Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Sedalam Apa, Kamu Tahu Pasti


__ADS_3

Ditya kembali berkumpul dengan Zoya di round table.


Menyelesaikan beberapa sesi yang masih tersisa.


Dilayar menyuguhkan beberapa video yang menayangkan wajah hotel dan seisinya.


Mulai dari fasilitas, jenis kamar, view kolam renang, dan rooftop cafe kebanggan D'Zhotel.


Gabungan inisial nama Ditya dan Zoya, dan disetujui oleh pak Mahesa.


Selain itu, video juga menayangkan team work karyawannya. Mereka berkarir mulai dari nol bersama sama, berharap sukses diatas tanpa kekurangan salah satunya.


Mata Zoya mulai terasa perih, ketika harus menyaksikan sebuah foto Ditya yang tengah sibuk bersama Conni memberi pengarahan pada stafnya.


Serasi.


Mungkin kata itu yang terlontar bagi orang yang tidak tahu kalau Ditya sudah beristri.


Kecuali Zoya, pak Mahesa, bu Diana dan dr. Rahman melirik kearah Ditya secara bersamaan.


Ditya tahu betul, mereka tengah mengomelinya didalam hati masing masing.


"Zoya, bisa kita ke kamar sebentar ?"


Karena acara sudah hampir selesai, Ditya mengajak Zoya meninggalkan ballroom terlebih dulu.


Zoya yang terlihat lelah melepaskan dress warna hitam corak putih, dengan pita dikerahnya.


Mulai mencopot anting anting dan menghapus riasan wajahnya.


"apa kamu masih marah ?"


Tanya Ditya yang berdiri dibelakangnya, memperhatikan wajah Zoya dipantulan cermin.


"apa tidak boleh ? Aku hanya tidak menyangka, kamu menikmati pekerjaanmu disini karena ada Conni"


"bukan Zoya, bagaimana caraku meyakinkan kamu? Aku bahkan menganggap dia bawahanku".


"akui saja mas, bahwa Conni memang menyukai kamu . ."


Zoya bangkit dari duduknya dan menghentakan tangannya frustasi.


"ya benar, kamu benar Zoya. Dia memang menyukaiku, tapi aku tidak". Tidak sengaja Ditya membentak Zoya, dia lepas kendali.


"aku bisa saja percaya jutaan kali sama kamu mas, lalu kalau kamu terus bersama Conni apa aku harus tetap biasa saja ?"


Zoya tidak menghiraukan situasi, ia mengganti pakaian didepan Ditya dalam suasana bertengkar hebat.


"please, asal kamu percaya. Hanya hari senin aku akan full bekerja disini Zoya, itu keputusanku".


Entah harus berbuat apa agar Zoya bisa lebih tenang, dan meredam rasa cemburunya.


"baik, aku pegang kata katamu mas". Tidak ada salahnya Zoya memberi kepercayaan pada suaminya.


Sejujurnya Zoya sangat tahu kalau Ditya tidak mungkin mengkhianatinya.


"besok, kita persiapkan acara 7 bulanan kamu. Sekarang istirahatlah, masih ada yang harus aku selesaikan".


Ditya mencium pipi Zoya yang sedikit berisi itu, kemudian kembali ke ballroom untuk melepas kolega pentingnya.


Tak sengaja, Ditya melihat Conni yang sedang asik dirayu oleh beberapa tamu penting.

__ADS_1


Wanita itu layaknya profesional yang bisa memuaskan hati clientnya.


"conni, saya akan ikut kemanapun kamu bekerja. Tenanglah, kerja sama kita masih berlanjut".


Tua bangka itu tersenyum memandangi Conni yang lebih pantas menjadi anaknya.


"terima kaish pak Ruslan, saya sangat menghargai bapak".


Ditya memotong percakapan mereka, tak lama kemudian pak Ruslan pamit pada Conni dan Ditya.


"saya tidak ingin kamu menjual diri hanya untuk mendapat client. Jaga diri kamu, kamu ujung tombak usahaku".


Mendengar ancaman Ditya, hati Conni terasa diiris pisau tajam.


Apa karena statusnya janda muda, Ditya berpikir sehina itu pada Conni ?


"bapak tenang saja, saya juga profesional".


Balas Conni berusaha tersenyum pada Ditya.


"bagus, tutuplah acaranya. Saya yakin kamu bisa menangangi sisanya".


