Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Tumpangan Gratis, Why Not?


__ADS_3

"Yon! Gue tahu siapa yang bisa maen gitar." Sahut Nathan, dan tersenyum penuh arti.


"Siapa siapa Nat?" Kepo Rama dan Dion barengan.


Nathan menatap Erlangga yang juga menatapnya datar, Erlangga seolah tahu apa yang di pikiran Nathan. "Erlangga Gaes hheee." Tuh kan, kan? Sudah Erlangga duga.


"Weeeee, naik Ga, naik!" Pinta Dion dan menarik tangan Erlangga untuk naik ke panggung dadakan itu.


"Malesss!" Tolak Erlangga dan menepis lengan Dion.


"Erlangga!"


"Erlangga!"


Mereka malah menyoraki nama Erlangga seolah maksa. Alhasil Erlangga sekarang berada di atas panggung dengan wajah flat-nya, kesal sekali rasanya Nathan malah mendorongnya untuk naik ke atas.


"Yeeeeyyyyy! Duet antara Pak Ketu dan Bu Waketu! Huuuuu..." Mereka menyoraki Erlangga dan Laila yang di atas panggung.


"Nyanyiin gue lagu Fatin Shidqia, Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu." Seru Nafisa dan menarik sebuah bangku kemudian duduk di hadapan panggung.


"Lo bisa Ga?" Tanya Laila dan menatap Erlangga.


"Huhh! Gue musikalisasi nya aja." Jawab Erlangga.


"Sama nyanyi dongg Gaaa!" Seru salah satu siswi dan teriak heboh. Dan dibalas hembusan nafas pelan dari Erlangga.


"Anjirrr!!!! Lo pada ninggalin kitaaa!!!!" Pekik siswi yang tadi kekantin beli makanan.


Tak lama setelah itu, petikan gitar mulai terdengar memenuhi kelas X IPS 1. "~Ku tatap dua bola matamu...


Tersirat apa yang kan terjadi...


Kau ingin, pergi dariku


Meninggalkan semua kenangan


Menutup lembaran ceritaaa


Oh sayangku, aku tak mau..." Laila mulai menyanyikan lagunya.


"~ku tahu semua akan berakhir


Tapi ku tak rela lepaskanmu...


Kau tanya mengapa aku...


Tak ingin pergi darimu...


Dan mulutku diam membisu..." Di sambung oleh suara Erlangga yang membuat semua orang terdiam.


"Salahkah bila diriku


Terlalu mencintaimu


Jangan tanyakan mengapa


Karena aku tak tahu.


Aku pun tak ingin bila


Kau pergi tinggalkan aku


Masihkah ada hasratmu


Tuk mencintaiku lagi..." Di Reff mereka bernyanyi bersama.


Lagu terus berlanjut, hingga tak terasa lagunya telah selesai, Nafisa sampai menitikan air matanya. Mendrama. "Bravoo Girls, bravo Boys! I'm so like thatt!!" Seru Nafisa sambil bertepuk tangan di susul yang lain.


"Lagi dooonggg!!! Suara kalian enak di dengar Bett!!!" Pekik Selvia dan menyusut matanya yang mengeluarkan sedikit air mata.


"Yaudah lagu apaaa??" Tanya Laila, jujur ia sedang bahagia. Bagaimana tidak? Bayangkan saja, kita duet nyanyi bareng sama orang yang di suka.

__ADS_1


"Pengen lagu IU hhhee..." Ujar Selvia dan nyengir, di sambung tawa oleh semuanya.


"Wadohh! Jan Korea dong, gue gak bisaa hhee." Timpal Laila.


"Lagu punch oyy, yang sama moonbyul itu loh. Suara Lo mendukung La." Seru siswi lain dengan mimik wajah yang sumringah.


"Boleeh tuu, gue juga suka." Timpal yang lain.


"Say yes kan?" Tanya Laila dan di balas anggukan semangat.


"Ga! Lo harus bisaa. Gue bawa earphone, Lo bisa pake buat denger lagunya." Ujar Laila semangat, setelah dibalas anggukan oleh Erlangga, Laila meminta Safira untuk membawa Earphone nya.


Kemudian lagu di lanjutkan dengan lagu yang di nyanyikan Punch itu. Laila menghayati instrumen awal hingga ia giliran bernyanyi.


"~Ni nunape watjanha


Naega yeogi itjanha


Neoui ipsullo mareul haejwo


Say yes say yes.


Nadi moreuge neo-ege gago innabwa


Buneun barame me mam jeonhallae


Love is true..." Laila kembali memulai lagunya, semua yang hapal lagu tersebut ikut bernyanyi.


Di sambung oleh Erlangga, dan terus begitu hingga lagu usai. Bahkan mereka tak menyadari ada siswa kelas lain, yang ikut menghayati di balik pintu. Sehingga pas lagu selesai suara siswa itu masih terdengar, dan mengundang tawa dari penghuni X IPS 1.


"baby, baby, baby boy


Love isβ€” wehh, Astaghfirullah ketahuan!" Pekiknya saat menyadari penghuni kelas itu sedang menertawakan nya.


