
Bu Sonya masih kepikiran, bagaimana bisa wawan bisa sejahat ini
Padahal dia juga tau jika Ibra yang sangat mencintai wanita itu, dan dia tak tau diri karena Feby yang belum pernah menikah sepertinya tak pantas
Ibra masih menangis dan ayah pria itu masih menenangkan putranya, sedang keluarga pak RT kaget.
karena Hardi membatalkan pertunangan Amir dan Vina, bahkan keduanya pun tampak tak terima.
"bagaimana anda melakukan ini, setelah Amir melalukan segalanya untuk adik anda,bahkan dia tak pernah melirik wanita lain," katabu RT tak terima.
Karena semua orang di desa sudah tau jika keluarga mereka akan berbesan, tapi sekarang malah di batalkan seperti ini.
"aku tau itu, tapi kelakuan putra kalian dengan Ibra yang terakhir kejahatan besar," kata Hardi di temani Wawan dan juga pak Sodikin.
"mereka itu korban pengeroyokan,"
"bukan!!" teriak Wawan yang tak bisa lagi menahan diri
"tenang nak,"
"tenang adik ipar, kalau mereka korban pengeroyokan coba laporkan ke polisi jika benar, tapi mereka berbohong pada kalian, yang sebenarnya terjadi adalah,.mereka ingin membunuh Wawan di rumahnya, kami punya CCTV, dan luka putra anda di bagian intimnya,aku juga sudah tau karena skan sulit untuknya bisa normalkan, jadi tak usah di tutupi lagi, toh Vina juga akan berangkat ke kota untuk kuliah, jadi kalian semua silahkan hidup baik jika tak bisa maka jangan menyesal jika aku beri dsk nantinya," kata Hardi yang kemudian pit di ikuti oleh Wawan dan mertuanya.
pak RT dan Bu RT tak menyangka jika putra mereka bisa berbuat sejahat ini.tapi ini seperti hukuman untuk Amir yang memiliki niat buruk
"selesai mas bos?"
"belum, kita harus mengurus pesta resepsi untuk mu dan Feby," jawab Hardi yang membuat Wawan tersenyum.
"tak usah khawatir mas, untuk pelaminan, tenda dan sound sistem semuanya beres," jawab Wawan.
"terus kebutuhan dapur," tanya Hardi merasa aneh
"tentu saja beres, saya akan mengunakan catering sepupu saya, ya meskipun itu catering baru tapi mereka punya masakan yang enak, jika mas bos tak ke beratan kita bisa ke sana untuk melakukan tester," jawab Wawan yang langsung mengarahkan mobilnya menuju ke tempat yang di maksud.
Ternyata saat sampai, itu sebuah warung makan cukup ramai, terlihat berbagai jenis makanan ada di daftar menu.
Saat mereka turun, ternyata ada Lurah Aris dan keluarga, sekarang saat bertemu Helmi juga tak ada apapun yang di rasakan Hardi.
__ADS_1
"wah pak Lurah ini baru selesai makan atau baru datang?" tanya Hardi yang menyalami temannya itu.
"baru datang, ini dari mana kok cuma bertiga, mana yang lain?" tanya lurah Aris.
"ah mereka sedang di rumah untuk jaga di kembar, kalau begitu saya masuk dulu ya,karena ada sedikit pekerjaan," pamit Hardi.
"baiklah," jawab pria itu ramah.
Sedang Helmi masih mengenggam tangan satria, dan kemudian mengajak mereka masuk untuk memesan.
Wawan langsung di sambut hangat oleh pemilik warung yang ternyata adalah mertuanya sendiri.
Hardi langsung mengeplak kepala anak buahnya itu, pasalnya dia merasa di bohongi.
Tapi dia bersyukur karena keluarga mantan istri Wawan sudah bangkit, bahkan dia tak mengenali rumah itu karena sudah berubah dan semakin luas.
"ada apa le ke sini, dan besan selamat datang,ayo masuk dulu," ajak wanita berbadan gemuk itu dengan terus merangkul lengan Wawan.
