Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
hubungan Antara kita


__ADS_3

Para remaja itu bermain air cukup lama, bahkan Ripin sampai tertidur karena hal itu.


Sedang wawan tetap setia menjaga barang sambil memperhatikan Vina dan Feby.


bahkan beberapa gadis teman dua orang itu sempat menanyakan nama dan nomor ponsel Wawan.


Pasalnya meski terlihat seram dan berkulit hitam, tapi wajah Wawan bisa di bilang manis dengan sentuhan kumis, jenggot tipis dan tubuh yang bagus.



"tuh anak-anak perempuan kenapa kerubutin cak Wawan sih,dasar gatel ih," kesal Vina.


"sabar dong buk, AAA!!!" teriak Feby yang tak sengaja menginjak batu karang yang cukup tajam dan melukai kakinya.


melihat Feby dan Vina yang tampak bingung, dan dia langsung lari kearah dua gadis itu.


"ada apa?" tanya Wawan yang melihat Vina memapah Feby.


"sepertinya Feby terluka karena batu karang cak," jawab Vina.


Mendengar itu, Wawan langsung mengendong Feby dan mengejutkan gadis itu.


"cak!!" kaget Feby.


"kaki ku bisa sakit jika terus terendam dan terkena pasir," kata Wawan yang tak menggubris orang yang melihat mereka.


Tapi dia tak menyangka jika Feby seringan ini, bahkan lebih berat beras satu karung Bago, di banding gadis itu.


Semua teman wanita Feby merasa cemburu padanya,terlebih Wawan yang dari tadi sangat sulit di dekati.


Wawan langsung mengobati kaki gadis itu, "seharusnya kamu itu lebih hati-hati,karena di laut pun selalu ada bahaya, dan Vina cepat ganti baju, karena kamu sudah kedinginan," kata Wawan dingin.


"tapi aku masih ingin main,"


"jangan bantah jika kalian sakit siapa yang akan repot," kata Wawan yang hampir kehilangan kesabarannya.


"iya cak," kata Vina yang tak bisa membantah karena pria itu yang di perintahkan untuk menjaga mereka berdua.


Setelah mengobati kaki Feby, gadis itu juga di minta untuk berganti baju, dan Ripin tak menyangka jika Wawan bisa bersikap tegas pada dua gadis itu


Ya notabene keduanya itu adalah adik dari bos mereka, tapi jika tidak seperti itu, keduanya tak akan tau rasanya disiplin.


Pukul empat sore, semua orang sudah siap pulang, dan terlihat dua gadis itu juga sudah masuk kedalam elf long itu.

__ADS_1


terdengar suara Ripin di walkie talkie, "iya ada apa?" tanya Wawan yang menjawab panggilan itu.


"cak ini anak-anak minta mampir beli oleh-oleh," kata Ripin dari sebrang.


"baiklah, kita beli di Kediri,ada toko baru yang cukup besar untuk mereka bisa membeli apapun di sana," jawab Wawan yang mulai mengemudikan elf itu.


Kini mereka pun menuju ke rumah, dan terlihat Vina sudah tertidur karena lelah, sedang Feby juga tak lama ikut tertidur.


Saat di lampu merah,Wawan membenarkan jaket Feby yang jatuh agar gadis itu bisa tidur dengan nyaman.


Luna menyaksikan semuanya, dia tak mengira jika pria dingin itu bersikap hangat pada adik bos-nya.


Tapi kenapa hanya pada Feby, dan mobil elf berhenti di sebuah pusat oleh-oleh baru.


Feby terbangun dan ikut turun, tapi karena Vina masih tidur,jadi Wawan membantu gadis itu keluar dari tempat supir


"terima kasih cak,"


"iya, dan ingat jangan terlalu bawa barang berat," kata Wawan.


dia memutuskan duduk di tempat supir dan dari orang tempat penjual oleh-oleh itu pun memberinya tahu kuning dan getuk gedang.


Dan juga sebuah amplop agar jika membawa rombongan lagi bisa mampir kesana lagi.


mobil pun melanjutkan perjalanan pulang, dan sesampainya di rumah sudah pukul delapan malam.


