Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Maraton Jantung


__ADS_3

Laila mencebik kesal dan menuruti ucapan Surya. Mereka berjalan menuju ke ruang guru, dengan posisi Laila ngintil di belakang Surya seperti asistennya.


Surya mengetuk pintu yang terbuka tersebut, kemudian di persilahkan masuk, dan Laila hanya mengikuti Surya, sambil memperhatikan interaksi Surya dengan guru yang ada di ruangan tersebut.


'Ngomong sama orang yang lebih tua mah si yaa sopan bangett.' gumam Laila dalam hati sambil terus memperhatikan Surya.


"Eh dia siapa Ya? kok asing yah?" tanya guru tersebut yang kedudukannya kesiswaan.


Laila tersenyum dan akan menjawab pertanyaan itu, namun... " Dia salah satu calon peserta didik baru Bu, tadi saya minta tolong buat bawain datanya." sahut Surya menjawab pertanyaan tadi. Laila kembali mencebik kesal kearah nya.


"oohh.... yasudh, ini ambil." jawabnya lalu memberikan data yang tadi di minta Surya. "Oh iyaa, Surya nanti Ibu menyusul ke aula sama guru lainnya yahh. Sementara kami belum datang, buat permainan ringan dulu yah." ujarnya lagi.


Surya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis kemudian memberikan sebagian datanya kepada Laila. 'Demi apapun ni orang gak punya hatii!' kesal Laila dalam hati. Bagaimana tidak? Surya memberinya lebih tebal daripada yang ia bawa.


"Berat?" pertanyaan nyeleneh yang membuat siapa saja ingin menendang wajah tampan nyebelinnya.


"Nanya?!" sentak Laila, saking kesalnya hhaa.


Surya hanya diam sambil terus berjalan tak menanggapi sentakan Laila. Laila berjalan dengan menghentak hentakan kakinya secara kasar ke lantai.


"Lantainya gak salah gausah di injek keras keras kasian." ucap Surya dengan tampang datarnya.


Laila memalingkan mukanya dan berjalan mendahului Surya. "Ke aula, setelah belok kanan terus belok kiri." ujar Surya saat melihat Laila berbelok ke jalan yang salah.


Laila berbalik dan kembali mendahului Surya. Setelah beberapa langkah berjalan akhirnya sampai di aula, Laila menyerahkan datanya kepada Surya dan melihat kedua sahabatnya sedang duduk di kursi paling belakang.


"Jahatt! Lo pada! Ninggalin gue sama ketos edan!" tegur Laila saat berada di samping kedua sahabatnya.


"Sorry La, di seret Kak Citra tadi, takut juga sih ya sama Kak ketos heee..." ucap Nafisa sambil cengengesan.


"kalian mahh takutnya liatinn, lahh guee?? ngerasinn brodyyyy." rengek Laila dengan wajah melasnya.


"maaf La, gak lagi deh ninggalin lo, suerr." ujar Safira sambil membentukan jarinya menjadi peace.

__ADS_1


"lo berdua mahh, ngomongnya dari tadi kek gituu, lah malah diulangi lagi lagi dan lagiii!" ucap Laila kesal. "Pokoknya mau gak mau makanan tadi di tambah sama jajan kantin selama seminggu titikk!" finalnya dan menatap lurus kedepan.


"sungguh tekanan bathinn huhh!" gumam Nafisa dan Safira bersamaan.


"Tiga hari lahh La, keringanan dikit." Bujuk Nafisa Dengan wajah melasnya.


Laila nampak berfikir, kemudian ia mengangguk karena ia pikir terlalu berat tuntutan untuk kedua sahabatnya. Safira dan Nafisa tersenyum senang.


Persahabatan mereka bukan karena keegoisan, mereka saling mengalah jika itu sebuah kesalahan dan harus dihindari, pertengkaran kecil seperti ini sering terjadi, namun mereka mampu menyelesaikan nya dengan traktir jajan hhhaaa.


"PERHATIAN SEMUANYA!!! KALIAN SUDAH SIAP MENDENGAR PENGUNGUMAN INI KAN?!! TERIMAKASIH TELAH MENUNGGU, SEBENTAR LAGI ITU AKAN DI UMUMKAN." Suara toa dari tengah tengah aula berdengung di sana. Laila sampai menutup telinganya, dan ia mengetahui suara itu milik siapa.


