Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kampus


__ADS_3

Wawan datang ke gudang cukup telat tapi untungnya Hardi tak ada di tempat.


"widih... Pengantin baru keramas nih, kok sampai siang tumben," tanya pak Sardi menggoda Wawan.


"ya gimana ya pak, he-he-he," jawab Wawan senang dan malu sendiri.


"ya sudah mulai bongkar, itu truk Fuso gede loh sab sore nanti juga ada datang untuk muat beras yang akan di kirim ke luar kota," kata pria itu yang meninggalkan Wawan.


"siap pak," jawab Samsul


sedang di rumah, Feby masih duduk di depan tv sambil tersenyum. Dia seperti belum percaya jika Wawan sudah menjadi suaminya.


Bahkan ciuman pria itu yang begitu menuntut nasih terasa di bibirnya, dan perasaan aneh itu muncul lagi


"hentikan Feby, kenapa kamu jadi m*sum begini," lirihnya yang langsung ke kamar untuk bersiap ke kampus.


ya dia sudah terdaftar di salah satu universitas yang cukup terkenal di kotanya.


Dia mengenakan gamis berwarna hijau army dan di padukan dengan pasmina berwarna hitam.


Dan tak lupa dia membawa tas ransel yang selalu dia buat berpergian.


Tak lupa dia mengunci pintu rumah sebelum pergi, "mau kemana mbak Feby?" tegur salah satu tetangga.

__ADS_1


"mau ke kampus Bu,permisi..." jawab Feby yang langsung mengendarai motornya.


"berarti itu cak Wawan dan mbak Feby terpaut jauh ya," tanya salah satu ibu.


"ya iyalah, orang Feny baru lulus SMA, sedang Wawan itu seumuran dengan putra pertamaku," kata ibu pemilik toko di samping rumah Wawan.


"dan yang aneh, kok ya mau Feby ini nikah sdma wawan yang notabenenya itu anak buah kdkak iparnya, gadis bodoh memang, orang cantik kok nikah sama duda," kata yang lain.


"kalau dudanya sultan mah gak papa," saut yang lain tertawa.


Feby sampai di kampus bersamaan dengan Nita dan Vivi, Keduanya langsung menuju ke gedung tata usaha untuk menyelesaikan semua dokumen dan biaya.


Feby mengirimkan pesan pada wawan dan pria itu meminta Feby mengunakan uang yang telah dia berikan untuk keperluan kuliahnya.


"enak dong punya suami," kata Feby yang menimpali perkataan Nita temannya.


"tapi apa suamimu itu tak keberatan kamu kuliah, kan dia itu cuma ..."


"seorang buruh kasar, iya itu benar, tapi dia juga tak mau membuat istrinya duduk manis di rumah dan tak memiliki pendidikan baik untuk mendidik anak kami, lagi pula suamiku tak seburuk itu kok dalam keuangannya," jawab Feby tersenyum menunjukkan beberapa kartu ATM.


"wah sekarang dompet mu tebel ya Bu, mau dong yang satu kayak mas Wawan," kata Vivi.


"maaf tidak ada kembarannya, itu cuma milik saya," kata Feby tertawa.

__ADS_1


"iya deh yang berhasil dapatkan pria incaran satu kelas saat mengantar liburan," kata Nita.


"iya dong,"


Mereka bertiga sampai di kantin kampus dan memesan makanan, karena baru besok kuliah yang sebenarnya di mulai.


"tapi Feby apa benar, punya pria itu dari layu bisa bangun," tanya Vivi.


"kamu gila ya," kaget Feby yang tersedak.


"ya kan kamu yang sudah nikah, karena adik ku itu heboh karena itu," jelas Vivi yang membuat Nita tertawa geli.


"wong edan,"


Saat istirahat makan siang,Samsul berkumpul bersama yang lain di warung di dekat gudang.


"kok gak pulang cak?" tanya para pekerja.


"tidak, istriku di kampus, jadi pulang mau ketemu siapa," kata Wawan.


"kasihan amat,tapi gak takut mbak Feby kecantol cowok di kampus,"


"tidak tuh," jawab wawan yakin.

__ADS_1


__ADS_2