Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
akhirnya dia malu


__ADS_3

Helmi tak menyangka jika ayahnya akan mengalami serangan jantung setelah Hani berkata jujur.


Helmi sangat sedih, dia saja dulu memilih menurut dan tak berniat untuk membuat malu.


tapi adik yang begitu dia bela malam melakukan kebalikan darinya. bukan hanya tak menurut tapi juga membuat ayah mereka seperti ini.


Hani mendekati kakak perempuannya itu, terlebih Helmi tampak begitu sedih


Bahkan lurah Aris terus memeluknya, "sudah ma, jangan sedih seperti ini, kita berdoa saja semoga ayah bisa segera melewati masa kritisnya dan sembuh," kata lurah Aris


"tapi mas ... Aku belum mau kehilangan ayah mas..." tangis Helmi.


"mbak Helmi, aku minta maaf, tapi aku sangat mencintai dirinya, aku tak bisa jika harus kehilangan dirinya, dan di tambah lagi aku tak sekuat mbak Helmi," kata Hani yang memancing kemarahan dari kakaknya itu.


mendengar ucapan dari Hani, helmi mengusap air matanya, dan bangun menghadapi adiknya.


"beraninya kamu mengatakan itu, aku hanya mengikuti perintah ayah, dan aku bukan wanita murahan yang mau di sentuh oleh pria yang bahkan belum berani mengikrarkan janji di depan Tuhan!" marah Helmi yang membuat Hani terdiam.


"asal kamu tau, meski awalnya aku tak mencintai atau menyukai suamiku, tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya aku dan suamiku saling mencintai, jadi jangan berani mempertanyakan tentang pilihan orang tua," marah Helmi.


Hani terduduk karena terkejut melihat kemarahan dari kakaknya yang selama ini selalu tampak tenang.


terlebih Helmi jarang sekali menunjukkan kemarahannya, "sebenarnya kamu itu mengikuti ajaran siapa,"


"maafkan aku mbak ..." tangis Hani.


sedang ibu dari kedua wanita itu hanya bisa menangis karena dia sangat khawatir pada suaminya yang sedang berjuang di dalam sana.

__ADS_1


Para tim dokter tampak berusaha keras menyelamatkan pasien, meski begitu kondisi pasien sangat kritis


bahkan lurah Aris sudah menandatangani persetujuan untuk melakukan operasi untuk pemasangan ring jika di perlukan.


Tapi ternyata semua tak perlu di lakukan, karena setelah berjibaku selama tiga jam, akhirnya kondisi pria itu membaik tapi dia mengalami kelumpuhan di sebagian tubuhnya.


mendengar kabar itu dari dokter membuat Helmi sedikit bernafas lega, setidaknya ayahnya tak mengalami hal yang dia takutkan.


jadi malam itu Hani di ajak pulang oleh lurah Aris karena tak mau gadis itu sakit terlebih dia sedang berbadan dua.


Dan membiarkan istri dan ibu mertuanya di rumah sakit, karena mereka berdua ini yang akan di cari saat mertuanya itu sadar.


Selama dalam perjalanan, terlihat Hani begitu diam, "kenapa kamu takut seperti itu, aku juga pernah melalui kesalahan seperti mu, tapi aku menebusnya dengan membesarkan putra ku dengan kasih sayang, dan bagaimana pun yang buruk itu kura sebagai orang tua, bukan bayi yang akan hadir ke dunia karena perbuatan kita," kata lurah Aris sedikit membuat Hani tenang.


"tapi mas tau pasti siapa ibu anak mas, sedang aku... Aku tak yakin tentang itu," kata Hani yang membuat lurah Aris kaget hingga menoleh tak percaya.


"apa, berapa orang yang melakukannya dengan mu?" tanya lurah Aris yang tak habis pikir.


"hah... Bagaimana bisa?"


"saat dengan sang adik aku memang berpacaran dengannya mas, tapi kalau dengan kakaknya aku saat itu sedang mabuk karena baru di cekoki minuman oleh teman-teman kami yang kebetulan sedang main ke vila, dan kami semua membawa pasangan, dan dalam keadaan setengah sadar, aku ternyata melakukan hubungan itu tanpa pengaman dan dia melakukannya beberapa kali," jawab Hani.


"sedang dengan pacar mu?" tanya Aris penasaran.


"kekasih ku mengunakan pengaman," jawab Hani.


"berarti itu anak kakaknya, sudahlah nanti saat ayah sudah mendingan kita datang ke rumah keluarga itu, dan berikan alamatnya agar anak buah ku memastikan mereka tidak kabur," kata lurah Aris.

__ADS_1


"iya mas," jawab gadis itu.


Sedang keesokan harinya, Hardi dan Hana sudah berada di rumah sakit, karena mereka ingin melihat perkembangan bayi mereka.


karena Petit Hana tampak sudah tampak karena tak terasa sudah masuk bulan ke empat.


saat menunggu nomor antrian, keduanya santai saja, setelah nama mereka di panggil.


Keduanya masuk kedalam ruangan milik dokter itu, "jadi ibu dan bapak baru ini, apa ada keluhan?" tanya dokter Rizal selaku dokter kandungan dari Hana.


"semuanya baik dokter, saya juga bisa makan semuanya," kata Hana dengan sopan.


"tapi saya yang tak baik karena saya yang mengalami morning sicknees dan ngidam, memang agak lain emang ya Dok?" tanya Hardi yang memang tampak pucat


"ya kadang juga ada seperti itu mas, ya setidaknya ibu dan bayinya bisa mendapatkan asupan yang baik,dan ya di nikmati saja ya mas," kata dokter itu


akhirnya Hana naik ke ranjang untuk melakukan USG, Hardi menemani istrinya itu dengan cemas


"aduh mukanya kenapa tegang begitu sih mas, tenang saja," kata Hana tertawa lembut.


"aku tak sabar untuk melihat baby H," kata Hardi yang fokus ke layar USG.


dan dia langsung meneteskan air mata saat melihat janin kecil di dalam perut istrinya.


Bahkan saat mendengar detak jantung buah cinta mereka, Hardi langsung terduduk terisak tak bisa menahan tangisnya.


"terima kasih ... sudah menjadikan aku orang paling bahagia di dunia ini," lirihnya yang membuat dokter dan suster ikut terharu mendengarnya.

__ADS_1


"terima kasih sudah hadir di antara kaki,dan sebagai pelengkap kebahagiaan kami," lirih Hana yang juga tak percaya.


Dokter mengatakan jika semuanya baik-baik saja dan tak perlu ada yang di khawatirkan karena ukuran dan berat bayi semuanya baik.


__ADS_2