan rumah, Vina menghampiri Hardi ingin bertanya.


"mas itu Feby dan mas Ibra,mereka sepertinya sedang dalam hubungan ya," tanya Vina dengan suara sedikit sedih.


"iya, memang ada apa dek, mas taunya juga mereka sedang pendekatan, mungkin lulus sekolah Feby akan menikah dengan Ibra," jawab Hardi.


Vina terdiam, di sudut hatinya ada rasa tidak suka mendengar itu, pasalnya dia tak ingin Ibra melupakan dirinya


"iya mbak, aku mengerti,"


Vina pun segera masuk kedalam kamarnya dan merenung, sedang Feby yang turun dari mobil Ibra.


malah mendapatkan sebuah hadiah kalung istimewa dari pria yang sedang dekat dengan dirinya itu.


"aku sudah menemukan pemilik kalung dari nenek ku ini, jadi tolong jaga dan jangan sampai hilang atau tidak ya, dan bismillah setelah kamu menyelesaikan pendidikan mu di SMA,aku akan datang bersama dengan kedua orang tua ku ke sini untuk meminang mu," kata Ibra dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"inggeh mas, saya tunggu," jawab Feby lirih dengan perasaan bahagia.


Akhirnya gadis itu pun masuk kedalam rumah saat pria itu meninggalkan rumahnya.


Ibra kembali ke hotel untuk istirahat karena besok ada persidangan besar yang harus dia lakukan.


malam itu, Feby terbangun untuk sholat tahajud, dan dalam doanya,dia menyebut nama Ibra untuk menjadi kekasihnya yang terbaik.


Sedang Vina malam itu ketiduran, jadi tak melaksanakan sholat malam itu.


Amir pun tersenyum dan berdoa dalam sholatnya untuk keinginannya mempersunting Vina di permudah.


Karena dia sudah sangat mencintai gadis itu,dan tak mudah mendapatkan hati dari kakak Vina.


Setelah sholat malam, Amir pun tertidur sambil berdzikir tapi anehnya, mimpinya itu bukan Vina yang muncul melainkan gadis lain yang tersenyum ke arahnya dengan sangat lembut.


"kamu..."


"assalamualaikum mas," jawab gadis itu dengan sangat ramah, tidak seperti biasanya yang punya rasa ketakutan.

__ADS_1


Kali ini gadis itu tampak begitu cantik dan sinar matanya begitu teduh menenangkan


__ADS_2