Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
doa bersama


__ADS_3

Saat sampai di area makam,mereka langsung duduk dalam satu kelompok dan dengan bimbingan dari pak Sodikin,mereka pun mulai membaca tahlil.


Dan setelah tahlil,kini semuanya mulai berdoa dalam hati masing-masing, Hardi dan Hana memiliki doa yang sama.


yaitu kesehatan untuk seluruh keluarga dan juga keinginan untuk segera punya anak perempuan.


sedang pak Dikin ingin memiliki keluarga yang harmonis untuk kedua putrinya,serta kelancaran untuk Feby dalam menjalani kehidupan ke depannya.


Keempat pemuda pemudi itu tampak masih berdoa dalam diam, mereka berdua sangat khusyuk.


Bahkan Feby beberapa kali meneteskan air mata entahlah apa yang dia minta.


Sedang Amir meminta untuk di beri keteguhan hati, dan di beri petunjuk untuk jodoh terbaik untuknya.


Sedang di parkiran bus, ada Bejo dan Wawan yang sedang menikmati kopi di warung yang ada di sekitar Sana.


"mas Wawan, kamu kok gak pernah kelihatan punya pacar sih,orang usah menduda cukup lama,gak takut tuh burung karatan," kata Bejo menggoda pria itu.


"mulutnya,karatan enak saja,masih normal tau,tapi aku jujur saja tak ada satu pun gadis yang bisa membuat diriku ingin memiliki hubungan sejauh itu," kata pria itu.


"benarkah,bahkan dia adik dari pak bos, ya keduanya sangat cantik," kata Bejo.


''kamu mau mati," tanya Wawan tertawa.


"tentu saja tak mau, tapi jika di beri kesempatan di antara keduanya, mas akan memilih yang mana?" tanya Bejo penasaran.

__ADS_1


Karena keduanya sangat cantik dan juga punya kepribadian masing-masing dan bisa di bilang jika keduanya spesial di tempatnya.


"jika aku punya hak memilih, aku mungkin akan memilih untuk Feby, dia cantik,pendiam,lembut dan juga punya sesuatu yang tak di miliki oleh Vina," kata Wawan.


"apa itu?"


"kepedulian pada orang lain yang tinggi,dan juga peka terhadap sekitar," jawab pria itu tersenyum.


"gak ngerti, perasaan mbak vina itu juga sama kok," kata Bejo.


Bejo masih belum mengenal mereka secara utuh, saat rombongan itu kembali.


Hanya Feby yang membelikan minuman dan sarung untuk keduanya, "semoga bisa berguna," kata Feby dengan lembut.


Ternyata Feby membelikan ini untuk mengingatkan mereka pada Tuhan,


"sudah mengerti bukan,"


"iya mas aku mengerti,dan sekarang biar aku yang nyetir," jawab Bejo yang langsung naik.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke makam wali yang selanjutnya.


Selama perjalanan menuju ke tempat-tempat yang sering di ziarah i oleh masyarakat ini,kedua balita itu sangat tenang.


Bahkan saat tidur saja mereka tak rewel, saat sampai di sunan Drajat Lamongan,mereka pun memilih untuk berhenti makan siang.

__ADS_1


tentu saja mereka memilih warung yang sudah terpercaya,karena Bejo sering mengantar para warga ke tempat wisata religi ini.


Feby masih di salah satu kios untuk membeli buah sawo sendirian,karena Ibra sedang ke kamar mandi.


Tak sengaja Wawan melihat ada seseorang yang mencurigakan mendekati gadis itu.


Dia langsung bangun dan mendekati Feby, "bagaimana,apa kamu bingung memilih?" tanya Wawan yang berdiri di samping gadis itu.


"ah mas Wawan, iya nih mas,aku bingung mau yang besar atau yang sedang saja,"jawab Feby ramah.


"bagaimana dengan yang besar, Bu minta dua kilo dan ini hadiah dariku,terima kasih atas semuanya," kata Wawan tersenyum saat membayar.


"tapi mas," kata Feby kaget.


Dia tak mengira akan menerima hadiah ini dari pria yang sudah terkenal cuek pada wanita.


Tapi dia juga tak memakannya sendiri dan membagikan pada semua orang.


Dan Wawan beruntung tadi Feby tak jadi menjadi korban pencopet atau mungkin pelecehan.


Akhirnya setelah makan siang mereka melanjutkan perjalanan menuju ke tempat selanjutnya.


ya mereka sengaja menuju ke sunan Ampel Surabaya terakhir karena Hana ingin lebih lama di sana.


Dan berharap kedua putranya juga dalam keadaan bangun, karena dia ingat kenangan yang ada di tempat itu bersama suaminya.

__ADS_1


__ADS_2