
Vina di antar ke lantai dua di rumah mewah itu, dan ternyata itu kamar milik Bagas.
Kamar bernuansa gelap itu sangat maskulin, bahkan aroma kamar itu persis seperti pemiliknya.
"ah maaf ya jika kamu tak nyaman, kamu bisa mengganti semuanya," kata Bagas yang tak ingin membuat istrinya itu tak nyaman.
"tidak apa-apa mas, semuanya tampak bagus," jawab Vina yang merasa jika kamar ini sangat nyaman.
"baguslah kalau kamu suka, sekarang bereskan semua barang mu ke lemari, dan setelah itu aku antar ke kos untuk mengambil buku dan yang lain ya,"
"iya mas terima kasih," jawab Vina yang langsung sibuk menara semuanya.
Bahkan dia kaget saat melihat lemari yang di maksud Bagas, karena dia tak menyangka jika pria yang di pilih oleh kakaknya itu.
punya lemari yang seperti film-film di luar negri,bahkan dia punya lemari punyanya sendiri.
Setelah menata semuanya, dia segera keluar dan ternyata Bagas sedang merokok di balkon.
__ADS_1
"Ku kira mas sudah di bawah," kata Vina mendekati suaminya itu
"sebelum turun, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," kata Bagas yang menunjuk sebuah mobil berhenti tak jauh dari pagar rumahnya.
Vina tentu saja mengenali mobil itu, ya itu mobil milik Wasis,tapi kenapa pria itu ada di sana
"kamu tau kenapa kakak mu itu buru-buru ingin kamu menikah, tidak menunggu anaknya lahir?" tanya Bagas.
"tidak,karena mas hanya bilang jika hanya ingin aku bertunangan itu saja,"
"karena pria itu alasannya, jika dia berhasil meminang ku,Hardi takut jika kamu akan di perlakukan sangat buruk, karena aku baru tau jika Wasis itu sedang mengalami masalah keuangan, dan pria itu butuh banyak uang," kata Bagas yang membuat Vina terkejut.
tiba-tiba Bagas mengeluarkan bukti yang di kirimkan oleh sahabat-sahabat mereka.
Vina tak percaya dengan apa yang dia lihat, ternyata selama ini Wasis mendekatinya ternyata ada udang di balik batu.
"ya itu adalah kesalahan Hardi, dia bilang akan memberikan semua harta milik mu saat kamu menikah, dan setelah tau kamu ke Surabaya dia mulai bertindak,"
__ADS_1
"apa mas juga begitu?" tanya Vina yang penasaran.
"bagaimana menurut mu?"
"sepertinya tidak, karena mas Hardi yang memilih mas,"
"itu benar,bahkan aku punya janji pada Hardi yang tak mungkin aku batalkan apapun alasannya, dan sekarang ayo kita turun sebelum mama ku semakin marah," kata pria itu tersenyum mengandeng Vina.
Keduanya turun ke bawah dan terlihat mama Bagas sedang berbincang santai di ruang tamu, dan ternyata ada seorang wedding organizer yang akan mengurus semuanya.
Vina pasrah saja, karena dia harus segera memindahkan barang-barang miliknya dari kos, sebab dia tak ingin jika saat kuliah nanti.
dia harus repot, bolak-balik ke rumah dan kos, dan Bagas memastikan istrinya itu aman.
sedang Wasis yang menunggu langsung bergegas mengikuti mobil sahabatnya itu.
Dan saat sampai di kos, keduanya tak langsung turun, tapi Bagas mencuri ciuman dari istrinya.
__ADS_1
melihat hal itu membuat Wasis marah, karena dia tak suka itu,karena semua rencananya sudah berantakan karena pilihan Hardi, dan sekarang Bagas makin berani menyentuh Vina.