
pak Syam merasa yakin untuk bisa menjebloskan wawan ke penjara, karena pria itu terlalu ikut campur dalam urusan keluarganya.
di tambah lagi, dia ingin membuat Hardi malu, lewat orang kepercayaannya itu.
dia merasa di atas angin karena satu-satunya orang yang bisa membuat Wawan bebas masih di rumah sakit tak berdaya.
Akhirnya hakim memasuki ruang persidangan,semua orang berdiri dan setelah DJ persilahkan mereka pun duduk.
Wawan sudah duduk di samping tom pengacaranya, dia melihat ponsel lama miliknya masih di cas.
"silahkan di mulai, dari tim jaksa penuntut umum," kata ketua hakim.
"terima kasih yang mulia, saya di sini untuk menuntut hukum yang seadil-adilnya untuk korban, nona Leni yang telah di lecehkan hingga hamil empat bulan, oleh saudara Wawan Handoko, dan itu terjadi secara berulang kali," kata jaksa penuntut umum.
"keberatan yang mulia," kata pengacara dari Wawan
"keberatan di tolak, lanjutkan," perintah ketus hakim.
"saya memiliki bukti dan saksi nona leni sendiri, dan juga saksi yang lain,kami akan memanggil mereka satu persatu apa di izinkan yang mulia,"
"di izinkan,"
persidangan ini seperti berjalan sangat lama, terlebih semua saksi tak ada yang memberatkan Wawan, pasalnya saksi yang awalnya di suap.
Mengatakan kejujuran setelah Hardi mendatangi satu persatu saksi, terlebih pak RW yang pernah memergoki Leni berboncengan dengan kekasihnya di tengah malam hari.
Prio merasa kesal karena pak Syam tak becus mengurus semua ini, jika sampai dia ketahuan dan nama lima pris di sebut dalam persidangan,maka akan membuat semua dalam masalah besar.
Pasalnya lima orang itu adalah orang-orang penting yang tak seharusnya terseret.
"Syam goblok..." gumamnya.
"silahkan tom pengacara terdakwa,", kata ketua hakim yang memimpin sidang perdana di kasus Wawan.
"yang mulia, sebenarnya kasus ini aneh,klien saya fi tangkap dengan tuduhan seperti itu, men-ji-jik-kan,padahal saya punya surat keterangan dokter yang mengatakan jika klien saya ini mengalami gangguan pada keinginannya berhubungan badan, terlebih dengan wanita yang suka pulang malam, saya akan mrndnggil dokter psikiater yang menangani masaiah klien saya," kata tim pengacara.
__ADS_1
saat semua orang mendengarkan apa yang terjadi, semua tercengang, ini saja sudah seperti bom atom yang menghancurkan segalanya.
"jadi bisa di simpulkan, setelah kematian istrinya, pasien anda yang bernama Wawan Handoko ini mengalami gangguan?"
"iya itu benar, dan sampai saat ini kami masih mencoba melakukan terapi hipnotis untuk kesembuhan pasien,"
"terima kasih dokter," jawab pengacara itu.
"silahkan tom penuntut untuk bertanya,"
"tidak ada yang mulia," jawab jaksa penuntut umum.
"silahkan lanjutkan,"
"terima kasih yang mulia, bukti kedua saya adalah ponsel milik klien saya yang berisi semua chat memohon dan rekaman yang di kirimkan oleh saudari Leni, bahkan ada foto tidak senonoh juga, dan di tambah di ponsel ini ada satu saksi kunci yang memegang rahasia besar yang mengetahui semua masalah ini yang sebenarnya, apa saya boleh memanggilnya yang mulia," kata pengacara Wawan.
"di izinkan,"
"saya ingin memanggil, istri dari saudara Wawan Handoko, Alissa Febriyani Sodikin untuk memasuki ruang persidangan," kata pengacara itu yang membuat semua orang di kubu Leni kaget.
