Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Salah Sambung?


__ADS_3

Erlangga menoleh ke halaman belakang. Disana masih terdapat bi Inah, mbak Nina, dan mang Asep yang sedang santai.


"Bii!" serunya.


Bi Inah berlari terbirit birit menghampiri Erlangga. "iya den?" tanya nya sambil mengatur nafasnya.


"kalian bertiga makan belum? Gak seru makan sendirian." tanya Erlangga lirih.


Bi Inah mengernyit, kemudian mengangguk. "udah den, duhh maaf yah ngeduluin." ujarnya merasa tak enak.


"yaudah gapapa." jawab Erlangga singkat. Kemudian menyendok nasi ke dalam piringnya dan mengambil lauk pauknya. "oh iya bi, ini di beresin aja Erlangga mau makan di depan." ujarnya lagi, sambil membawa piringnya.


Sampai di ruang tengah, Erlangga menyalakan televisi dan mengalihkan kesiaran kesukaan nya, apalagi kalo bukan Spongebob Squervens hheee.


Erlangga makan dengan khidmat hingga selesai. Selesai makan ia menaruh piring bekasnya di wastafel dan mencuci tangannya kemudian berlalu menuju kamar.


Erlangga membuka pintu kamarnya yang bersih tertata rapih tanpa noda, buku yang berjajar di rak nya, sepatu, peralatan sekolah, dan ini itu lah berjajar rapih seperti tak tersentuh sama sekali, cat putih bersih yang mendominasi kebersihan kamar itu menjadi pelengkap.


Erlangga berjalan menuju ranjangnya untuk tidur siang nyaman nya tanpa gangguan. Saat ia akan memejamkan mata...


Ting!


Suara notifikasi ponselnya membuatnya tak jadi tertidur. Disana tertera notifikasi dari grup sekolah di ponselnya.


__________________________________________


PPDB SMA Lima Sila


Assalamualaikum, dan salam toleransi buat yang non-muslim. Perkenalkan saya Surya Diga Putra selaku ketua osis SMA Lima Sila, disini saya mengumumkan bahwa besok tidak perlu menggunakan aksesoris topi (bagi laki²) dan jepitan rambut (bagi perempuan) dan hanya menggunakan nametag nya saja. Dan juga persiapkan diri kalian untuk tes besok, karena waktunya yang di percepat maka, pembagian kelas juga sekalian besok. Jadi untuk hari besok, pulang sekolahnya sekitar pukul 2 atau 3 siang. Tes dimulai pukul 07:15 -10:00. Dan kalian tidak boleh ada yang terlambat barang se-menit pun, 15 menit sebelum tes di mulai, kalian harus sudah ada di area sekolah, jika tidak? Kalian tahu konsekuensi nya.


Baik itu saja yang saya sampaikan, Wassalamu'alaikum warahmatullah.


Semangat buat kalian! Semoga kalian semua menjadi siswa/i SMK Lima Sila, dan memberikan prestasi terbaik untuk SMA kita serta tidak mencoret nama baik sekolah tercinta kita, Terima kasih~


13:54


__________________________________________


"hahh! Pengen sekolah aja ribet banget!" gumam Erlangga merasa tak habis pikir.


Kemudian menyimpan kembali handphone nya dan kembali memejamkan mata, tapi....


Dringg...!


Ponselnya kembali berbunyi, kali ini bukan pesan melainkan telepon masuk. Disana tertera nama NathanSbleng😵 membuat Erlangga berdecak sebal.


Erlangga segera mengangkat telepon Nathan, jika tidak, Nathan akan terus menelepon sampai Erlangga mengangkatnya.


"apa!" tanpa basa basi Erlangga langsung bicara tanpa embel embel 'Halo' atau salam aoa kek.

__ADS_1


📲 "Eh anjir galak bener, kalem aja kali Ga gak usah ngegas jadi takut gue hhee." ujar Nathan di sebrang sana sambil cengengesan mencoba mencairkan suasana.


"apa?! Cepet gue ngantuk pen tidur Nat." jawab Erlangga.


📲 "besok bawa buku gak?" nah? Nah? Kan? Pasti ini. Gumam Erlangga dalam hati. Ia sudah menduga bahwa Nathan akan menanyakan hal ini, hal yang tak ber berfaedah, dan mengganggu waktu ternyamannya ketika di rumah.


