
lurah Aris hanya menatap tajam ke arah Wawan yang sedang memeriksa beberapa dokumen itu.
"kenapa menatap ku begitu, apa anda ingin membunuh ku?" tanya Wawan menutup dokumen dan melihat kearah kepala desa.
"tidak, karena aku tak mau mengibarkan bendera perang melawan bos mu, tapi jika kamu masih menyebalkan seperti ini jangan salahkan aku ya," marah lurah Aris.
"sebelum kamu melakukan itu, lebih baik pikirkan bagaimana dengan kemajuan desa ini, jangan sampai saat pemilihan yang akan datang kamu kalah dari musuh mu," kata Wawan yang bangkit dari kursinya .
"tak akan ada yang bisa mengambil posisi ku," marah lurah Aris.
"benarkah, kalau begitu bagaimana jika aku yang ikut pemilihan, sepertinya akan menyenangkan bukan," kata pria itu yang kemudian pergi.
lurah Aris terdiam, mungkin jika lawannya orang lain dia pasti menang suara, tapi jika lawannya adalah anak buah Hardi.
Itu bisa jadi masalah, terlebih Wawan ini terkrbal sangat arogan di banding siapapun.
Helmi masuk ke dalam ruangan suaminya itu, "ada apa mas, tampaknya mas sedang memikirkan sesuatu yang sulit,"
__ADS_1
"tidak ada sayang, kamu datang apa ada keperluan?" tanya lurah Aris.
"ya sejujurnya iya mas, aku ingin bertanya tentang acara yang akan di lakukan oleh ibu-ibu PKK desa, karena lusa kami akan mengundang mbak Wulan dari desa tetangga," jawab Helmi yang duduk di sofa ruangan itu.
"itu bagus, tapi bukannya pelatihan makanan olahan sudah,"
"ya memang sudah, sekarang itu giliran membuat jamu tradisional yang bisa di pasarkan dengan mudah dan kemasan modern," jawab Helmi.
"owalah seperti itu, ya sudah terserah kamu deh, tapi ingat jangan terlalu capek, oh ya putra mu hari ini pulang jam berapa?" tanya lurah Aris.
"sepertinya sekitar jam dua, tapi mas aku dengar-dengar di desa mau mengadakan karnaval untuk pertama kalinya, kenapa tidak di buat lomba kreatifitas saja, jadi di sediakan hadiah untuk kampung atau RW yang memiliki banyak peserta dan juga keaneragaman uang di tunjukkan," usul dari Helmi.
"kenapa mas bingung, mas bisa mengajukan proposal pada semua orang yang menurut mas bisa membantu, dan kita juga bisa mengunakan uang pribadi, tapi ikut sertakan Tarang taruna desa untuk menjaga dan membantu kelancaran acara," kata Helmi.
lurah Aris pun tampak berpikir, tapi benar juga apa yang di katakan istrinya,dia pun segera memanggil semua anak buahnya yang bersangkutan.
Setelah semua setuju, mereka pun makan ini akan mengajak para Tarang taruna desa untuk bergabung bersama untuk merapatkan semuanya lagi.
__ADS_1
Helmi pun memberitahu suaminya jika mereka menyumbang delapan juta, plus panggung, sound sistem dan juga tenda.
Sedang para bawahannya yang akan mengurus yang lain, terlihat semua setuju dan Helmi bisa melupakan kesedihannya.
dan ternyata usul para bawahan, lurah Aris dan keluarga akan menjadi maskot dari pemerintah desa, dan seluruh jajaran anak buahnya akan menjadi pengawal.
sedang ibu-ibu PKK akan menjadi para dayang dan harus wajib ikut juga.
Sedang wawan menuju ke kantor polisi dan memastikan sendiri, karena salah satu pria yang di tangkap adalah orang dari bos-nya.
Saat melihat pria itu yang babak belur, Wawan hanya tersenyum dan dia memberikan bukti kuat agar temannya itu bisa keluar.
"kamu goblok jek, bagaimana bisa kamu ikut terseret padahal sedang bersama ku ngopi," tanya Wawan yang mengajak temannya itu pergi.
"aku juga tak tau, sepertinya Huda yang melakukan itu karena dia dendam hingga menyeret namaku, dan brengseknya aku sempat di pukul oleh salah satu oknum di sana, aku tak mengaku orang aku tak salah," jawab Kojek yang memang tak melakukan hal itu.
Untungnya lurah Aris yang mengetahui hal besar itu menelpon Hardi dan akhirnya pria itu bisa di bebaskan.
__ADS_1
Dan tentu mereka tak pulang melainkan main ke gudang, untuk menemui Hardi.