
pukul tiga dini hari, Hana tiba-tiba merasa jika dia merasakan sesuatu di perutnya.
dia bangun tapi rasanya sangat tidak nyaman, dia pun menepuk pipi suaminya.
"mas... perut ku sakit," kata Hana yang tak bisa menahannya.
mendengar itu Hardi langsung terbangun dan kaget melihat istrinya itu sudah menangis sambil menahan perutnya.
"kamu kenapa sayang," panik Hardi.
dia pun langsung mengambil tas yang memang di siapkan untuk persalinan darurat
setelah itu dia mengendong istrinya menuju ke mobil, Bu Sodikin yang terbangun karena sksn sholat tahajud kaget melihat Hardi.
"ada aia nak?" tanya wanita itu.
"sepertinya Hana perutnya sakit Bu," jawab Hardi yang masih di depan pintu dengan Haba di pelukannya.
"loh ibu ikut ke rumah sakit, pak Hana mau melahirkan,", suara Bu Sodikin yang membangunkan semua orang.
Pak Sodikin pun langsung bangun dan bergegas keluar dari kamar, dan dia langsung menuju ke garasi.
Feby dan Vina bangun karena suara gaduh itu, " kalian berdua di rumah saja, ibu dan kakak kalian mau ke rumah sakit, mengerti," kata Bu Sodikin.
"iya Bu," jawab keduanya
Mereka berdua pun hanya bisa melihat mobil itu meninggalkan rumah, Hardi tadi membawa ponselnya dan dompetnya yang memdng sangat di taruh di dekatnya.
Sesampainya di rumah sakit, Hana terus merintih kesakitan, Bu Sodikin terus mebemsni putrinya itu.
Ya para perawat sedang mengecek kondisi bayi yang ada di dalam perut Hana, dan kondisi dia sendiri.
Tampaknya Hana mengalami sedikit masalah dengan kandungannya, "tolong panggilkan dokter Adi Nugroho, pasien dan calon bayinya mengalami penurunan detak jantung," kata suster.
Hardi gemetar saat melakukan adminitrasi untuk istrinya, dia panik dan khawatir pada istrinya itu.
"kamu masuk kedalam saja, dan biar bapak yang mengurusnya, dan tolong minta operasi sesar demi mereka!!" teriak pak Sodikin.
mendengar itu, Hardi langsung masuk mengantikan ibu mertuanya, dia terus membisikkan ayat kursi iada istrinya, dan perlahan semuanya menjadi normal.
Detak jantung Hana dan kedua bayinya normal kembali, tapi dokter tak mau ambil resiko
__ADS_1
karena usia kehamilan sudah tiga puluh Minggu jadi dokter pun mengambil tindakan untuk operasi.
Agar tidak mengancam nyawa ibu dan juga dua bayi, akhirnya Hana naduk ryang operasi pukul empat pagi, Hardi di izinkan untuk ikut menemani istrinya itu
Tampaknya pria itu sangat takut, tapi dia harus kuat demi istrinya dan juga kedua bayinya.
"tenang sayang,aku akan selalu bersama mu," kata Hardi yang menggenggam tangan istrinya itu.
"mas..." lirih Hana yang tak percaya harus melahirkan seperti ini.
akhirnya bayi pertama mereka lahir tapi tak menangis, "tolong lakukan pertolongan pertama," kata dokter pada perawat yang langsung membawa bayi itu ke meja khusus.
Hardi yang melihat putra pertamanya mendapatkan berbagai tepukan agar bisa menangis pun hanya bisa pasrah.
"yang kuat ya nak," kata Hardi dengan suara gemetar.
Hana tau ada yang tak beres dengan putra mereka, "ada apa mas," Hardi menoleh dan mengeleng pelan.
"tidak ada hanya dia sangat tampan," kata Hardi berbohong.
bayi kedua lahir dengan sehat, dan suara tangisannya sangat keras. "bayi Kita lahir mas, tapi kenapa suara tangisannya cuma satu," kata Hana.
"tidak apa-apa, kamu tenang ya,"Katz Hardi.
