Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
wanita tak tau malu


__ADS_3

Sorenya, Hardi sudah siap dengan baju kemeja berwarna ungu, Vina tertawa saja menyaksikan bagaimana kakaknya begitu percaya diri dengan penampilannya.


"mbak Hana, masak iya lihat tuh suaminya, ya Allah... Tak tau malu ya,masak pakai baju ungu begitu percaya diri," kata Vina .


"memang gak bagus ya dek?" tanya Hardi yang tak sengaja dengar.


bahkan dia terlihat sangat rapi dengan sepatu yang dia gunakan, ya mau bagaimana lagi karena mereka harus menghadiri pesta pernikahan di ballroom hotel.


"ya gak papa, mas ganteng kok, aku jadi takut mengajsk mas ke pesta begini, takut di ambil orang," kata Hana yang juga mengunakan baju yang serasi.


"tentu saja tidak akan, karena dku hanya menyukaimu sayang, Dan lagi ada calon anak kita di dalam sini,"


Hana mengangguk, dan mereka pun berangkat ke kota yang menjadi tempat di laksanakan nya pesta.


Ya yang menikah adalah anak dari dosen Hana kuliah dulu, itulah kenapa dia mendapatkan undangan khusus.


Saat sampai di hotel besar itu, ternyata begitu ranah, untungnya tak sulit mencari tempat parkir.


Saat turun dari mobil yang mereka gunakan, keduanya langsung berjalan masuk dan menunjukkan undangan dan menukarnya dengan sovenir pernikahan yang cukup besar.


Saat masuk kedalam hotel, suasana Jawa begitu terasa, "kita mau salaman dulu,"

__ADS_1


"boleh mas, kebetulan pak Herman juga ada di pelaminan," kata Hana yang melihat situasi.


Tak butuh waktu lama, mereka mengantri dan tak lupa dengan sesi foto bersama karena Hana ini adalah murid kesayangan.


setelah itu keduanya turun, dan Hardi mengajak istrinya itu makan sambil berbincang dengan beberapa tamu.


Aris dan Helmi juga baru datang, dan keduanya langsung antri untuk memberikan ucapan selamat.


Saat turun, mereka berdua melihat Hana dan Hardi, keduanya pun langsung menyapa kedua orang yang tak pak santai itu.


"kalau tau kita bisa bareng, bagaimana kalian bisa duluan," kata lurah Aris.


"ya kami berangkat lebih awal, jadi kalian juga dapat undangan ,"


"ternyata.." gumam Hardi yang terus berdampingan dengan istrinya.


Helmi juga sekarang tampak begitu tenang dan mesra bersama dengan suaminya.


"ngomong-ngomong apa kita bisa membicarakan sesuatu,ya di desa ada beberapa kegiatan, apa sayang," kata lurah Aris yang memang tak tau ingin di lakukan boleh pada ibu-ibu.


"cuma pelatihan, dan boleh tidak kamu mengisi salah satunya," kata Hana.

__ADS_1


"sepertinya salah, itu sepertinya tepat dengan istriku, bagaimana sayang,". tanya Hardi


"baiklah aku akan pikirkan, jika tau semua rinciannya nanti aku Carikan membuat usaha yang mudah," kata Hana.


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba seorang gadis merangkul lengan Hardi dengan mesra


"mas Hardi, kenapa ada di sini, dan kenapa bisa ada disini?"


"memang salah, dan jangan terlalu sok kenal, karena kita saja tak saling kenal," ketus Hardi yang memilih berpindah ke samping tubuh istrinya di sisi lainnya.


Sedang Kirana merasa tak suka melihat hal itu, karena Hardi ini benar-benar tak tergoda olehnya.


Padahal baju yang dia kenakan begitu seksi dan pas bodi, hingga membuat tubuh wanita muda itu tercetak jelas di balik tubuhnya yang seksi.


bahkan mata para pria melototi tubuh gadis itu, seperti siap menerkam gadis itu hidup-hidup.


sedang lurah Aris dan Hardi menunjukkan ekspresi jijik yang membuat wanita itu terkejut bukan main


.


karena kedua wanita itu tak semenarik istri-istri mereka, "sudah ya lurah Aris, aku pulang dulu ya karena aku harus bermalam di salah satu tempat," kata Hana merangkul pinggang suaminya.

__ADS_1


"baiklah, nanti aku ke sana kita bisa menikmati waktu bersama, ayo kita pulang saja," kata lurah Aris.


__ADS_2