"bawa!" jawab Erlangga lalu memutuskan sambungan telponnya dan melanjutkan bobo manis yang tertunda .



"eh anjir! dasar judes! Orang nanyain doang, masa gak boleh." gerutu Nathan kesal sambil melempar pelan ponselnya ke ranjang.



"ahaa!" sepertinya Nathan menemukan ide.



Ia kembali meraih ponselnya, dan membuka WhatsApp kemudian menekan ikon grup sekolahnya dan melihat anggota grup. Cari mangsa pasti hhee.



"wihh, kok potonya kebanyakan profil WhatsApp nya doang seh? Apa pada jelek?" gumam nya, menekan profil kontak satu persatu.



Ia menemukan kontak yang di sisi kirinya terdapat sebutan ~Safiii..... "widihh,, masa iya namanya Sapi? Cek ah hhee." awalnya ia hanya mengklik profil saja, dan akan ke roomchat tapi, tanpa sengaja ia malah menyambung kan ke telepon, Nathan gelagapan karena nomor itu sudah berdering, untuk mematikan saja rasanya tak sanggup karena tangannya bergetar hebat.




"salah sambung!" ujar Nathan cepat, kemudian mematikan telponnya.



Nathan menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya pelan, masa cuma karena salah pencet, jantung nya udah dag dig dug gak karuan.



Nathan kembali melempar handphone nya, dan merebahkan dirinya di ranjang empuk miliknya, lalu mengambil laptop yang ada di meja nakas samping ranjangnya, dan mulai mengutak atik benda pipih lebar itu.



"lah? Orang aneh! Gak punya pendirian! Masa iya lewat WhatsApp salah sambung!" gerutunya kesal sambil melempar pelan handphone nya ke atas meja.


"eh tunggu,,, hhhee save ahh chihihii..." monolognya sambil mengotak atik handphone nya, dan menamakan kontak tadi dengan 'Makhluk aneh👻', ia tertawa setelah melihat itu dan kembali mematikan handphone nya.


__ADS_1



Laila masih asik dengan dunianya, ia terus menscroll akun sosial media nya hingga notifikasi WhatsApp membuat nya menghentikan aktivitas ngepoin Sosmed Oppa Oppa korea. Hhee.



"heumm? pengen sekolah doang tapi seribet ini?! Rasanya pengen beli sekolahnya sekalian biar gak ribet!" geram Laila sambil kembali menscroll sosial media nya.



Saat sedang asik, tiba-tiba ada drama korea melintas di beranda nya. Seketika itu juga, Laila antusias untuk menonton nya di youtube.



"ambil cemilan ahh..." gumamnya kemudian berlalu keluar kamar untuk mengambil camilan yang akan menemani ia menonton drakor.



Saat Laila menuruni anak tangga, ia melihat sang Ayah sedang menuntun koper berukuran sedang. "lah? Papa mau kemana? Pake bawa koper segala. Di usir Mama?" tanya nya sambil nyengir.



"oh ya, kebetulan banget kamu datang. Ini Papa mau ke Sukabumi dulu, ada masalah kecil di sana. Tadinya Papa mau pamit ke atas sama kamu, eh kamunya malah kesini." tuturnya sambil mengancingkan kancing jas nya.



"ouh gitu ya,, hati-hati kalo gitu Pah di jalannya yah." ujar Laila.



"oh ya, Papa juga mau minjem mang Aden nya hhee, besok pagi juga Papa balik lagi, kalo masalah nya udah selesai." tambah Papanya.



"mang Aden? Terus besok Laila sekolah gimana? Kan gak searah sama Rina." rengek Laila seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.



"Papa usahain secepatnya pulang yah..." ujarnya kemudian mengelus kepala Laila sayang. Lalu Laila balas mengecup singkat tangan Ayahnya.



"hati hati ya Pah, jangan ngebut ngebut pokoknya bilangin sama mang Aden." tutur Mama Laila sambil mencium tangan sang suami. Dan seperti biasa di balas dengan kecupan sayang di keningnya.



"iyaa Mah, pamit yah La Assalamualaikum." pamitnya kemudian dan berjalan keluar rumah di ikuti Laila dan sang Ibunda.


__ADS_1


"Wa'alaikumussalam..." jawab Laila dan Mama nya serentak dan kembali memasuki rumah.


__ADS_2