Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
malam yang indah 2


__ADS_3

Wawan mengikuti perintah istrinya itu dengan patuh, Feby tak banyak bicara dia langsung menyiapkan semua makanan yang tadi di bawa.


Wawan kaget melihat satu piring yang penuh dengan makanan, "dek aku tak makan sebanyak ini," kata Wawan panik.


"aku juga belum makan, kita makan sepiring berdua ya," kata Feby yang duduk di sebelah suaminya.


Wawan pun mengambil sendok dan menyuapi istrinya itu terlebih dahulu, dan Feby juga melakukan hal yang sama.


setelah kenyang, keduanya pun duduk santai sambil menonton film yang tengah di putar di tv.


"mas besok aku harus ngapain saat mas pergi bekerja," tanya Feby yang membuat Wawan kaget.


"kamu bisa mencari universitas yang inginkan,dan setelah itu daftar dan lulus dengan predikat cumlaude," kata Wawan


"aku sudah daftar, dan karena tak mengikuti acara ospek,mungkin aku akan di tandai,"


"tapi kamu punya surat keterangan dokter, jadi itu tak masalah,sudah besok kan kamu ke kampus juga,"


"tapi agak siangan sepertinya, karena Nita dan Vivi bilang begitu," jawab Feby.


"ya sudah, sekarang kita istirahat ya," kata Samsul yang memang jarang mengenakan kaos saat di rumah.


Ya pria itu lebih menyukai bertelanjang dada, dan Feby merasa jika suaminya itu itu sangat maskulin.

__ADS_1


Terlebih tato di tubuh suaminya biru seakan tak salah karena itu seperti lukisan saja.


Tapi saat Wawan ingin pergi Feby menahan suaminya itu, "mas tak berniat menjadikan ku istri pajangan saja bukan,"


"apa maksud mu dek,"


Feby pun menarik Wawan hingga jatuh ke arah tubuhnya, kemudian dia merangkul leher Wawan.


"buktikan," lirih Feby dengan tatapan menggoda.


tentu saja Wawan yang sudah bertahan dari semua ini pun merasa senang, dia langsung menciumi bibir istrinya dengan buas.


Bahkan dia merobek baju tidur milik Feby, dan keduanya pun berciuman sambil pindah kedalam kamar


setelah puas, Wawan tak melepaskan istrinya itu, "mas...."


"jangan bergerak, aku ingin lagi," gumam Wawan yang langsung melanjutkannya lagi.


Feby benar-benar hanya bisa menikmati apa yang sedang dia rasakan, bagaimana tidak, suaminya begitu hebat seperti ini


suara kumandang adzan subuh membangunkan Feby, dia pun bergegas untuk bangun, tapi peluksn Wawan membuatnya tak bisa bergerak.


"mas sudah subuh," bisik Feby yang membangunkan suaminya itu juga.

__ADS_1


"kita mandi yuk,karena aku takut telat lagi," kata Wawan yang ikut bangun.


Ya keduanya sholat bersama, dan setelah selesai, Wawan kembali menutup mata sebentar.


Sedang Feby membereskan rumah, dia mengambil baju yang berserakan di depan TV.


Dia hanya mengeleng pelan karena baju itu robek dengan parah, "ah sepertinya aku harus punya lebih banyak baju seperti ini," gumamnya.


Dia mulai memasak nasi dan mengambil ayam untuk di ungkep, dan pagi ini dia ingin memasak sayur asem.


Feby ini cukup cekatan, di tambah dia membawa cooper mini miliknya yang membantunya di dapur


saat semua hampir selesai, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"mas..."


"aku mencium aroma dadar jagung dek,",


"ah iya itu di meja, aku membuat cukup banyak, nanti mas bisa bawa jika mau," kata Feby yang merasakan bibir suaminya sudah ada di tengkuknya.


"tidak jangan di goreng semua, aku tak Sudi berbagi dengan para pria di gudang," bisik Wawan yang meremas sesuatu yang membuat Feby hanya bisa mengangguk pasrah.


"mas nanti kesiangan...."

__ADS_1


"aku tak peduli," bisik Wawan yang langsung mematikan kompor dan mengendong istrinya itu ke kamar untuk ronde selanjutnya.


__ADS_2