Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
duhai pengantin baru


__ADS_3

Wawan memijat kaki Feby, dia tau jika istrinya itu pasti sangat lelah, terlebih acara seharian ini sangat menguras tenaga.


"mas hentikan,kamu juga pasti lelah," kata Feby yang merasa tak enak.


"ya tidak apa-apa dek,aku tadi kan cuma rapat, di bandingkan kamu yang sibuk kesana kemari,"


"ya mau bagaimana lagi, kan dia juga saudariku jadi pantas jika aku membantu,"


"tapi ingat kamu tak boleh lelah, kan kamu masih hamil muda,"


"iya mas Wawan,aduh kok protektif sekali sih,"


Feby pun tersenyum dan akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak dengan perlakuan lembut dari suaminya itu.


keesokan harinya, setelah sholat subuh, Feby berjalan menuju ke penjual sayur yang berada di dekat masjid karena di sana paling lengkap.


Sedang Wawan sudah lari pagi karena dia merasa jika tubuhnya sudah mulai berat lagi.


tanpa terduga, saat sampai di tukang sayur, dia melihat Vina juga sedang ada di sana.

__ADS_1


"aduh pengantin baru, belanja saja di antar," goda Feby yang baru datang dan membuat semua orang tersenyum.


"selamat pagi Bu lurah," sapa semua orang.


"pagi ibu-ibu," jawab Feny dengan ramah.


"ini permintaan dari mas Hardi,sudah kamu kayak gak pernah jadi pengantin baru saja," kesal Vina mendengar ledekan temannya itu.


"iya deh maaf, jadi mau masak apa ya," kata Feby yang sekarang malah bingung.


"mau ayam kampung gak Bu lurah,karena tadi ada yang tutup eh tiba-tiba gak jadi," kata bude lijo itu.


"aduh itu Wawan di kasih makan ijo-ijo begitu gak berubah jadi kambing ya, kasihan amat," kata Bagas yang memang kurang suka sayur.


"aduh masak suami ku di bilang kambing, ya gak dong,kan biar sehat lagi pula gak baik loh kalau gak suka sayur,pasti lemah tuh," kata Feby tertawa yang membuat semua orang bingung karena perkataannya yang ambigu.


"apa?"


"ya nanti kamu juga tau," kata Feby tertawa saja.

__ADS_1


Vina yang merasa tak terkejut, melanjutkan memilih beberapa jenis sayur dan lauk.


Dan dia ingin membuat sambel tongkol dan nanti akan membawanya ke Surabaya.


jadi dia beli dua ikan tongkol dan juga ikan lele kesukaan di kembar.


Setelah itu mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing .


"apa kamu dan Feby memang sedekat itu?"


"iya mas,aku dan Feby sudah bersama dari kami kecil, bahkan kami lebih sering di sebut saudara di banding teman, ya meski dulu aku sering membuatnya sedih di banding tersenyum," kata Vina.


"maksudnya?"


"iya, dulu Feby tidak seperti sekarang, dulu dia sangat pendiam dan jika bicara sangat sedikit dan terdengar ketus, tapi ada suatu saat dia terluka oleh pria, tapi entah bagaimana dan sejak kapan,dia berubah menjadi gadis yang ceria dan sangat terbuka, dan sekarang bahkan bisa begitu hangat saat menyapa para warga,"


"ya semua karena cinta, jadi jangan pernah menolak tentang kehadiran dari cinta itu ya," kata Bagas yang memang belum tau mau seperti apa konsep pernikahannya itu


"iya mas, tapi sepertinya kamu harus paham satu hal, jika aku tidak bisa di larang dengan perandaian, contohnya, mas aku mau ikut kelas senam zumba, mas Bagas tak mengizinkan, tapi mas bilang begini, pergi saja, tapi dengan nada ketus, maka aku akan tetap berangkat, dan mas harus selalu berkata dengan jelas, karena aku itu paling tidak bisa kalau di suruh menebak isi hati orang lain," kata Vina.

__ADS_1


"apa dek!" kaget pria itu tak menyangka.


__ADS_2