"ini Bu, kami ke sini untuk bertanya dpa ibu bisa menyiapkan untuk catering acara pernikahan ku, ya sebenarnya aku malu mengatakan ini," kata wawan tak enak.
"kenapa kamu bilang begitu, meski aku cuma ibu angkat istrimu,aku sudah menganggap mu seperti putra ku sendiri, dan ini sudah seperti janji lama ku, jadi tak usah merasa tak enak," jawab wanita itu yang mengeluarkan tiga buku menu.
Itulah kenapa dia sangat di sayangi, toh Wawan tak lupa dengan keluarga mantan istrinya.
"anu mbak nik, bisa rekomendasikan saja,karena saya yakin pilihan mbak pasti sangat lezat ya,"
"begitu ya, seharusnya tadi ajak istrimu le, ibu juga pingin lihat bagaimana seleranya, takutnya tak cocok dengan ku,"
"tidak ada yang seperti itu Bu, dia itu sangat baik,aku yakin jika pilihannya akan sama dengan ibu," jawab Wawan.
mereka pun mendengarkan apa yang di usulkan oleh Bu nik, dan mereka juga membawa rekomendasi lain ke rumah untuk di pilih oleh Feby sendiri.
Sesampainya di rumah,semua sedang kumpul, mereka semua di minta ke ruang tamu, dan para pria ini sudah menata semua tester dari warung mantan ibu mertua Wawan.
"apa ini?" tanya Bu Sodikin bingung.
"ini adalah makanan yang harus, anda semua pilih untuk acara pernikahan Wawan dan Feby, pilih tiga menu utama, dua kue dan dua es," kata Hardi.
__ADS_1
"tapi itu lebih pantas jika pengantin wanitanya yang pilih," kata Hana tersenyum melihat Feby.
"aku takut seleraku tak sesuai,"
"pilih saja dek, ini pesta pernikahan mu," kata wawan meyakinkan Feby.
Gadis itu mencicipinya sedikit demi sedikit, Feby menulis apa yang dia sukai, dan saat membaca itu Wawan tersenyum.
"tepat seperti janji ku, kita malam nanti ke tempat catering karena sudah dekat juga, pelaminan dan dekorasi tenda sudah sesuai pilihan mu,"
"terima kasih mas,"
malam hari, wawan mengajak istrinya itu berangkat ke warung untuk menjawab pesanan untuk beberapa ribu tamu.
Dan saat sampai, berapa terkejutnya Bu nik melihat Wawan datang bersama Feby.
"loh ku kira besok pagi,nari masuk, adik cantiknya istrimu le,"
"terima kasih Bu," jawab Feby menyalami tangan wanita itu.
"dek, perkenalkan Bu Nikmatus, ini ibu dari Fera mantan istriku, dan beliau yang akan mengurus catering,"
"ah kenapa mas merepotkan ibu, seharusnya ibu itu di bagian keluarga, dan tak boleh lelah," kata Feby.
mendengar itu Bu nik tersenyum, "tapi nanti juga bukan ibu langsung yang mengurusnya, melainkan ada para karyawan ibu yang lebih," jawab wanita itu.
"tuh kamu dengarkan dek, sudah Bu pesanannya sesuai pilihan istri ku, dan itu juga menu yang sama saat ibu rekomendasikan,"
"baiklah, ibu mengerti," jawab Bu nik.
Saat akan pulang, tiba-tiba hujan serat, karena mereka membawa motor, terpaksa Wawan mengajak Feby menuju ke rumahnya.
yang memang tak jauh dari sana, dari pada mereka berdua terlalu lama menerobos hujan.
Saat sampai ternyata rumah itu masih ada orang yang menjaga selama Wawan tak di rumah.
"mbah Imin, anda bisa pulang karena saya akan ada di sini," kata Wawan.
__ADS_1
"Iya mas," jawab pria itu yang pamit pergi.