Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
dua gadis ini.


__ADS_3

Kuliah berjalan dengan baik, bahkan Feby sangat serius dalam mengikuti kelasnya.


Karena dia tak ingin lama-lama untuk kuliah, setidaknya tiga tahun itu harus selesai paling lama karena dia harus membantu suaminya membangun desa jika terpilih jadi lurah.


"jadi kita ke kantin atau ke kafe depan,dan jangan meminta ku makan seblak ya,"


"baiklah, kita ke kafe depan untuk mencicipi menu baru, sepertinya spaghetti dan ada lasagna juga," kata Vivi.


Mereka pun berangkat ke kafe yang di maksud, tak hanya itu, semua tampak senang, bagaimana tidak ternyata hampir semua mahasiswa kampus mereka makan di sana.


dan saat jam kurang setengah jam lagi, akhirnya mereka kembali ke kelas.


Sedang di desa, Wawan dan semua calon lurah sudah mengambil nomor urut untuk pencoblosan.


awalnya Wawan sedih karena dia tau jika istrinya tak bisa datang karena masih kuliah.


tapi saat dia tersenyum saat membuka nomor urut itu karena Feby datang bersama Hardi.


"bang Wawan, nomor satu!!" teriak Guntur yang memang di minta jadi tim pemenangan.


Semua orang pun bersorak, karena Wawan adalah kandidat yang di pilih oleh Hardi


Dan mulai besok kampanye akan di laksanakan, dan semua orang pun senang dan menunggu semua janji yang akan di berikan oleh Wawan.


Sedang lurah Aris mendapatkan nomor urut tiga sedang Handoko mendapatkan nomor urut dua.


Mereka semua pun mulai di arak pendukung masing-masing sekalian untuk memperkenalkan pada masyarakat luas.


Wawan di dampingi oleh istrinya, Feby tak ingin melewatkan semua hal yang berhubungan dengan suaminya.


"bagaimana kamu bisa pulang bersama bos?"


"dia menjemput ku,dan aku marah karena kamu tak bilang jika sekarang hari penting,"


"maafkan aku dek,aku tak ingin menganggu kuliah mu,"


"aku tak merasa di ganggu, mas tau aku akan meninggalkan segalanya jika itu berhubungan dengan mu mas,karena bagiku kamu adalah segalanya," jawab Feby.


"ya aku tau itu sayang," kata Wawan yang kini melambaikan tangan pada semua warga yang menyambut mereka.


bahkan Feby juga ikut berpartisipasi dan pengawalan adalah mobil milik Hardi sebagai bukti pilihan pria itu


setelah berkeliling dusun-dusun,mereka pun berhenti di rumah Wawan yang sudah di hias dengan semua pernak-pernik kampanye.


bahkan semua tetangga juga ingin bergabung menjadi tim sukses dari Wawan.


tak berhenti di sana, semua bahkan mengucapkan janji setia untuk terus mendukung Wawan.


mereka makan bersama, Hana dan semua keluarga juga ada di sana.


bahkan saat mengambil foto keluarga, Hardi dan Wawan berdiri mendampingi kedua mertua mereka, dan kedua putri keluarga pak Sodikin duduk di lantai.


sedang si kembar berdiri di samping ibu dan bunda mereka.

__ADS_1


Setelah itu foto itu akan di cetak sebagai foto keluarga di rumah pak Sodikin karena mereka belum punya foto yang bagus seperti ini.


Feby melihat suaminya itu terlihat melamun saat semua orang pulang,"ada apa mas, kenapa kok melamun sayang, apa sekarang menyesal sayang?" tanya Feby yang duduk di pangkuan suaminya itu.


Awan pun menaruh kepalanya di dada istrinya, dan Feby memeluk suaminya itu erat.


"aku belum pernah kok merasa lelah ya," bisik Wawan.


"jangan menyerah ya sayang, aku akan menjadi panglima mu jika perlu, dan aku akan mengurus semua jadwal ku di kampus, agar bisa menemani mu,"


"benarkah,"


"pasti sayang," jawab Feby yang membuat Wawan kembali bersemangatnya.


keduanya pun berciuman begitu dalam, bahkan Feby sekarang sudah bisa mengikuti suaminya itu.


Sedang di tempat lain, Vivi sedang antri membeli mie goreng karena di suruh oleh neneknya.


Saat seorang pria datang dan tak sengaja melewatinya begitu saja, "pak nasi goreng spesial empat ya, pedes semua, tolong cepat ya," kata Guntur yang dengan santai memesan.


"hei tuan antri, jangan mentang-mentang anda berbadan gede mau duluan," ketus Vivi melihat Guntur.


"memang kamu kira aku tak ingin antri,dan apa urusan dengan badan gede," kesal Guntur pada wanita seperti itu.


"menyebalkan," kesal Vivi yang langsung memasang lagu kesukaannya.


Vivi pun mengenakan headset di salah satu telinganya dengan mendengar lagi dari penyanyi Korea Selatan.


"Gipeojin haru gireojin nae geurimja


jiteo ganeun eodum sogeseo hemeigo inna bwa


igose gatyeobeorin geolkka


ajikdo sum swineun got


geugose dagagaya hae


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon


naegero deullyeooneun geon


gipeun nae sumgyeoldeul

__ADS_1


sigani meomchwobeorin got


ijen da doedollyeoya hae


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon


illeongineun taeyangi sum swineun got


nan ajik idaero meomchwo


Every day you seem too far away


Every time you do I tell my self


igoseseo gidarigo isseo


Every night I see you in my heart


Every time I do I end up crying


eodum soge neoreul bulleojumyeon,"


Tapi entah kenapa saat mendengar itu malah pandangan dari Vivi melihat sosok guntur yang duduk di bawah lampu pinggir jalan.


Dia pun memukul kepalanya itu agar sadar, "mbak Vivi ini pesanannya,"


"berapa pak," tanya Vivi.


"semuanya dua puluh ribu,"


Vivi memberikan uang dua puluh ribu, dan kemudian pergi,tapi dia kaget melihat motornya di apit dua motor lain.


"permisi, pemilik motor cb ini siapa,akuntak bisa mengeluarkan motor ku," kata Vivi sedikit keras bertanya.


Guntur pun bangun dan membantu gadis itu, Vivi yang melihat itu pun merasa jika guntur itu tak sekasar wajahnya.


"terima kasih," kata Vivi


"Hem..."


Mendapatkan jawaban seperti itu Vivi kesal bukan main, dia menarik semua pikirannya tentang pria itu.


Dan sekarang dia tau jika pria seperti guntur itu bukan tipe suami yang dia inginkan.

__ADS_1


Karena pria yang punya tubuh kejar seperti preman itu tak mungkin bisa lemah lembut seperti pria-pria di Drakor.


Sedang guntur baru pertama kali melihat gadis yang mengunakan baju tertutup, karena di kota gadis yang dia temui mengenakan baju kurang bahan.


__ADS_2