Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Persiapan bulan madu Bunrekeh dan Banggulung


__ADS_3

*Sesampainya mereka dari bandara, mereka langsung masuk ke kamar masing-masing..


Tapi sebelum masuk, ibu Bunrekeh sempat mengingatkan untuk packing baju yang akan mereka bawa bulan madu karena besok sudah tanggal keberangkatan mereka..


Nak, kalian cepat masuk dan jangan lupa beres-beres baju n barang-barang yang akan kalian bawa karena besok kan kalian harus pergi bulan madu*.. ucap ibu mengingatkan


Iya bu, sebentar lagi kami mulai packing barang-barang yang akan kami bawa.. jawab Bunrekeh sambil membuka pintu kamar nya..


Kurang lebih sudah 3 jam mereka sibuk packing baju yang akan dibawa sekalian menata lemari dan lain-lain sebelum ditinggal pergi biar ketika ditinggal kamar nya nampak rapih..


Disela-sela packing baju dan barang-barang, terdengar suara dering ponsel Banggulung..


*Kring...kring..


Ponsel Banggulung berdering, nampak dilayar tulisan nama "mamak"


Banggulung yang sedang ikut packing membantu istrinya dengan cepat berdiri dan mengambil ponselnya yang di taruh diatas tempat tidur, lalu menekan tombol hijau..


Halloo... nak, ibu dan keluarga yang lain sudah sampai dengan selamat, terimakasih untuk semua nya selama ibu dan yang lain di sana, kami sangat bahagia*.. ucap ibu..


Syukurlah kalau ibu dan keluarga yang lain sudah sampai dengan selamat, kami merasa lega, oh yaa ibu tidak perlu berterimakasih seperti itu pada kami, harus nya kami yang berterimakasih kepada ibu dan keluarga yang lain karena ibu dan keluarga yang lain mau datang jauh-jauh dan menyempatkan waktunya untuk datang ke pernikahanku.. ucap Banggulung..


Menantu ibu sedang apa nak?? kok ibu tidak dengar suara nya? apa dia tidur?? *tanya ibu

__ADS_1


Bunrekeh ada bu, itu dia sedang menata baju dan barang-barang yang akan kami bawa sekalian dia menata isi lemari sebelum kami pergi*.. jawab Banggulung..


Apa?? menata baju-baju yang akan dibawa?? memangnya kalian mau pergi kemana?? kalian kan baru saja menikah, masa sudah mau pergi-pergi.. *tanya ibu penasaran..


Maaf bu, kami lupa memberi tahu ibu, kalau besok kami akan pergi bulan madu ke pulau dewata, Ini hadiah pernikahan kami dari ibu Bunrekeh, kami juga kaget waktu ibu mertua memberikan hadiah ini pada kami*.. jawab Banggulung menjelaskan..


Oh begitu, kalau begitu ibu setuju, ibu kira kalian mau pergi kemana, kalau pergi untuk bulan madu, itu hal yang wajar nak, mumpung masih belum ada anak, puas-puaskan dulu kalian jalan-jalan berdua, nanti kalau sudah ada anak susah mencari waktu untuk bisa berduaan, ya semoga saja sepulang dari sana ibu dapat kabar baik kalo akan jadi nenek.. jawab ibu..


Ahh.. ibu bisa saja.. doa kan saja bu yang terbaik untuk kami.. ucap Banggulung sambil wajahnya memerah karena malu..


Yasudah nak, bantu istrimu kasihan dia beberes sendiri, pasti capek, salam buat istrimu, dan ibu mertua mu.. sampaikan kalau kami sudah sampai dengan selamat semua tanpa kurang suatu apapun..


*ucap Ibu..


Iya nak, *jawab ibu sambil memencet tombol merah untuk menyudahi telepon mereka..


Setelah Banggulung menutup telepon nya , dia duduk disamping istrinya, sambil membantu dia menyampaikan salam dari ibunya..


Sayang, maaf lama barusan aku terima telepon dari ibu, mereka memberi kabar kalau mereka sudah sampai dengan selamat, ibu juga menitipkan salam buat mu dan buat ibu mertua sayang sama ucapan terimakasih selama disini, katanya maaf kalau merepotkan*... ucap Banggulung sambil sedikit mengulangi percakapan antara dia dan ibu nya..


Iya sayang, waalaikumsalam... *ucap Bunrekeh..


Tak lama kegiatan paking dan menata kamar telah selesai, mereka pun beristirahat karena kelelahan...

__ADS_1


Karena terlalu kelelahan, mereka sampai tidak sadar kalau hari sudah malam, mereka pun masih tertidur..


Sampai ibu mengetuk pintu membangunkan mereka untuk makan malam bersama..


Tokk..tokk..tokk..


Nak ayo makan malam*... ucap ibu..


*Bunrekeh yang mendengar ketukan pintu diikuti suara ibu mertua ya memanggil langsung terbangun kaget..


Iyaa bu sebentar*, jawab Bunrekeh dengan suara khas bangun tidur..


Ibu tunggu diruang makan nak.. kalian cepat kesini keburu malam dan masakannya dingin.. *ucap ibu nya lagi..


Iya bu*.. jawab Bunrekeh, sambil menggoyang-goyang kan badan Banggulung, berharap Banggulung akan segera bangun..


Banggulung terbangun dengan kaget..


Iya sayang, ada apa? tanya Banggulung dengan suara khas bangun tidur dan mencoba membuka matanya yang masih lengket..


Tidak ada apa-apa sayang, maaf kalau aku mengagetkan dan membuat mu terbangun sayang.. barusan ibu mengetuk pintu dan memanggil kita untuk makan malam bersama.. *ucap Bunrekeh


Oh iya sayang, maaf juga kalau aku ketiduran*.. jawab Banggulung sambil terus mengucek matanya dengan harapan matanya yang masih lengket akan segera terbuka..

__ADS_1


Iya sayang tidak aku juga baru bangun karena kaget dengar suara ketukan pintu, yasudah kalau begitu kita cuci muka lalu ke ruang makan secepatnya sayang, kasihan ibu susah menunggu kita..


__ADS_2