Dan wawan langsung pamit karena kepalanya tiba-tiba sangat pusing, karena istirahatnya kurang.


Dan dia langsung mandi setelah mengecas ponselnya, bahkan ponsel itu di biarkan mati.


Sedang Hana membagikan semua oleh-oleh yang di beli oleh Feby dan beberapa besok yang akan di masak.


Sedang Feby mengantikan perban di kakinya dengan bantuan dari Vina. Dia tiba-tiba malu saat ingat bagaimana Wawan mengendong dirinya begitu saja.


"hei kenapa wajah mu memerah?" tanya Vina.


"tidak mungkin aku sedikit pusing karena kebanyakan main air dan tadi kena AC," jawab Feby berbohong.


Dia tau jika perasaan miliknya itu sangat buruk karena mudah sekali terbawa perasaan pada pria yang mendekatinya.


Tapi kali ini entahlah dia tak tau,dan setelah itu dia istirahat bersama Vina,karena lusa mereka harus mulai sekolah lagi.


Dan lebih fokus karena sudah kelas tiga, keesokan harinya, kedua gadis itu bangun kesiangan.

__ADS_1


Feby ingat jika Vina punya beberapa obat herbal, dia pun melihatnya, "eh kamu mau coba juga, itu bagus loh untuk membentuk tubuh,terutama kamu yang kurang gizi," kata Vina.


"mulutnya,tapi aku takut,"


"tenang saja, kata mbak Hana itu bagus kok,coba saja," jawab Vina


Akhirnya Feby memberanikan diri meminta obat itu pada Hana, ya sebenarnya itu bukan obat apa-apa.


Hanya jamu tradisional yang di kemas seperti itu, dan itu sudah terbukti cocok pada dirinya dan juga Vina.


Akhirnya Feby pun mulai ikut mengonsumsinya. Dan berharap jika akan memiliki tubuh yang proporsional.


Akhirnya sekolah pun mulai, dan Hana juga harus mulai bekerja dan Bu Sodikin akan di bantu seorang wanita menjaga dua cucunya.


Meski awalnya Hardi menentang,tapi dia tak bisa melukai perasaan istrinya itu yang harus merelakan impiannya demi keluarga itu.


Asalkan Hana masih bisa menjaga dua anaknya, dan tak membuat keduanya merasa kehilangan kasih sayang ibunya.


Hardi tak keberatan, dan pagi itu sekolah terasa sangat berbeda, karena tahun ajaran baru.


Di tambah ada murid baru yang sedang melakukan masa orientasi siswa.


dan di tambah semua anak kelas tiga tidak di izinkan mengikuti ekstrakulikuler lagi demi menjaga nilai mereka tetap bagus.


Akhirnya semua kelas tiga mengiyakan, dan semua murid sibuk dalam pelajaran tambahan dan semua try out.


Bulan berganti bulan,hingga sekarang tanpa terasa sudah masuk musim ujian


dan si kembar juga sudah mulai berjalan dan mengucapkan kata, dan juga semakin lucu.


sedang di tempat lain, Leni sedang merawat ibunya yang sekarang hanya bisa berada di ranjang rumah.


Pasalnya Bu Rina mengalami stroke setelah kematian Dimas, dan kondisinya makin buruk dengan pak Syam yang membuat keluarga itu makin sering marah.


Terlebih Leli yang juga sudah tak tinggal di rumah itu,karena wanita itu di ajak pulang ke kampung setahu Leni.


Padahal Leli kini tinggal di sebuah rumah yang dekat dengan pasar,dan rumah itu bahkan di belikan oleh pak Syam.


seperti pagi ini, Leli sedang mendesah di bawah pelukan pria yang membuatnya hamil.


Dan untuk anaknya sudah di titipkan di daycare di sekitar sana, dan di tambah Leli juga keguguran setelah seminggu kematian Dimas.


Jadilah sekarang dia mengunakan alat kontrasepsi yang berjangka panjang, karena dia tak ingin hamil lagi.

__ADS_1


__ADS_2