Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
bertugas malam


__ADS_3

Pagi ini Feny sedang menyiapkan masakan untuk suaminya,bahkan Wawan tersenyum lembut kearah istrinya itu.


"apa mas, sudah jangan membuat ku harus mandi keramas lagi," katanya dengan mengerucutkan bibirnya.


"ya maaf sayang, andai kamu tau bagaimana perasaan ku saat memiliki mu, mungkin kamu tak akan marah karena aku yang sudah lama tak tertarik dengan wanita, sekarang memiliki istri yang begitu sempurna,"


"tapi itu membuat ku merinding mas, karena sentuhan mu dan cumbuan mu tak pernah bisa ku tolak,"jawab Feby yang duduk di depan suaminya itu.


"maafkan aku sayang,sudah sekarang kita sarapan ya, karena kamu gadis kuliah dan aku harus kerja sayang,"


"mas ini yang rokok dan bensin," kata Feby yang memberikan uang tiga ratus ribu.


"kamu pegang saja,mas masih punya, karena mas juga punya uang lembur dari iak bos,dan lagi suamimu ini tak harus merepotkan istrinya,"


"tapi mas, kan semua uang ada padaku, jadi mas bisa kesulitan nantinya, dan aku tak ingin mas mdlu jika ingin beli sesuatu," kata Feby yang membuat Wawan tersenyum.


"tebang sayang, selama uang mas masih ada, aku tak mungkin merepotkan dirimu, dan jika nanti uang ku habis, aku pasti minta," jawab Wawan yang membuat Feby mengangguk patuh.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Wawan berangkat duluan karena Feny kuliah pukul sembilan pagi.


Dan ini masih jam tujuh pagi, dan mungkin Minggu depan dia harus mulai mengatur jadwalnya karena Wawan mulai mengelola sawah miliknya sendiri


Dia sedang membuat pisang pasir, dan setelah itu menyimpannya di freezer dan malam nanti tinggal goreng,dan ada juga singkong bawang, serta ada lumpia isi usus aydm dan sayur yang juga tinggal goreng.


Setelah selesai, dia bersiap untuk kuliah, tapi saat dia akdn pergi dia melihat ada Amir di depan rumahnya.


Tentu saja Feby tak ingin berurusan dengan pria itu karena luka yang di berikan pria itu masih sangat jelas dia ingat.


motor Feby melewati Amir begitu saja, bahkan Amir pun tak mengira jika Feby yang selalu mengejarnya pun sekarang begitu cuek.


"itu pantas Bu, dulu aku sering melukainya, dan sekarang dia memutuskan tak ingin berbaik hati pada pembully seperti ku," kata Amir kecut.


"benarkah itu, kenapa sih kamu dulu bisa sejahat itu padanya?" tanya Bu RT.


"entahlah Bu, sepertinya aku terlalu di buatkan oleh Vina, tapi melihat Feby yang sudah bahagia, bukankah itu sudah cukup, dia sudah mendapatkan jodoh yang pantas," kata Amir

__ADS_1


"ya sudah, sekarang ayo pulang," ajak Bu RT.


motor Feby sampai di kampus, dan dia mulai menjalani kesehariannya sebagai mahasiswi


untunglah dia berjilbab, karena jika tidak pasti akan jadi bahan bercandaan karena di tubuhnya banyak terdapat bekas tanda merah.


Wawan sedang fokus kerja, dan siang itu dia mengawasi para petani yang sedang panen.


sedang pak Sardi dan pak Sarno sedang berada di tempat lain untuk melakukan tugas mereka di pengilingan.


Sedang Hardi berada di rumah, ya dia sedang melakukan pertemuan dengan para calon para tim sukses miliknya.


untuk bisa memenangkan Wawan yang akan di ajukan sebagai lurah, ya karena dia tak ingin maju, dan ini juga termasuk persyaratan saat Wawan ingin menikahi Feby.


Jadi sekarang Wawan tak bisa mundur karena segalanya sudah siap, bahkan semua tim suksesnya juga sudah di sumpah.


"jika aku tau di antara kalian ada yang berkhianat, maka kalian tau apa yang bisa aku dan Wawan lakukan, jadi ingat sumpah kalian pada ku," kata Hardi.

__ADS_1


"kami mengerti pak bos," jawab semua orang.


__ADS_2