
"loh mas sudah pulang," kata Hana yang menyambut suaminya dengan mengenakan daster tanpa lengan.
"sayang hei kenapa, kok pakaiannya gini, kamu ini..." kata Hardi dengan senyum rekah.
"mas ini mikir apa, aku cuma mau sambut suamiku, mas bawa apa?" tanya Hana penasaran dengan kotak itu.
"ayam bakar madu, tadi pas lewat langsung pingin jadi beli," jawab Hardi.
"ya padahal tadi aku mau nitip sate ayam,"
"kamu ngidam sayang, aku belikan lagi ya," kata Hardi yang tak mau membuat istrinya itu sedih.
Tapi tanpa di duga Vina pulang dengan membawa sate ayam, "aku bawa," kata gadis itu
"kok bisa tau sih?" tanya Hana yang begitu senang
"ya tau dong, Jan aku calon Tante yang baik, tapi yang sebenarnya ini si belikan mas Amir tadi, soalnya tak sengaja je temu di pusat jajan rakyat," kata Vina jujur.
"kalian janjian?" tanya Hardi penuh selidik.
__ADS_1
"tidak kok, kaki cuma gak sengaja bertemu, karena tadi aku dan teman-teman ku mampir makan dulu," jawab Vina.
"sudah kenapa, orang Amir juga bukan pria berandal, ayo sekarang kita makan bersama, dan Vina cepat mandi ikut duduk bareng,"
"siap mbak," jawab gadis itu senang hati.
di rumah Syam, putrinya Leni sedang tak melakukan apapun karena gadis itu baru saja lulus tapi belum tau mau apa.
"kenapa kamu cuma diam saja, coba bantuin itu kakak ku dinas," tegur Bu Rina pada putri keduanya itu.
"kenapa harus aku, dan lagi kenapa ibu di rumah lebih mengurus cucu mu ini di banding menemani ayah di toko?"
"dasar ibu ini sebenarnya ibu cuma mau pegawai gratis ya, tapi yang geran kenapa tuh bocah gak pernah main lagi, Jan biasanya jarang pulang," kata Leni menunjuk kakaknya Dimas.
"hentikan ucapan mu, karena aku tak mau keluar sebab anak-anak selalu membuat masalah, dan lagi aku tinggal duduk santai tungguin warung dan dapat uang," kata Dimas santai.
"sudah, Leni jaga keponakan mu, ibu mau masak dan mengantar makanan ke toko," jata Bu Rina.
Ya wanita itu memang sudah tak terpengaruh oleh mantra sepenuhnya.
__ADS_1
Tapi yang tak terduga adalah sosok wanita itu dan Dimas sekarang sedikit lebih tenang dan tak pernah emosian seperti dulu
Leni melihat anak dimas di kereta bayi sedang tidur lelap,bahkan bayi itu sangat gemuk Karena pipinya begitu gemol.
sedang di toko, kedua orang itu melayani pembeli seperti biasa, karena toko sembako hari ini sangat ramai.
hingga tak terasa sudah waktunya istirahat makan siang, "mau makan apa Leli?"
"entahlah mau makan apa ya ayah, aku sedang tak ingin makan apa-apa,"
"emm.... Itu membuat ku bingung, bagaimana jika aku memakan mu," bisik pak Syam pada wanita muda itu.
Leli mendorong mertuanya itu dan memilih pergi, dia tau jika mertuanya itu sangat perkasa, tapi perlahan membuat gadis itu merasa tak enak.
terlebih dia merasa melukai suami dan mertuanya, tapi tanpa terduga Bu Rina datang membawa makanan.
"loh kamu datang dek?" tanya pak Syam.
"iya mas, apa tadi mbak Rike kesini?"
__ADS_1
"tidak, memang mau apa dia kesini karena aku tak mau berurusan lagi dengan wanita itu," kata pak Syam.