Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Konser Dadakan


__ADS_3

Tak terasa, dua hari telah berlalu, Laila sudah siap untuk berangkat sekolah, sekarang ia sedang menunggu Mang Aden mengambil mobil di garasi.


"La, Papa duluan yah." Pamit Papa Laila, Laila mencium khidmat tangan Papanya.


"Iya Pah, hati-hati." Jawab Laila dengan senyum.


"Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam," jawab Laila dan Mamanya bersamaan.


"Itu mang Aden La, sana berangkat." Ujar Mama Laila sambil menunjuk mobil yang dikendarai mang Aden.


"Iya Mam, Laila juga pamit yah. Assalamualaikum!" Pamit Laila dan mencium tangan Mamanya.


"Wa'alaikumussalam." Jawab Mama Laila sambil mengusap kepala Laila sekejap.


Setelah Laila masuk ke dalam mobil, ia melambaikan tangan kepada Mamanya. "Jangan kangen Mam, nanti ngajungkel." Seru Laila saat mobilnya sudah melaju. Perkataannya itu dibalas dengan pelototan dari Mamanya.




Sekitar kurang lebih 15 menit, Laila sudah sampai di sekolah. Ia berpamitan kepada Mang Aden, dan masuk ke halaman sekolah.



Di dekat tempat parkir, ia sudah disambut oleh kedua sahabatnya yang tersenyum lebar kearahnya. "Enggak telat La? Tumben." Tanya Safira, walaupun terdengar menyindir.



"Tobat." Jawab Laila dan nyengir.



Mereka melanjutkan langkahnya menuju kelas di iringi canda dan tawa. Kelas sudah nampak bersih, hanya ada dua orang saja di kelas, Laila menyapa dua orang itu dengan tersenyum dan duduk di kursinya.



"Dion belum datang euy, makanya masih sepi." Ujar Nafisa dan menelungkup kan wajahnya di meja.



"Cieee, kangen Kang Vlog." Goda Safira dan menoel pipi Nafisa.



"Gue cuma kangen sama lawakan receh dia, setiap kata yang keluar dari mulutnya itu mengandung ke zaman now zaman now an, jadi seru." Jelas Nafisa dengan wajah memberengut.



"Vlog-an nya pas jadi caketulas langsung viral jir." Timpal Laila.



"Lo juga ada di Video La." Sahut Safira.



"Gue tahu." Sombong Laila sambil mengibaskan rambutnya yang diikat kuda.



Kedua sahabatnya menyibirnya kesal, hingga tak menunggu lama, kelas sudah mulai penuh. Sudah mulai penuh ya otomatis semakin berisik. Bel masuk saja tak membuat kelas itu diam, hingga suara seseorang membuat keributan mereka menjadi hening.



"Assalamualaikum," Ternyata Bu Farida yang masuk sambil membawa buku paket.



Mereka menjawab dengan semangat, tapi sedikit heran juga, jam pagi hari ini tidak ada pelajaran Bahasa Indonesia. Mengapa Bu Farida masuk ke kelas?


__ADS_1


"Ini ibu cuma mau ngasih tau, kalo setelah jam istirahat pertama kalian jam kosong yah-" belum selesai ucapan Bu Farida, murid-murid kelas IPS 1 sudah bersorak kegirangan.



Brak! Brak!



Bu Farida memukul meja, "Ibu belum selesai ngomong lhoo." Ujar Bu Farida dan akan melanjutkannya ucapannya. "Pagi ini, kalian cukup nyatet aja, tadi sekalian ibu di titipin sama Bu Sulis dan Pak Badar. Pelajaran Sejarah sama Inggris." Tambah Bu Farida dan menyimpan buku paket itu di atas meja. "Untuk pelajaran Sejarah, pak Badar sudah menandai kalian nyatet dari mana sampai mana. Sedang Inggris, kalian nyatet sampai waktunya habis."



"Yaaaah lama dong Bu,"


"Kirain jamkos seharian,"


"Bisa nge-vlog dong,"


"Nge-vlog Mulu pikiran Lo Yon,"


"Gapapa deh, yang penting nanti jamkos panjang hhhaaa."



Dan banyak lagi ujaran ujaran nyeleneh yang di ucapkan mereka. "Yasudah Ibu keluar dulu, yah. Assalamualaikum." Pamit Bu Farida dsn keluar kelas, biasanya ia akan ikut bercanda terlebih dahulu, namun karena situasinya sedang mengejar waktu, alhasil ia langsung pamit gitu aja.



