Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
belum waktunya


__ADS_3

di tempat lain, Vina batu selesai kuliah bersama Hima, saat mereka di cegat oleh Rei.


melihat pria itu menghadangnya, Vina tak gentar sedikitpun, meskipun dia harus menghadapi pria itu.


"aku ingin mengajak mu bicara, bisa kita bicara berdua saja," tanya Rei dengan sopan.


"tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, dan aku harus cepat pulang karena suamiku sudah menunggu," jawab Vina yang bergegas ke arah parkiran.


tapi tanpa terduga, Rei meraih tangan Vina dan menggenggamnya dengan erat, bahkan membuat Vina kesakitan.


"apa yang kamu lakukan, lepaskan!!" teriak Vina.


"kamu begitu sombong, aku hanya ingin mengajak ku bicara!" bentak Rei.


Tanpa terduga sebuah bogem mentah melayang ke pipi pria itu dengan keras.


"brengsek, beraninya kamu menyentuh istriku, kamu tau jika aku tak suka ada orang yang melukainya," kata Bagas yang sengaja datang untuk menjemput istrinya itu.


Rei sudah tersungkur di tanah, dia merasa rahangnya patah, tapi dia tak tinggal diam.


Dia ingin menghajar Bagas, tapi baru juga bangun, dia sudah di tendang oleh Bagas pas di dadanya.


yang membuat pria itu kembali berguling kesakitan, "sekali lagi aku lihat kamu membuat istriku terluka, tidak cuma tendangan itu, aku akan membuat mu tau apa yang bisa di lakukan oleh ku,"


"sudah mas ayo pulang,"ajak Vina.


Sedang hima hanya melihat semuanya, dan tak mengira jika obsesi yang di miliki oleh Rei begitu besar.


"kenapa kamu terus melihatnya, padahal aku berdiri di sisi mu, dan selalu menyukai mu, tapi kamu hanya melihat Vina," lirihnya dengan rasa kecewa yang begitu besar


tiba-tiba hujan deras membasahi kota besar itu, bahkan Hima tidak pulang ke kos miliknya.


Dia sedang menangis di sebuah taman sambil hujan-hujanan, dia tak mengira jika akan merasakan hal seperti ini

__ADS_1


Sedang Vina yang berada di dalam mobil juga melihat hujan di luar.


Dia pun terus memegangi tangannya yang masih terasa sakit.


melihat itu, Bagas menghentikan mobilnya di pinggir jejak, dia mengambil tangan istrinya itu dan melihatnya.


berapa terkejutnya dia melihat tangan Vina terluka, dia pun mencium bekas merah itu, dan mengambil obat di dasbor mobil.


"apa sakit," suara lirih Bagas yang terdengar khawatir.


Vina menyentuh wajah suaminya itu, "tidak apa-apa mas," katanya dengan lembut.


mendapatkan perlakuan seperti itu,membuat Bagas mengalihkan pandangannya.


Dia pun segera menuju ke supermarket yang cukup besar, sedang Vina merasa jika beberapa hari ini sikap suaminya ini sedikit aneh.


Karena Bagas seperti orang asing, bagaimana tidak,kadang pria itu telihat begitu ramah padanya, kadang cuek.


"kenapa kita kesini?" tanya Vina.


Kemudian dia membuka pintu mobil untuk Vina kemudian mereka berjalan bersama.


Bagas merangkul pinggang istrinya itu agar tak basah, Vina merasa perasaan nyaman pada suaminya itu.


Ya sudah tiga hari mereka tinggal di Surabaya,tapi Bagas dan Vina belum melakukan hubungan layaknya suami istri yang normal.


Mereka berdua masuk kedalam supermarket itu, dan langsung mengambil semua keperluan rumah


Vina sedang berada di tak buah, setelah membeli buah kesukaannya dan Bagas.


Dia pun membeli beberapa daging sapi, dan juga kerang untuk di masak.


Dia ingin ke arah suaminya yang sedang berada di area makanan instan.

__ADS_1


langkahnya melambat, saat dia melihat suaminya itu sedang berbincang dengan seorang wanita.


bahkan dia merasa minder, wanita itu terlihat begitu cantik, bahkan tubuh wanita begitu sempurnanya.


dan yang membuat Vina tanpa sadar meneteskan air mata, entahlah apa yang sedang dia pikirkan.


Otak dan hatinya seperti tidak bisa kompak, "apa dia kekasih mas Bagas sebelumnya," gumamnya yang menghapus air matanya.


dia seakan melupakan semua ucapan suaminya itu, hanya karena beberapa hari ini.


Dia mendekat ke arah Bagas, "loh dek," kata Bagas yang melihat Vina.


"iya mas, aku sudah membeli semua titipan mama," jawab Vina.


"terima kasih ya, perkenalkan dia adalah-"


"halo calon adik ipar, aku adalah kekasih Bagas, dan kami sering menghabiskan malam bersama," kata wanita itu merangkul tangan Bagas erat.


"omongan busuk apa itu, aku tak pernah mau melakukan itu, ha-ha-ha," kata Bagas yang membuat Vina sedikit sedih


"ah aku lupa mau membeli sesuatu, aku pergi cari dulu," kata Vina yang memilih pergi.


melihat itu Bagas kaget, "kamu gila, dia itu adik Hardi,kamu bisa mati,"


"lah memang kenapa, bukankah aku mengatakan hal yang benar loh,"


"benar ndas mu, dia itu istriku, dia bisa salah paham karena penampilan mu begini," kata Bagas.


mendengar itu membuat wanita kaget, ya dia adalah salah satu dari semua sahabat Bagas dan Hardi saat di kampus dulu.


"apa!!" kaget wanita itu yang mengeluarkan suara khodamnya.


"dancok,suara mu iso ngunu," kaget Bagas yang tak mengira jika suara temannya itu masih ada suara laki-lakinya.

__ADS_1


bahkan Vina kaget saat mendengar wanita cantik dan sempurna itu bicara dengan suara bariton dan sangat ngebas.


__ADS_2