
Feby yang ada di mobil bersama Bejo dan Wawan,malah memilih minum teh hangat saja, pasalnya hatinya sedang tak baik-baik saja.
"mau ini?" tawar Wawan yang menyodorkan coklat ke arah gadis itu.
"kenapa memberiku coklat?" tanya Feby.
"karena biasanya seorang gadis menyukai coklat saat dia sedih atau galau," jawab Wawan
"itu jika gadis lain, tapi kalau aku tidak coklat cak,"
"terus apa?" tanya Bejo penasaran.
"mie pedes,aku adalah pecinta pedas,jadi kalau sedih mending makan pedas," jawab Feby
"apa," kaget Bejo yang merasa aneh.
tapi ternyata benar, saat rombongan keluarga itu kembali, mereka membawa pentol bakso untuk gadis itu.
dan Wawan serta Bejo yang mencicipi pun langsung melotot karena rasanya tak bisa terlukiskan saking pedasnya.
__ADS_1
bahkan Bejo sampai menangis karena rasanya, tapi ada perasaan sedikit lega saat Wawan melihat senyum Feby yang mengembang.
Akhirnya semua pun tampak terlelap dalam perjalanan pulang, bahkan saat berhenti di SPBU untuk mengisi bensin pun tak ada yang bangun.
Setelah mengisi bensin, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah keluarga bos mereka.
Dan saat sampai di rumah pukul dua belas malam karena terlalu lama di Ampel jadi mereka pulang sangat malam.
setelah itu Wawan dan Bejo membantu semua orang menurunkan barang, Amir juga pamit pulang setelah selesai menolong.
Karena barang cukup banyak, setelah itu Wawan pamit pulang dengan membawa mobil karena besok harus masuk bengkel.
sedang untuk Feby yang menginap di rumah itu merasa jika hubungan dengan Ibra benar-benar berakhir.
Entahlah dia ini kenapa,selalu gagal dalam hubungan dengan seseorang yang dia cintai.
mungkin sudah takdirnya akan sulit mencari jodoh, dia memilih tidur karena besok lusa mereka harus berangkat lagi ke pantai gemah.
Untungnya yang mengantar nantinya tetap Wawan, meski kali ini pria itu hanya menyetir sendiri.
__ADS_1
Sedang di rumah keluarga pak Syam,sudah hampir hancur karena dia orang mengalami hal burung secara berturut-turut.
Setelah Bu Rina yang di hajar habis-habisan kemudian di lanjutkan dengan Dimas yang sekarang kritis setelah terlibat kecelakaan saat pulang dengan mabuk.
Dan akhirnya setelah seminggu berjuang, akhirnya malam ini Dimas menyerah, dia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dini hari.
Semua keluarga syok, Leli bahkan sampai jatuh pingsan karena mendengar kabar tentang suaminya.
Leni juga syok, dia pun menelpon Wawan untuk minta tolong karena dia tak bisa menghadapi semuanya sendiri seperti ini.
"iya ada apa menelpon ku?" tanya Wawan yang kebetulan baru sampai rumah dan baru selesai mandi.
"Dimas meninggal dunia barusan, ayah dan ibu stok, serta Leli jatuh pingsan dan tak berdaya," lirih wanita itu.
"baiklah aku akan memberitahu pada keluarga bang Hardi," jawab Wawan yang langsung menutup telponnya.
Ya dia kurang nyaman dengan gadis itu sebab ada sedikit masalah terakhir kali dia menolongnya, dan di tambah Keluarga dari Leni sendiri yang menyebalkan.
Sedangkan dia benar-benar tak ingin berurusan lagi,malah dapat kabar seperti ini, akhirnya dia pun tak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
jadi dia memutuskan untuk menghubungi Hardi dan mengajak pria itu ke rumah sakit,tapi menunggu kabar dari bos-nya itu.