Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
saudara yang menyebalkan


__ADS_3

Tanpa terduga, dia wanita itu sepertinya malu dengan mendengar semua ucapan dari Hana dan Alfi.


Jadi memutuskan untuk pergi, "mbak Rina dan mbak Rike sebaiknya tak usah datang, jika kalian hanya ingin membuat ku marah lagi," kesal Hana.


Kedua wanita itu pergi dengan malu, sedang di gudang Hardi begitu sibuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


Tapi tanpa ada angin dan hujan, dia kaget saat tempatnya di geruduk oleh satu rombongan keluarga.


"keluar kamu Hardi!! Mana tanggung jawab mu!!" teriak rombongan itu.


Hardi yang masih mengawasi para andk buahnya bongkar pun di buat kaget


bahkan abdi langsung turun karena melihat keberanian semua orang ini datang dan mengacaukan tempat usaha milik keluarga Hartono.


bahkan beberapa pegawai juga ikut menghadang rombongan itu, dan tak lupa mereka membawa kayu balok yang di gunakan untuk membantu bongkar.


"berani maju dan membuat kerusuhan di sini, kami tak segan untuk membuat kalian semua hancur dan babak belur," kata Abdi dengan santai.


"kami datang tidak ingin bertengkar dengan anda, karena kami datang hanya ingin minta pertanggung jawaban untuk putriku," marah salah satu pria.


Tanpa di duga Abdi mencengkram mulut pria itu dengan keras, "kamu mau mati, putra ku bukan pria yang suka melecehkan wanita," marah Abdi.


"tapi buktinya putri ku hamil dengan pria bernama Hardi Hartono," jawab pria itu.


"kalau begitu lihat apa ada pria itu di sini, dan om tolong tenanglah," suara Hardi.


Pria itu bahkan masih asik duduk dan mengawasi pegawai lain bongkar agar cepat selesai, karena dia tak ingin membuat istrinya menunggu di rumah.


Seorang wanita muda maju dan terlihat gadis itu sepertinya masih berusia sekolah SMA.

__ADS_1


Dia tampak melihat sekeliling tempat itu tapi dia tak melihat sosok Hardi kekasihnya, tapi dia kaget melihat pria tampan yang masih sibuk bekerja.


"dia tak ada di sini," jawab gadis itu.


Hardi selesai dan langsung melompat turun, dia yang terbiasa menghadapi situasi seperti ini dari SMA hanya tersenyum saja.


"kalian salah jika mencarinya dengan nama Hardi di desa ini. Coba cari dengan nama Dimas Syamsuri dan dia di kenal sebagai tuan muda putra dari keluarga bapak Syam," kata Hardi dengan santai.


"benarkah, tapi siapa anda yang begitu baik," tanya ayah gadis itu.


"aku adalah Hartono, dan seharusnya jadi wanita itu menjaga kehormatan mu, kenapa malah mau di sentuh tanpa ikatan dan hanya di janjikan oleh pria busuk itu," kata Hardi yang langsung pergi ke arah parkiran motornya.


"semuanya nanti ke rumah untuk menyelesaikan pembayaran, dan selesaikan bongkar yang terakhir itu," kata Hardi yang langsung meninggalkan tempat itu.


Dia tak menyangka Dimas masih mengunakan namanya untuk menggoda para wanita muda dan menikmatinya.


Mungkin dulu dia tak akan peduli dan memilih diam, tapi sekarang dia punya istri yang harus dia jaga perasaannya.


Apa yang di mulai Dimas, sekarang harus dia akhiri sendiri, dan Hardi mau pulang dan menikmati waktunya bersama istrinya.


Sedang Abdi meminta salah satu pegawainya untuk mencari ke rumah Rina dan Syam.


Dan dia melanjutkan pekerjaan yang harus segera selesai karena besok semua jagung itu harus mulai di jemur untuk memastikan kwalitas juga.


Rombongan itu pun sampai di depan rumah riba dan keluarga, mereka tak menyangka akan melihat rumah sebagus itu.


dan kebetulan Dimas keluar dari rumah, dan semua orang mengenal pemuda itu.


"Hardi!!" teriak mereka semua yang langsung menyeret pemuda itu

__ADS_1


"tunggu lepaskan tangan kalian dari tubuh ku, siapa yang kalian panggil Hardi, namaku Dimas!!" teriak Hardi yang mencoba berontak.


Tapi salah satu kakak dari gadis itu menendang kaki Dimas hingga membuat pria itu berlutut di depan adiknya.


"kamu harus bertanggung jawab, Leli hamil karena perbuatan mu, atau aku bisa menuntut ku dengan kebohongan dan perbuatan pemerko***n pada gadis muda, tentu kamu tau jika Leli baru tujuh belas tahun," kata ayah gadis itu.


"siapa kalian, dan kenapa mau melukai putra ku," marah Rina yang keluar rumah karena mendengar keributan.


Syam kaget melihat putranya itu sudah di kerumuni banyak orang dan di buat berlutut seperti itu.


"tolong ini ada apa, kita bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik bukan," tanya Syam yang takut terjadi apa-apa dengan dimas.


"kenapa takut sebegitunya kakak ipar, dia hanya harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, di tambah lagi dia berani mengunakan nama Om tampannya ini untuk membohongi para gadis dan membuat mereka hamil, setelah itu pergi begitu saja," kata Hardi yang santai duduk dibatas motor miliknya dan juga menikmati sebatang rokok yang sudah lama tak dia sentuhnya


"kamu mau apa kesini, kalian ini pasangan yang tak pernah puas ya, setelah istrimu membuat ku malu, sekarang kamu ingin mengatakan omong kosong," kesal Rina mendengar ucapan adiknya itu.


"tanya saja pada rombongan ini, kenapa mereka datang ke desa ini, dan kenapa putra ku ini di tahan begini," kata Hardi yang menempelkan rokoknya di pipi Dimas.


"jawab goblok!!" marah Hardi yang harus ikut campur.


Ya dia tadi mengurungkan niatnya untuk pulang karena tak ingin ada kesalahpahaman lagi jadi dia memutuskan untuk membantu para orang itu menutup mulut kakak tirinya itu.


"iya aku mengunakan nama Om Hardi untuk mencari gadis muda, tapi dia saja yang bodoh karena aku sudah menyuruhnya untuk minum pil KB tapi dia tak taat," jawab Dimas yang mengejutkan semua orang.


Plak!!!


suara tamparan itu sangat nyaring, Hardi benar-benar muak sekarang, "berani-beraninya kamu mengunakan namaku, padahal aku saja tak bisa merasa tertarik pada wanita sembarang!!"


"dasar pria cacat,adik mu itu tak berguna," ejek Dimas yang memang mengetahui penyakit Hardi itu.

__ADS_1


"kata siapa, itu sebelum aku menikah dengan istriku, dan sekarang aku pria normal, tapi sayangnya aku bukan pria yang gampang tertarik dengan wanita, jadi tanggung jawab atau aku akan membuat satu keluarga ini hancur,jangan lupa aku pewaris sah dan satu-satunya putra dari juragan Hartono yang bisa melakukan apapun sesuka ku, termasuk membuat hancur usaha keluarga mu," kata Hardi menunjuk kearah Rina dan Syam.


Rina tak bisa berkutik karena aoa yang di katakan pemuda itu menang benar.


__ADS_2