Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kunjungan rumah sakit


__ADS_3

Wawan sedang sarapan bersama yang lain, Feby terkejut melihat cara makan suaminya yang cukup cepat, "mas kalau makan tidak di kunyah?" tanya Feby polos.


"di kunyah kok dek, tapi memang dari kecil aku terbiasa mdkan cepat, karena pekerjaan ku bisa menumpuk dan kakak ipar mu tak akan membiarkan itu karena kami selalu di kejar target," kata Wawan tersenyum.


"iya deh iya..."


"nak Wawan sangat menyukai dadar jagung ya?"


"iya pak, karena dari kecil ini lauk favorit, dimana pun jika ada pasti beli, dan hanya makan ini saja sudah cukup," jawab Wawan.


"tapi bagaimana menurut kamu nak dadar jagung kali ini," tanya Bu Sodikin pada menantunya itu


"sangat enak Bu, di tambah tidak banyak minyak, masakan ibu memang terbaik ya," kata Wawan memujinya.


"kamu salah adik ipar, itu bukan masakan ibu, melainkan masakan istrimu, ya Feby yang memasak karena kami semua hanya di izinkan untuk membantu prepare saja," jawab Hana.


"benarkah, tapi memang semua masakan kali ini sangat cocok di lidah ku," kata Wawan dengan antusias.


mendengar pujian itu, Feby malu, "tapi ini hanya masakan sederhana mas,"


"aduh senengnya yang sudah menikah," kata Vina ketus melihat kedua pasangan itu.


"Vina, jangan seperti itu," kata Hardi yang tak suka mendengar ucapan Vina.


"maaf mas,"

__ADS_1


"makannya nikah, lagi pula meski kamu jadi istri, kamu juga tetap bisa kuliah, seperti Feby juga,"


"mas mengizinkan," kaget Feby yang tak menyangka jika suaminya itu akan mengatakan itu.


"tentu saja dek, kamu boleh kuliah sepuas mu," jawab Wawan.


"terima kasih," jawab Feby dengan senyum semringah.


setelah sarapan, mereka semua pun duduk santai di teras rumah, karena sedang main dengan dua bocah lucu yang sedang aktif-aktifnya bergerak.


tapi tiga pria itu sudah siap untuk pergi,dan para wanita pun kaget melihat ketiganya.


"mau kemana kok kalian tapi begitu?" tanya Hana yang di dekati suaminya itu.


"kami mau ke rumah sakit, karena adik ipar mu itu sedikit melakukan kesalahan, dan aku juga ingin menyelesaikan sesuatu," kata Hardi yang berpamitan dan juga tak lupa memberikan ciuman di pipi istrinya itu.


"tidak dek, itu hanya sedikit kesalahan, dan tenang ya seminggu lagi kita akan mengadakan resepsi,jadi kamu harus sehat ya dek," kata Wawan.


"iya mas, tapi bisakah pesta itu jangan terlalu meriah, karena aku tak mau membuang uang mu mas,karena membuat pesta,"


"kenapa kalian berdua ini sangat hemat, kamu dan Hana itu sama saja Feby,"


"kamu memang saudara," saut Hana.


"ya sudah kami pamit dulu,ayo le,nanti makin siang," ajak pak Sodikin karena mereka harus membeli beberapa barang.

__ADS_1


"kami berangkat dulu," pamit ketiganya.


Ya mereka berangkat menuju ke rumah sakit untuk melihat dua pria yang semalam menyerang Wawan.


saat sampai, tentu saja mereka di sambut dengan sangat baik, ya karena para orang tua ini tak tau apa yang di alami putra-putra mereka.


"jadi apa yang terjadi?" tanya Hardi yang membuat kedua pria itu diam.


"kami mengalami kecelakaan yang cukup buruk, dan kami di keroyok beberapa orang," bohong Ibra.


"wah tapi aneh ya kalau di keroyok tapi kok mukanya gak bonyok," kata Hardi yang membuat pria itu diam.


"sudah le, tak usah membicarakan yang tak perlu, kita langsung saja mengatakan apa yang kita ingin sampaikan," kata pak Sodikin.


"tidak!!" teriak Ibra tak suka.


"boleh saya saja,"


"tentu Wawan,"


"saya ingin mengundang seluruh orang untuk datang ke pesta resepsi pernikahan saya dengan Feby, putri dari bapak Sodikin," kata Wawan yang membuat Bu Sonya kaget.


perempuan itu tak percaya jika pria itu sudah berhasil menikahi Feby, dan itu otomatis membuat putranya Ibra terluka.


"aku tak menerima pernikahan itu!!" teriak Ibra terluka.

__ADS_1


"tapi kamu sudah menikah dan kamu tau rasanya itu sangat menyenangkan, terlebih melihat gadis cantik itu di bawah ku," kata Wawan menyeringai.


Ibra benar-benar berakhir dengan buruk, pasalnya jika Wawan sudah melakukan itu, berarti kesempatan untuk dirinya merebut Feby sudah gagal total.


__ADS_2