Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
serba salah.


__ADS_3

Hardi sedang duduk santai sambil memeriksa beberapa laporan dari usahanya.


Tapi tiba-tiba Hana datang sambil membawa kopi sambil ngedumel.


"ada apa sih sayang, kenapa kamu terus kesal begitu,awas nanti muka mu berkeriput loh,", kata Hardi yang ingin menggoda istrinya itu.


"mas kok gak bisa romantis kayak Wawan sih," kata Hana yang memang akhir-akhir ini menjadi ceplas-ceplos saat hamil.


"apa sih gak romantis, tolong bilang sayang yang mana,"


"itu loh, aku tak pernah di ajak liburan bersama lagi," kata Hana protes.


"bukan tidak pernah sayang, tapi kamu tau sendiri kondisi ku setelah Wawan mandiri, ya sedikit keteteran,"


"aku sadar itu, karena itu aku meminta adik ipar mengajak kaki semua keluarga dan tim suksesnya untuk berziarah ke wali lima dan tak lupa Madura juga," kata Hana.


"baiklah itu bagus," kata Hardi yang setuju.


Hana tak menyangka suaminya itu akan setuju semudah ini, padahal dulu jika dia tak ngambek, pasti akan repot


"mama, oklat,"


"aduh sayang, kok makan permen lagi," kaget Hana.


"ya gak papa dong sayang, sekarang kalian main sebentar lagi ya, karena pekerjaan ayah sebentar lagi selesai,"


"ya,"


Hana pun memberikan ciuman di kening suaminya itu, "ada apa mama,"


"tidak ada hanya ingin saja," kata Hana yang membuat Hardi tersenyum


Sudahlah, dia pun segera ke belakang untuk mengambil buah potong


jadi saat anak-anaknya main, dia memberikan buah potong begitupun dengan Hardi yang juga di suapi.


Sedang di sebuah rumah, seorang gadis sedang duduk di depan kedua orang tuanya yang selama ini tinggal di kota.


"jadi kalian cuma ingin bilang jika aku sudah di jodohkan, dan aku harus menerimanya, kalian kenapa begitu tega, setelah aku tinggal dengan nenek, bahkan aku tak bisa memilih pria yang akan jadi suamiku," kata Vivi kecewa.


"jangan lupa Vivi, mau bagaimana pun kakuntetap orang tua ku, dan kamu harus mendengarkan apa yang menjadi pilihan kami," kata ayah dari Vivi.


"tentu saja aku akan mengikutinya, aku tak berani melawan, bukankah aku akan di coret dari KK, dan tak akan memberikan uang untuk nenek, jika menolak dan tak mengikuti keinginan kalian, itu selalu jadi ancaman kalian," kata Vivi.


"bocah pintar, jadi tiga bulan lagi keluarga itu akan melihat mu dan kamu jangan melakukan hal aneh,"


"aku mengerti," jawab Vivi sekilas.


Dia tak menyangka akan melihat kedua orang tuanya datang ke desa, tapi hanya ingin mengatakan jika dia di jodohkan dan harus segera menikah.


itu di pilih karena mereka tak ingin menikahkan putri kedua mereka yang cantik dan berbakat.


Itulah yang selalu jadi korban Vivi, bahkan dia di taruh di desa agar tak menyaingi adiknya yang sedang bersinar membanggakan nama keluarga.


Di kota besar,Vina sedang bingung karena sekarang dia punya tugas penting, tapi dia tak tau mau beli semua bahan untuk membuat karya itu di mana.

__ADS_1


Dia akhirnya meminta tolong pada Wasis, tapi nyatanya pria itu sedang ada di Jakarta untuk beberapa pekerjaan.


"aduh sekarang kita harus cari dimana, aku belum sepenuhnya tau kota ini," kesal Vina.


"tenang saja, sebentar lagi akan ada yang datang," kata Hima.


Ternyata benar, tak lama ada Rei yang datang membawa mobil, "siap melayani kalian berdua, memang mau membuat apa sih kok sepertinya repot sekali?"


"tugas dosen, terima kasih ya mas sudah mau datang untuk membantu kamu,"kata Vina tak enak


"tak masalah dong,selama aku bisa pasti aku bantu,"kata Rei dengan senang hati.


Mereka bertiga pun mengelilingi kota, hingga semua barang yang di butuhkan sudah di beli.


setelah itu pria itu juga membantu untuk membuat tugas itu, dan ternyata tugas itu cukup mumet juga.


Tapi setelah tiga hari akhirnya selesai, Rei tak menyangka jika selama ini kakaknya itu tak menghubunginya.


Padahal pria itu sedang di desa, dan Rei takut jika dia yang akan di jodohkan dengan keluarga teman orang tuanya.


"ada apa mas Rei, sepertinya anda sedang banyak pikiran," tanya Vina penasaran.


"sebenarnya aku di beti waktu oleh orang tuaku, jika dalam seminggu aku tak mengajak pacar ku yang harus sesuai kriteria mereka, aku harus menikah dengan gadis yang di jodohkan dengan ku,tapi aku tak mau,tapi aku tak punya pacar,"


"ya bagaimana jika mencari pacar bohongan," usul Hima.


"tapi siapa, karena keluarga ku harus setuju, jika tidak, tetep aku harus mau di jodohin," kata Rei menyesal.


"emm ... Bagaimana kalau Vina, aku jamin pasti orang tua ku pasti memperbolehkan," usul Hima.


"memang begitu, tapi bisa habis jika kakak ku tau," kata Vina yang takut karena ingin berbohong pada orang tua Rei.


"iya deh, aku mau jadi pacar bohongan mas Rei, tapi jangan berlebihan dan fisikal touch hanya gandengan tangan,"


"baiklah, besok malam aku jemput ya karena di rumah ada acara, dan tolong jika bisa pakai baju yang sopan,"


"baiklah aku mengerti mas,"kata Vina yang tak bisa menolak.


"terus kamu membalas mas Rei dengan apa," tanya Vina pada Hima saat Rei sudah pergi.


"aku akan menuruti semua keinginan mu deh,selama sebulan," kata Hima yang tak punya pilihan lain.


"baiklah kalau begitu, aku ingin besok pagi kamu siapin sarapan roti isi terus mau di rumah kost ini bersih,"


"baiklah,dan aku akan buatkan makan siang juga jika perlu untuk ku nona," kata Hima yang tak bisa lari lagi.


Ya dia tau Rei dari keluarga mana, dan tak mungkin jika dia yang ingin menjadi pacar bohongan pria itu.


Itulah kenapa dia menunjuk Vina, toh jika di selidiki pun Vina adalah putri dari seorang juragan besar di desa,dan juga punya kakak yang punya kekayaan sangat banyak.


jadi kemungkinan mereka berdua bisa-bisa di suruh menikah karena latar belakang Vina juga sangat baik.


Karena Hima tau diri, sebab dia hanya seorang gadis dari keluarga sederhana.


Kuliah di universitas terbaik di kota ini saja, jika tidak di kuliahkan oleh keluarga Vina, juga dia tak mungkin mampu untuk kuliah.

__ADS_1


Gipeojin haru gireojin nae geurimja


jeo meolli haeneun jeomulgo isseo


jiteo ganeun eodum sogeseo hemeigo inna bwa


igose gatyeobeorin geolkka


ajikdo sum swineun got


geugose dagagaya hae


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon


naegero deullyeooneun geon


gipeun nae sumgyeoldeul


sigani meomchwobeorin got


ijen da doedollyeoya hae


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon


illeongineun taeyangi sum swineun got


nan ajik idaero meomchwo


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart

__ADS_1


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon


__ADS_2