Conni masih terdiam melihat punggung Ditya yang mulai menjauh.


Dingin, tapi memiliki rasa peduli itulah sikap Ditya pada Conni.


Andai saja Conni tidak mengungkapkan perasaannya, Ditya akan lebih leluasa bekerja sama dengannya.


Saat Ditya kembali kekamar, lampu sudah padam. Menyisakan lampu tidur menemani Zoya yang sudah terpejam.


Lepas mandi, Ditya ikut berbaring bersama Zoya. Dia mengamati wajah istrinya, lalu memeluk dengan tangan kanannya.


Karena ada sentuhan, Zoya terbangun.


Tangan Zoya bergerak membelai pipi Ditya.


"aku mencintaimu Zoya, perasaan ini selalu terpendam dalam sejak dulu. Kamu juga tahu itu".


Cup . .


Zoya mengecup bibir Ditya, dan tersenyum bahagia.


Karena sama sama sibuk, mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri cukup lama.


Membuat rasa rindu semakin besar dan menyiksa.


Malam itu, Zoya siap melayani Ditya menuntaskan hasratnya.


Bahkan dilakukan beberapa kali, untuk melepas dahaga keduanya.


"mas, aku ngantuk sekali".


Potong Zoya ketika Ditya berniat untuk memulainya lagi.


"baiklah, ayo kita tidur".


Mereka berselimut bersama tanpa sehelai kain menutupi tubuh.


Zoya akan selalu berusaha memuaskan suaminya, agar Ditya tidak memiliki ruang untuk berpaling darinya.


pagi menjelang siang, Ditya dan Zoya sudah sampai di ibukota.

__ADS_1


karena merasa lelah, keduanya kembali beristirahat di kamar.


bi Sumi masih sibuk menyortir pakaian kotor majikannya.


ting nong . .


seseorang memencet bel, siapa yang datang. perasaan Bi sumi tuannya tidak memesan makanan.


segera beliau membukakan pintu agar tidak mengganggu istirahat Ditya dan Zoya.


"siapa ?"


tanya bi Sumi yang baru melihat wajah itu.


"Connita bu, saya mau mengantar laptop bapak yang tertinggal"


"siapa bi ?"


Zoya keluar melihat siapa yang datang. dia terkejut melihat Conni berdiri didepan pintu


"ini non, bu Connita. bawa laptop tuan yang tertinggal".


Bi sumi mempersilakan Conni masuk, dan mengambil laptop dari tangannya.


"duduklah !"


Zoya mengajak Conni ke ruang TV dengan wajah datarnya.


Ia menyusul dengan membawa satu gelas berisi fresh orange dari kulkas, dan menyuguhkannya pada Conni.


"terima kasih bu, maaf saya mengganggu". sejak kejadian itu, Conni terlihat lebih kalem dari biasanya.


"saya bukan orang jahat yang langsung mengusir kamu. saya tahu kamu lelah, jadi beristirahatlah dulu".


Zoya tersenyum pada Conni,


dirinya hanya ingin memeluk wanita yang sudah mengganggu rumah tangganya.


"saya jadi tidak enak hati bu, makanya saya datang kesini untuk meminta maaf".


-flashback-


Usai acara, bu Diana menghampiri Conni yang masih duduk di round table.


"Ditya akan baik pada orang yang menghargai privasinya. dan bersikap kasar bagi yang mengganggu kehidupanya. itu terjadi di MHotel, saya harap kamu mengurungkan niat untuk mendekatinya".


bukan ikut campur, bu Diana memang sudah mengawasi tingkah keduanya sejak lama.


"setidaknya saya hanya berkata jujur bu, saya tahu perasaan saya salah".


Conni memang terkenal tegas dan luwes dalam bekerja. banyak hotel yang mengincarnya untuk meningkatkan kualitas.


"saya suka kamu karena kepribadianmu Conni, jangan salah gunakan kepercayaan kami".


bu Diana selalu tahu kapasitas rekan timnya, tidak salah Pak Mahesa memilihnya menjadi Manager Personalia.


"job is job bu, saya akan melakukan yang terbaik untuk D'Zhotel".


sekarang Conni mantap untuk menutup pintu hatinya pada Ditya.


---

__ADS_1


"saya yakin, kamu bukan wanita rendahan Conni".


Zoya pergi ke kamar untuk mengecek keadaan Ditya yang sempat demam saat sampai dirumah.


__ADS_2