
Sore hari, Feby pulang dari kampus dengan membawa semua pesanan dari Hana.
Saat turun dia di bantu oleh semua orang untuk menurunkan semua barang belanjaannya.
ternyata Feby juga membeli beberapa barang tambahan, seperti ayam potong juga
dan beruntung akhirnya mereka bisa membuat ayam goreng bawang.
Semua sudah siap, Feby masuk kedalam kamar Vina dan melihat wanita itu tampak gugup
"ya Allah cantiknya, lihatlah dek,bunda mu cantik ya," kata Feny mengusap perutnya.
"aku takut Feby, bagaimana nanti jika aku tak bahagia dengan calon suamiku?" lirih Vina
"kamu bilang apa, lihatlah aku Vina, apa aku tak bahagia, memang setiap pernikahan itu tak mudah, terlebih kita harus menyesuaikan diri dengan orang baru, tapi yakinlah jika mas Hardi tak mungkin membuat mu terluka dengan memilihkan sosok suami yang salah, dan lagi aku tau jika pekerjaan calon suami mu itu juga sangat bagus," kata Feby.
dekorasi untuk pertunangan juga sudah di pasang, bahkan semua siap untuk menunggu tamu yang akan datang.
setelah sholat Maghrib,dia mendapatkan telpon jika rombongan dari Bagas sudah sampai di gerbang tol di Jombang.
Semua orang pun menunggu kedatangan mereka, Wawan mengenakan kemeja yang kembar dengan seluruh keluarga inti.
Feby di minta untuk menemani Vina agar tak gugup, rombongan akhirnya sampai setelah setengah jam.
ada sekitar dua puluh mobil yang datang ya keluarga Bagas itu keluarga besar.
__ADS_1
dan semuanya adalah mobil mewah, terlihat Bagas di apit oleh kedua orang tuanya.
"assalamualaikum..." salam rombongan itu
"wa'alaikumussalam..." jawab Hardi selaku tuan rumah.
Mereka pun di persilahkan untuk masuk dan di persilahkan untuk duduk secara lesehan.
ternyata semua sahabat Hardi juga ikut datang termasuk Wasis yang ikut.
"Monggo di sekecaaken,"
"inggeh mas, sebenarnya kaki ke sini juga awalnya kaget karena telpon anda yang tiba-tiba, tapi untungnya semua bisa datang bersama seperti saat ini,"
"Alhamdulillah, kalau boleh tau dan melihat gadis cantik yang membuat putra ku ini, sampai tak bisa tidur nak Hardi,"
"iya Bu, dek Hana tolong Vina," kata Hardi yang di angguki oleh istrinya itu.
Wawan menyapa semua orang, dan terlihat pria ini sangat baik, dan kini bahas sudah di perbolehkan berdiri untuk menyambut kekasih hati.
Vina keluar dengan di apit Feny dan Hana, terlihat Vivi dan guntur juga sibuk mengabadikan semua momen sakral itu.
"ya ampun... Aku keduluan lagi dengan teman ku yang pendiam juga," kata Vivi yang membuat guntur menoleh.
"lah kami mau tha di lamar?"
__ADS_1
"ha-ha-ha aia sih gak jelas deh," kata Vivi yang merasa malu.
Vina di bawa ke depan Bagas, dan menerima bunga yang di berikan pria itu.
Setelah itu dia menyalami semua saudara dari Bagas, setelah itu dia kembali berdiri di samping Bagas.
"jadi mas bagas,apa benar ini calonnya?" tanya Wawan yang bertugas sebagai MC kali ini.
"iya mas lurah," jawab Wawan.
"Alhamdulillah kalau betul, terus mbak Vina apa calonnya ganteng sesuai permintaan?" goda Wawan yang membuat Vina tersenyum mengangguk.
"Alhamdulillah kalau begitu, acara selanjutnya adalah acara tukar cincin, kepada orang tua dari kedua pasangan ini di minta berdiri untuk mendampingi putra dan putrinya, dan untuk orang tua dari mbak Vina di minta untuk bapak Abdi dan ibu Alfi untuk berkenan menjadi wali yang mendampingi ananda Alvina,"
Hardi mengangguk dan kedua orang itu bangkit dan melihat Vina yang sudah berkaca-kaca melihat keduanya.
"ayah... Ibu,"
"jangan nangis dong, kan ini hari bahagia ku nduk," kata Alfi yang menghapus air mata dari pipi Vina.
Acara pun di lanjutkan dengan tukar cincin antara Vina dan Bagas.
Dan permintaan dari Hardi membuat semua orang kaget,yaitu pernikahan secara agama.
karena dia dapat kabar jika akan ada orang brengsek yang berencana buruk setelah acara ini.
__ADS_1