Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
mencari pria itu


__ADS_3

Ada setidaknya ada lima orang anak buah lurah Aris, yang mencari keberadaan dari pria yang membuat adik iparnya itu hamil seperti ini karena harus mempertanggung jawabkan semuanya.


kelima pria itu menyebar dan mulai mencari pria itu dan keluarganya, tapi sayangnya keluarga pria itu sudah pindah.


Dan di tempat lain, juga tak di ketemukan juga keberadaan dari pria itu, yang tiba-tiba hilang bak di telan bumi.


pagi itu, Lima orang itu kembali berpencar, karena perintah lurah Aris harus bisa ketemu.


sedang di tempat lain, Hana dan Hardi sedang antri untuk mengambil resep dokter.


mereka berdua tampak sangat mesra karena Hardi sangat manja pada istrinya itu.


kebetulan, pagi itu Helmi harus menebus obat milik ayahnya, hingga dia ke apotik dan terkejut saat Hana menyapanya.


"mbak Helmi sedang apa di rumah sakit, apa ada yang sakit?"sapa gadis itu.


"ah iya, ayah ku sedang opname di sini, kalian juga di sini, sedang apa?" tanya Helmi yang berpura-pura semua baik saja

__ADS_1


"ah ini, sedang melihat Hardika junior, ya dia sangat sehat di perut mamanya," kata Hardi yang memeluk Hana gemas.


"masyaallah... selamat atas kehamilannya mbak Hana, tak ku kira anda akan secepat ini isinya," kata Helmi yang sebenarnya di dalam hati berkecamuk.


Terlebih dia belum hamil saat dia menikah lebih dahulu, "mbak mau makan bareng di kantin, kita bisa ngobrol yuk, karena tak mungkin aku menjengguk ayah mbak," kata Hana sopan mengajak mantan kekasih dari suaminya itu.


"ah saya minta maaf tidak bisa karena harus segera membawa obat ini untuk ayah, permisi .." pamit Helmi.


Hana tak memaksa karena tak baik memaksakan orang yang tak ingin bergabung bersama mereka.


Helmi merasa kesal, marah dan sedih sekaligus, kenapa bukan dia yang hamil duluan.


di tambah Hana hanya menikah berjarak satu bulan darinya, dan dia tak mengira jika Hardi begitu mencintai wanita itu lebih cepat dari yang dia kira.


padahal dulu pemuda itu terus mengatakan jika tak bisa hidup tanpa Helmi, tapi nyatanya semuanya hanya bohong.


ibu wanita itu melihat putrinya sedang berdiri sambil melamun, dia pun menepuk bahu putrinya itu.

__ADS_1


"ada apa nak?"


Helmi yang kaget langsung menghapus air matanya, "tidak ada Bu,aku hanya merasa buruk saja, ya aku dan mas Aris sudah menikah tapi belum hamil, tapi kenapa Hani yang melakukan hal salah malah bisa hamil begitu mudah,"


"yang sabar ya nduk, ibu yakin jika semua sudah di takdirkan oleh Tuhan, dan lagi ibu yakin mungkin Allah sedang memilihkan bibit yang baik dan unggul untuk kalian," kata ibu Helmi.


"iya Bu, dan sebaiknya kita masuk untuk menemui ayah," kata Helmi.


Hardi dan Hana sudah menuju ke sekolah, tadi dia juga membeli jeruk lima kilo untuk di bagikan pada guru-guru di sekolah.


sedang Hardi membeli lima kilo juga untuk di gudang, dan di rumah dia membeli tiga kilo saja.


tentu saja tak hanya jeruk ada beberapa buah yang lain, dan Hana akan sebisa mungkin memastikan asupan untuk calon putranya itu tercukupi dengan baik.


"kamu tadi sudah makan vitaminnya sayang?" tanya Hardi.


"ah belum mas, aku baru sarapan roti tadi, aku akan minum di depan mu sekarang,"

__ADS_1


"tentu saja, aku harus melihat istriku ini meminumnya agar tetap sehat dan bugar," kata Hardi mencium kening istrinya itu.


__ADS_2