Hardi pun mencium kening istrinya dan menangis bersama,dia tak mengira operasi sesar juga sangat menyakitkan seperti ini.
Hana masih berada di ruang ICU setelah tindakan operasi, dan hanya seorang wanita yang boleh masuk.
Hardi sedang di ruang bayi untuk mengadzani kedua putranya, dia juga memberikan nama yang sangat bagus untuk keduanya.
"maaf nama untuk putra pertamanya?" tanya suster yang menjaga ruang bayi dan besok akan di bantu mengurus akta kelahiran juga.
"anak pertama, Argantara Inuyasha Hartono dan anak kedua Abraham Kageyama Hartono," jawab Hardi
"ah ... Itu ayahnya suka anime jepang ya," kata perawat itu tersenyum sekilas.
"ya bisa di bilang begitu," jawab Hardi.
Setelah mengatakan itu, dia pamit keluar, untuk membedakan putranya sangat mudah.
Arga punya tahi lalat pas di antara alisnya, sedang Abra punya tahi lalat di pipi kanannya.
__ADS_1
Setelah itu dia mengurus untuk perpindahan kamar untuk istrinya, tentu dia memilih untuk kamar kelas satu agar semua orang nyaman.
Hardi juga mengirimkan foto kedua bayinya pada kedua adiknya itu, keduanya sangat senang melihat anak dari kakaknya itu.
Mereka pun langsung memasang menjadi status dan akhirnya semua orang pun tau.
Tak ada yang menyangka jika akan ada kelahiran mendadak seperti ini, hingga akhirnya semua orang tersenyum senang.
Pukul tujuh pagi, Hana sudah di pindahkan ke ruang rawat inap dan bayinya masih berada di ruang bayi.
Dan Hardi membawa sarapan untuk semua orang, dia langsung mencium Hana yang tampak masih sangat lemas.
"bagaimana putra kita mas?"
"mereka sehat, dan sekarang masih di ruangan bayi, aku punya fotonya , dan sebentar lagi akan di bawa kesini, apa kamu mau makan?" tanya Hardi yang tadi membeli bubur ayam di depan rumah sakit.
"boleh tapi buburnya tak usah di campur apapun ya," kata Hana.
ternyata setelah makan beberapa sendok, akhirnya kedua bayinya datang bersamaan dengan dua agik mereka.
Telihat bayi itu masih sangat merah, tapi rambutnya sangat tebal, bahkan wajah keduanya benar-benar fotokopi dari Hardi.
"Masya Allah tabarakallah... Mereka ganteng sekali," kata Feby dan Vina.
"baiklah bunda, Monggo belajar menyusui bayinya,"kata perawat yang membantu Hana.
Dan perawat itu menunjukkan cara menyusui secara langsung dua bayi, dan Hardi yang akan membantunya nanti.
terlihat Hana begitu bahagia dengan keluarganya saat ini. Bahkan kedua bayi itu terlihat sangat pintar saat menyusu pada ibunya.
setelah kenyang, keduanya pun berhenti, dan ternyata dua adiknya sudah rebutan mau gendong.
Setelah menyemprotkan dan juga memakai hand sanitizer keduanya pun di izinkan menyentuh kedua keponakannya.
setelah itu, tampak keduanya begitu senang, tapi Arga tampak tak nyaman di gendongan Vina.
Akhirnya di berikan pada Bu Sodikin,sedang Feby begitu tenang mengendong Abra.
"lihat Vina, kamu itu belum siap jadi ibu ya, dan Feby sepertinya lulus sekolah langsung siap menjadi ibu,"
"apa mas, tidak... Saya tak punya kekasih, lagi pula siapa yang mau dengan wanita seperti ku," kata Feby yang tampak sedih
__ADS_1
"insya Allah pasti ada, lihat mbak juga akhirnya menemukan pria yang selalu ada dalam doa mbak kok," jelas hana yang membuat semua orang tertawa.
Pasalnya semua orang juga tau jika gadis itu mencintai Hardi lebih dari siapapun.