Mereka kembali tertawa lepas, mungkin mereka merasa ini adalah awal pertemanan yang terjalin. Kelas ini begitu rukun dan saling menghormati sesama, tidak ada yang namanya si paling bobrok, si paling gila hormat, si paling cupu, si paling suhu. Disini tak ada istilah itu sepertinya, mereka semua sama, sama sama stres! Eh.


"Guyss, nyanyinya udahan dulu dong yaaa. Sekarang kita mau sesi makan makan dulu." Dion berbicara di hadapan kamera yang sedang menampilkan live Streaming.


Karena jam kosong tetap berlangsung sampai pulang, mereka silih berganti untuk bernyanyi di atas panggung eh ralat meja, ada yang suaranya cempreng ada yang pas-pasan lah, hampir semua naik ke atas sana. Hingga tak terasa bell pulang sekolah telah berbunyi.


"Udah woy dah balikk!!!" Seru salah seorang siswa dan heboh berlari keluar kelas terlebih dulu. Kemudian di susul oleh yang lainnya.




"La? Sorry gue gak bisa nunggu, gue di jemput sama Abang tampuan." Ujar Nafisa dan melakukan salam pisah dengan Laila. Sedangkan Safira sudah pulang lebih dulu.



"Gapapa Sa, bentar lagi Mang Aden pasti datang kok." Jawab Laila dan tersenyum meyakinkan.



"Oke dehh, Lo baek baek yah, buat Baekhyun eh." Ceplos Nafisa dan menutup mulutnya, merutuki perkataan refleks nya.



"Sejak kapan Lo tahu Baekhyun? Bukannya Lo haters KPop?" Tanya Laila merasa heran, pasalnya Nafisa itu anti banget sama yang namanya Korea Korea an.



"E-e-eh itu eum... anu... sebenernya ada idol Korea yang lewat di fyp Toktok gue, yang ternyata namanya Baekhyun, dia handsome banget njirrr! Terus suka ngegass lagi! Sebelas dua belaslah ma gue! Bobrok juga! Njir gua jadi suka bangeeeet!" Tutur Nafisa dengan wajah sumringah nya.



"Heleeeh, dulu aja ngomongnya gini 'Apaan Korea, cowok lokal lebih ganteng, bisa di embat pula, satu bahasa juga.' gitu kan?" Cibir Laila dan di balas cengiran watados Nafisa.



"Woyy!! Narapidana! Mau pulang kagak?!!!" Pekik seorang pemuda yang tak lain Abang sepupu Nafisa.

__ADS_1



"Waduh! Abang gue kejam bet njir! Nyebut gue Napi mulu." Decak Nafisa dan memandang malas Abangnya, Laila tertawa melihat kekesalan Nafisa. "Gue duluan yahh? Takut ngamuk lebih dalam." Pamit Nafisa dan berlalu menuju Abangnya sambil misuh misuh.



Tak lama setelah Nafisa pulang, ponsel di saku rok Laila bergetar. Ternyata itu telepon dari Mang Aden. "Halo As-" sapaan Laila terpotong oleh ucapan Mang Asep.



πŸ“ž"*Duh Neng, punten pisan nya. Ban mobilnya bocor yeuh... Amang juga masih jauh, terus deui kayaknya mah lama. Kumaha Atuh neng*?" Perkataan beruntun dari Mang Aden membuat Laila yang akan mengucap salam langsung cemberut.



"Yah atuh Mang, ini masa Laila jalan sendiri pulangnya? Nyesel tadi Laila gak ikut Fira atuh." Jawab Laila yang masih cemberut.



πŸ“ž"*Punten pisannya Neng, duh jadi gak enak Mamang te*h." Sesal Mang Aden dan terdengar menghembuskan nafas.



"Yaudah gapapa Mang, Laila pesen Ojol aja." Ujar Laila dan di setujui Mang Aden.



Setelah itu telepon langsung dimatikan, Laila sedang sibuk dengan handphone nya. Ia sedang menghapus berkas tak penting agar bisa mengunduh aplikasi Ojol itu, yang katanya *so sweet*, soalnya helm-nya couple.



Tanpa sadar mobil sport hitam berhenti di hadapannya. Laila yang baru menyadari itu pun mendongak dan mengernyit, siapa? Itu lah yang ada di pikirannya.



Sang pemilik mobil pun membuka kaca mobilnya dan menampakan wajah tampannya. "Lo gak balik?" Tanyanya dari dalam mobil.



Jantung Laila langsung berpacu cepat. "I-itu gu-e mau balik kok, cuma mau pesen Ojol dulu." Jawab Laila sedikit tergagap di awal kalimat.



"Gue anterin." Ujarnya singkat.



"Hahh?" Kaget Laila, dalam hati ia bersorak kegirangan, ini awal oerjuanu baginya.



"Lu Tungu?" Tanyanya sarkas yang membuat Laila melotot tak terima.



"Ya enggaklah, seenaknya wae Lo ngatain." Elak Laila tak terima.



"Yaudah bareng gak?" Tanya Erlangga sekali lagi.



"Tumpangan gratis, *Why not*? Hhheeee..." Jawab Laila tanpa sungkan.



\#**Bersambung**



*Makasihh lho yang udah mau baca cerita lesehan aku inii, jangan lupa bmkasih jejak. berupa Like Vote Komen, dan biar gak ketinggalan kalo ceritaini udah Up, kalian tambahin ke Favv yah*^^

__ADS_1


__ADS_2