"Lia! Dikte!" Seru Laila.



"Siap Bu Waketu." Jawab Lia dan kedepan mengambil buku paket.



Sejenak kelas itu hening, hingga suara lirih orang nyanyi membuat suasana riuh di kelas itu. "Ngakak bet jir!" Seru Rama, dan langsung terbahak, disambut oleh yang lain.




"Udah cempreng, salah lagi hhhhaaaa." Ujar salah satu siswa yang lain, dan di sambut tawa meriah lagi. Hingga...



"Woyylah! Nulis dulu! Pause dulu ketawanya." Seru Lia, yang men dikte namun tak di dengarkan.



Hingga suasana kelas itu kembali hening, tak ada suara tawa atau apapun, mereka benar benar khidmat mencatat segalanya yang tertera di buku paket, hingga bel istirahat jam pertama berbunyi.



"Alhamdulillah! Rebes!"



"Beres woy bukan rebes!"



Kelas IPS 1 kembali berisik, ada yang sibuk mengobrol dan tertawa ngabisin suara, ada juga yang berjoget dan bernyanyi tak jelas di belakang, ada juga yang sibuk benerin make up sambil nyerocos (pamer skill), dan ada juga yang sedang ghibah.



"Eh! Lo mau kemana? Jangan keluar kelas dulu, kita buat konser dadakan." Seru Dion saat salah satu siswi di kelas itu akan keluar kelas.



"Males, gue dah rada gila diem di kelas." Jawab Siswi tersebut.


__ADS_1


"Janganlah Sil, masuk lagi masuk." Pinta seorang siswa dan menutup pintu agar siswi itu tak keluar kelas.



Akhirnya siswi itu hanya pasrah. "Semuanya! Kumpul siniiii! Kita buat konser dadakan." Dion berteriak, agar atensi penghuni kelas kearahnya.



"Buat konser dadakan YUKKK! Sekalian buat vlog-an di *Channel YT* gue. Konsernya kek gini, misal. Gue kan bawa gitar tuhh, yang bisa main gitar harus duet sama yang bisa nyanyi, terus yang nggak nyanyi *request* lagu kek atau gimana kek, gitu." Tutur Dion menjelaskan, walaupun penjelasannya berbelit.



"Gimana? Setujuh enggak?" Tanya Dion.



Semua diam, hanya diam. "Hehh! Jawab dong!" Sentak Dion kesal karena tak ada yang menimpali ucapan nya.



"Gue setuju Yon, asal yang nyanyi...." Sahut Nafisa dan menggantung ucapannya, kemudian melirik ke arah Laila. "Laila hhheeee..." Tambahnya. Laila melotot tak terima.



"Suara dia bagus lho, titisan Iwan Fals soalnya." Timpal Safira dan tersenyum penuh makna ke arah Laila.



"Enggak enggak!" Tolak Laila mentah mentah.



"Plis lahhh, nyanyiin satu lagu buat sahabatmu yang gamon ini." Rengek Nafisa.



"Gamon sih gamon, tapi jangan ngorbanin gue juga kali." Gerutu Laila.



"Laila! Laila!" Satu kelas itu menyoraki nama Laila agar naik ke atas oanggu dadakan itu. Emm tidak, lebih tepatnya meja tak terpakai yang disusun oleh Dion and the genk.



Tangan Laila di tarik oleh seorang siswa yang ternyata adalah Renata, Laila langsung berdiri dengan *awkward* nya di atas meja itu dan tersenyum kikuk.



"Woy Rama! Siapin kamera! Kita rekam! Empat orang kekantin sonooo beli makanan, duidnya patungan!" Seru Dion dan semua langsung menurut, ada dua orang siswa dan satu siswi yang menyiapkan kamera. Dan dua orang siswa serta dua orang siswi juga, yang pergi kekantin untuk membeli makanan setelah mendapat titipan.



"Konsernya Jan mulai dulu oyy!" Seru salah satu siswi yang akan kekantin, dan langsung berlari keluar.



"Sip!" Balas Dion. "Ada yang bisa main gitar gak nih?" Tanya Dion sambil melirik satu persatu wajah orang di sana. "Gue sebenernya bisa, cuma... gak tau kunci gitarnya ehheeheee..."



"Sama aja kagak bisaa egee." Yang lain menyibir Dion.



"Yon! Gue tahu siapa yang bisa maen gitar." Sahut Nathan, dan tersenyum penuh arti.



\#**Bersambung**



Bantu Like, Komen dan Voting nya yaa🤗

__ADS_1


__ADS_2