Semua peserta bertepuk tangan riuh dengan suara jeritan mereka. "EITSSS! JANGAN RAME DULU, PENGUMUMAN NYA DI UNDURKAN 10 MENIT NEHH." Mereka mendesah kecewa tapi. "SAMBIL NUNGGU KITA MAIN TEKA TEKI YUKKK." Kalimat terakhir Surya mampu membangkitkan kembali semangat mereka.


"OKE OKE, INI TEKA TEKI PERTAMA." Ucap Surya lagi. "APA YANG ADA DI UJUNG LANGIT??" tanyanya memulai Teka teki.


Aula yang semula riuh, tiba-tiba senyap ( sedang berfikir). Awalnya Laila tak tertarik, namun mendengar pertanyaan tersebut membuat otaknya ikutan mikir.


"La Lo tau?" Tanya Nafisa sambil menyenggol lengan Laila.


"TETT TOTTT SALAH!" sahut Surya sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Udah kenceng salah lagi hhhaaa" cibir salah seorang peserta dan disambut tawa renyah dari semuanya termasuk para panitia.


"Pesawat!"


"Cintaku padamu hhaa!"


"Matahati, ehhh matahari maksudnya hha!"


"Bintang kecil!!"


"Bulaaaaan!!"

__ADS_1


"Kepala jerapah!"


Dan berbagai jawaban absurd tak masuk akal terus riuh di ruangan tersebut. "SALAH SEMUAA... TERUS TERUSS APALAGI?!" Karena tak mendengar jawaban yang benar Surya mengeluarkan suara.


"Huruf T!"


Semuanya terlihat diam dan nampak berfikir, hingga suara lantang tegas dan lugas seseorang membuat yang duduk di depan menoleh kebelakang.


'huuuhhhh' aula kembali riuh dengan jawaban seseorang tersebut, mereka merasa jawaban itu salah.


"MOHON MAAF, JAWABAN ANDA..... BENARRRR!!!" Seru Surya dengan semangat menggebu.


Bukannya ruangan semakin riuh mendengar itu, mereka malah terdiam mencerna jawaban tersebut. Laila tersenyum puas, ternyata jawabannya benar, padahal hanya asal sebut saja, Nafisa dan Safira tertawa garing melihat kesenangan Laila.


"KOK PADA DIEM?!! MASIH ADA NIHH TEKA TEKINYA, LANJUT GAKK?!" Suara Surya kembali terdengar, sambil menawarkan lagi teka teki tersebut.


"ENGGAK!" mereka semua kompak menjawab, mungkin merasa kasihan dengan otak mereka yang baru saja bebas dari kekangan tes tadi, masa iya harus kembali berfikir kan nanti ngebul otak mereka hheee.


"WADUH KOMPAK BANGET! KAYAKNYA KALIAN BAKAL KOMPAK DEH KETERIMA DISINI HHHAAA, AAMIIN." Ujar Surya merasa heran bisa bisanya mereka kompak menjawab 'enggak'.


"AAMIIN!" Semuanya kembali kompak menjawab 'Aamiin'. Hingga Kepsek SMA Lima Sila datang ketengah tengah aula untuk memberi petuah penting kepada calon peserta didik barunya agar mematuhi aturan sekolah dan lainnya.


Banyak siswa yang menguap merasa bosan mendengar ceramahan yang berulang dan berkali kali disebutkan, "Bapak harap kalian dapat mematuhi peraturan sekolah ini, dan tak merasa terkekang, terimakasih Wassalam." Perkataan penutup yang mampu membuat mata mereka kembali terbuka, tidak sabar mendengarkan siapa saja yang akan diterima.


Kemudian staf TU dan juga kesiswaan sudah berada di tengah aula, "Assalamualaikum, halo, selamat siang, kalian pasti sudah tak sabar mendengar kabar baik dan kabar buruk ini yah?" Sapaan awal staf kesiswaan yang mampu membuat jantung para peserta langsung maraton.


Mereka semua terdiam, tak ada yang menguap seperti tadi, ataupun menatap malas, mereka hanya fokus ke depan dan berkedip sambil merasakan detak jantung mereka yang berdetak tak beraturan.


"Kalian sudah siap?!" Tanya beliau membuat para peserta semakin gregett penasaran.


"Langsung tancap aja Bu! Jangan basi basa!" Seru salah seorang peserta.


"Baiklah, kalian sepertinya sudah tak sabar. Dari dua ratus empat orang Calon Peserta Didik Baru jurusan IPS tahun ajaran baru ada dua...."

__ADS_1


Deg...


__ADS_2