
Hardi tersenyum dan mencium kening istrinya itu, "aku harus ke kantor polisi datang, ternyata salah satu truk yang tadi ke Ponorogo mengalami kecelakaan beruntun, meski supir dan kernet baik-baik saja, aku harus melihat apa ada korban yang terjadi karena kegilaan mereka," kata Hardi yang tak bisa berpikir lagi.
"baiklah mas, tapi tolong hati-hati dan ajaklah salah satu orang mu," kata Hana yang takut suaminya itu terluka.
"iya sayang," jawab Hardi yang tadi sudah mendapat pesan dari Wawan dan pak Sardi yang akan ikut juga.
tak lama terdengar suara sepeda motor datang, Hana mengambil baju daster miliknya dan juga Hoodie untuk keluar rumah.
Ternyata benar itu orang kepercayaan dari Hardi,dan setelah melihat dan melepas kepergian suaminya.
Hana jadi tak bisa tidur,terlebih dia khawatir pada suaminya itu, besok juga hari Minggu jadi dia tak bingung harus ke sekolah juga.
Vina terbangun pukul dua pagi karna terbiasa sholat tahajud, tapi dia kaget saat mendengar suara blander di dapur.
setelah sholat dan berdoa, dia pun keluar dan kaget melihat Hana sedang membuat bakso.
"loh mbak Hana sedang apa, ini masih jam setengah tiga pagi," kata Vina yang mengambil air minum dan memanaskan ayam goreng miliknya.
"mbak sedang tidak bisa tidur, karena mas mu harus ke luar kota tadi, jadi mbak masak saja, karena tiba-tiba pingin bakso jadi mbak buat sendiri," kata Hana tersenyum dan sudah selesai membuat adonan bakso.
__ADS_1
bahkan wanita itu membentuknya jadi berukuran lumayan besar-besar.
"owh begitu, memang kenapa kok tumben mas Hardi pergi jam segini,"
"ada sedikit musibah yang menimpa truk yang di bawa pak gun, katanya terlihat tabrakan beruntun, semoga tak terjadi apa-apa ya dek,"
"aamiin mbak," jawab Vina yang kini ikut menemani kakak iparnya itu.
Bahkan setelah selesai l, Hana malah makan ayam goreng crispy bersama Vina.
sambil menunggu subuh, mereka memilih menonton film, dan saat subuh datang keduanya memutuskan untuk sholat di masjid sambil mendoakan agar semua lancar.
ya bagaimana pun relasi yang di buat Hardi ini cukup luas, dan setelah mendengarkan apa yang di jelaskan.
Dia merasa jika semua tak seburuk yang terkira, ternyata truk miliknya itu di tabrak saat istirahat di rest area.
Yang menabrak adalah para pembalap liar yang sedang kocar-kacir karena di kejar pihak kepolisian.
Di tambah dari belakang truknya juga di hantam oleh sebuah mobil truk ayam yang supirnya mengantuk.
__ADS_1
tapi beruntung ketiga orangnya itu tidak mengalami hal yang serius, tapi hanya kaget karena posisinya mereka sedang terlelap tidur.
"jadi mereka bisa pulang, dan truk saya juga?" tanya Hardi yang tak ingin repot.
"tentu mas, nanti ganti rugi kita urus saat pihak pabrik dan para orang tua para remaja berandalan ini datang, karena mereka ini sering membuat kekacauan," kata pihak kepolisian
Pak Sardi di minta mengajak dua orang yang memiliki syok cukup parah untuk pulang, dan dia meminta Gufron untuk tinggal dan menjadi pihak korban yang mengalami hal buruk itu.
Jadi Hardi, Wawan dan Gufron memilih beristirahat di kantor polisi sambil menunggu pihak para pelaku penabrakan.
bahkan saat sarapan, Hardi tak pernah pelit, dia membelikan sarapan untuk semua orang di kantor polisi itu bahkan para bocah pelaku yang merugikannya.
Siang itu para wali dari pelaku datang, Hardi yang melihat beberapa orang tampak dari keluarga tak mampu hanya bisa menghela nafas.
sedang pihak dari pabrik pemilik mobil truk ayam itu meminta supir bertanggung jawab sendiri karena hal itu bukan kesalahan pabrik.
Hardi tak menyangka, dunia itu begitu kejam, padahal supir truk ayam itu sedang mengalami hal buruk karena dia dengar kakinya hancur karena terjepit.
"ah sialan, kalau begini bagaimana bisa aku tega minta ganti rugi," kata Hardi.
__ADS_1