Leni sudah merasa jika dirinya tamat karena Feby mengetahui semuanya, bahkan membawa semua bukti yang dia titipkan.
"nyonya Feby, apa kabar?"
"saya tidak baik-baik saja, karena seseorang memfitnah suami saya," jawab Feby.
"keberatan yang mulia, dia adalah istri dari terdakwa, dia bisa mengatakan kebohongan," kata jaksa.
"saya baru di nikahi selama tiga hari, dan kejadian yang anda maksud itu terjadi sekitar satu bulan yang lalu, saat seseorang berkeinginan membunuh ku dengan menabrak rombongan siswi jalan sehat, dan kasusnya pun berhenti tanpa kejelasan," bantah Feby yang makin membuat suasana sidang memanas
"di tolak, silahkan lanjutkan,"
"terima kasih yang mulia, nyonya Feby apa anda mengenal nona Leni, dan juga tuan Wawan,"
"tentu saja,"
__ADS_1
"apa di malam kejadian itu, benar tuan Wawan sedang berada di rumahnya melecehkan nona Leni,"
"itu tidak benar, pada hari Sabtu tanggal satu itu, cak Wawan ikut rombongan kami ke sunan Ampel, bahkan saya membawa bukti CCTV di pom bensin tempat kami istirahat karena saya dan cak Wawan yang turun, dan juga beberapa CCTV yang lain,"
"tepat sekali, jadi siapa yang melakukan itu pada nona Leni,"
"aku tak tau harus mulai dari mana Feby, aku awalnya di ajak ke rumah kekasih ku dan kami melakukan hubungan suami istri layaknya ya begitulah, tapi aku terkejut saat ada beberapa pria lain datang bergabung, aku di perbudak oleh mereka, tak hanya satu kali tapi beberapa kali, dan aku tak mungkin mengatakan itu pada ayah ku karena dia bisa membunuh ku,"
"wah bukti akurat yang mulai, nona Leni melakukan pengajuan di depan nyonya Feby, tanpa paksaan," kata pengacara itu yang membuat semua orang bersorak menghina Leni.
"tenang-tenang... Jadi anda terluka saat kasus ini mulai di selidiki?" tanya ketua hakim.
"benar yang mulia, saya ingat plat nomor mobilnya, S456***W mobil yang menabrak saya sebelum saya pingsan," jawab Feby.
"perintah pada pihak kepolisian untuk mencari mobil yang melukai saksi, dan kasus ini di nyatakan gugur, karena terdakwa tidak bersalah dan membersihkan nama terdakwa dari tuduhan,serta menuntut nona Leni sebagai pelapor, karena melakukan tindakan pembohongan publik dan pembuatan kasus palsu demi menghukum orang yang tidak bersalah,"
semua orang menyoraki Leni dan keluarga, Leni di tangkap, pak Syam juga dan tentu saja kekasih Leni.
Feby bangkit dari kursi roda dan berjalan ke arah suaminya yang sedang bersalaman dengan para tim pengacara.
Bahkan dengan Hardi keduanya berpelukan, "mas..." panggil Feby yang membuat Hardi dan Wawan menoleh.
Wawan yang melihat Feby akan jatuh lari dan memeluk gadis itu, "aku datang kan, dan aku tidak kehilangan nyawa ku kan," kata Feby tersenyum.
Tanpa terduga Wawan memeluk Feby erat, Vina yang datang pun merasa tdk suka.
Karena akan melihat sahabatnya itu menikah dengan pria yang tak sebanding.
Di tambah Feby yang masih muda kenapa harus mendapatkan pria yang pernah gagal berumah tangga.
"bukankah kita sebaiknya istirahat dulu," kata Vina yang mendekat ke arah Feby dan Wawan.
"baiklah Vina, kamu bisa membantu ku," kata Feby
"tentu saja," jawab Vina
__ADS_1
Tapi Wawan mengendong Feby dengan mudah, "tidak perlu kursi roda, aku bisa membawa mu langsung ke mobil," kata Wawan.