
Acara resepsi sangat ramai di datangi para tamu, bahkan banyak teman Wawan yang datang mengejutkan sang pengantin.
"kaku tega ya gok,mau nikah gak kabar-kabar, mana istrimu," tanya teman SMA Wawan yang memang sangat dekat dari dulu
"ini juga dadakan, niatnya gak mau buat pesta, tapi masak iya nikah sama gadis muda gak pesta, sebentar aku panggilkan istriku dulu," kata Wawan yang mendekati Feby yang sedang menemani teman-temannya.
"permisi ya semuanya,boleh pinjam pengantin ku sebentar," kata Wawan dengan sopan.
"bawa saja, dia milik mu om," kata Nita yang memang mengenali Wawan.
Ya supir incaran para gadis di sekolahnya yang mengantar liburan, sekarang benar-benar menjadi milik Feby.
"gila dia romantis banget, aku jadi itu sama Feby," kata teman Nita yang lain.
"ya cari dong," jawab Nita tertawa di ikuti Vina.
Wawan mengandeng tangan istrinya itu dengan lembut, "dek, perkenalkan semua teman SMA ku," kata Wawan memperkenalkan Feby.
"pantes saja,ternyata kamu dapat bidadari begini, berat bung seleranya," puji teman Wawan.
"pantes Wiwit saja di tolak, orang istrinya sempurna," puji yang lain.
"terima kasih," jawab Feny dengan senyum ramah dan tetap menggandeng lengan suaminya itu.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, rombongan teman Wawan yang perempuan juga berdatangan, dan teman-teman Feby yang pria juga datang.
"Wawan sepertinya, kamu harus menjaga istrimu, lihatlah Wiwin datang dengan wajah ketus gitu,"
"peduli amat," ketus Wawan yang mengubah raut wajahnya.
"selamat atas pernikahannya Wawan, kamu menyebalkan ya, bagaimana bisa kamu menolak ku seperti itu," kata Wiwit yang menyalami dan ingin merangkul Wawan.
Tapi Feby langsung menyerobotnya dan menarik suaminya itu mundur, "terima kasih sudah datang, dan tolong nikmati pestanya," kata Feby dengan lembut tapi mengintimidasi.
semua teman Wawan yang melihat itu pun kaget, bagaimana gadis yang tampak lembur itu berubah menjadi singa betina.
"halo Feby!!! kenapa kamu nikah duluan," kata teman pria Feby di sekolah.
tontonan itu menjadi bercandaan karena kedua pengantin ini sama-sama menunjukkan kepemilikan.
Pesta berakhir pukul satu dini hari, bahkan Feby membuat Wiwit yang datang untuk mengacau malah kicep.
Sedang Hana yang menyaksikan ulah adik dan adik iparnya hanya geli sendiri, bagaimana dua orang ini sama-sama punya energi untuk menyingkirkan para lalat yang ingin menganggu.
Dan tanpa terduga, Wawan dan Feby tertidur lelap karena kelelahan sehabis pesta.
Ya keduanya tak punya kekuatan lagi untuk melakukan hal gila malam itu.
__ADS_1
Dan keesokan harinya, Wawan berangkat kerja tanpa membangunkan istrinya.
Feby bangun dan merasa jika sudah cukup terang, dan dia menoleh ke sampingnya tak ada suaminya lagi.
"jam berapa ini..." gumamnya.
Dia melihat ponselnya dan matanya melotot karena kaget sudah jam setengah sembilan pagi.
"ah aku kesiangan," kaget Feby yang langsung keluar kamar
"sudah bangun nduk?" tanya pak Sodikin yang dengan santai lewat begitu saja.
"ayah... Mas Wawan kemana?" tanya Feby yang langsung ke kamar mandi.
"dia ikut kakak ipar mu ke Madiun untuk mengambil barang, salah sendiri kamu bangun siang begini,"
"mbak... kan kami kelelahan, kakak ipar kejam banget sih,masak pengantin baru tak di kasih libur," protes Feby.
"tunggu dulu dek, tapi yang tak mau libur itu suamimu, jadi jangan salahkan suamiku dong, kamu curang ih," kesal Hana.
"sama saja, menyebalkan," kata Feby yang langsung ke kamarnya lagi.
Dia tak menyangka suaminya itu bisa memilih hal seperti itu, padahal dia ingin mengatakan banyak hal dengan Wawan.
__ADS_1