
"Ibu absen satu persatu yahh, yang merasa namanya dipanggil maju kedepan, perkenalkan diri kalian."
Satu persatu murid-murid IPS 1 dipanggil berdasarkan absen, dari A-Z. "Erlangga Aldia Pratama."
Erlangga yang namanya dipanggil langsung berdiri dan maju kedepan dengan langkah tegasnya.
Hampir semua mata menatap kagum kearahnya, terkecuali para kaum Adam yang merasa memiliki saingan ketampanan.
"Kenalin nama gue Erlangga Aldia Pratama, panggil Erlangga. Salam kenal. Makasih." Ucapnya singkat, padat, dan jelas.
Erlangga awalnya akan melangkah kembali duduk, tapi... "Eeehhh, tunggu dulu, ada yang mau ditanyakan." Salah satu siswi dikelas itu memberatkan langkah Erlangga yang ingin kembali duduk.
Erlangga mengangkat sedikit dagunya dan menurunkannya kembali. "Punya pacar belum?" Pertanyaan absurd bin ngeselin bin bikin ngebatin, satu kalimat, tiga kata, lima belas huruf membuat Erlangga mematung dan menatap datar orang itu, yang hanya dibalas cengiran.
"Gak punya." Jawab Erlangga singkat, dan benar benar kembali duduk.
Bu Farida menggeleng melihat kelakuan murid-muridnya, kemudian nama nama lain juga turut disebutkan, hingga nama...
"Nafisa Aliya Az-Zahra." Dengan percaya diri, Nafisa berjalan kedepan sambil memamerkan senyum manisnya, membuat para jantan pengoleksi cewe alias buaya darat tingkat kakap melehoy dibuatnya.
"Neng Fisa jangan senyum hati gue tersedu sedu melihatnya." Seru salah seorang siswa dan disambut riuh ejekan dari berbagai sumber.
"Jan percaya dia buaya betina yang berbulu domba." Sahut salah satu siswa yang kebetulan dahulu nya satu SMP dengan nya.
Nafisa mendelik kearah suara tersebut, kemudian kembali menatap kedepan dan tersenyum kembali. "Haaaaiii??? Kenalin, nama gue Nafisa Aliya, panggil aja sesuka kalian asal sopan dan gak ngerendahin gue. Gue jomblo sukarelawan, cuma punya selingkuhan tiga, dan gebetan berjibun kagak kehitung. Oh iya, gue juga orangnya baik, suka tolong menolong rajin bersedekah senyum contohnya, rajin menabung, juga suka hemat gak kaya kedua temen gue. Salam kenaaaal semuaaa, aku teman baru kalian lhooo? Sekarang teman aku yang cuma secuil kertas itu jadi segerobak hhheee. Makasih." Perkenalan panjang, lebar, berpangkat lima, dan bikin pusing, berbelit juga.
__ADS_1
"Bukan secuil kertas, tapi secuil nasi, ralat maaf." Ujar Lia yang pada dasarnya emang sedikit sewot pada Nafisa.
"Serah gue." Sarkas Nafisa garang, kemudian memasang senyumnya kembali.
"Ad-" baru saja Nafisa ingin mengucapkan sesuatu, seseorang sudah menyahutinya.
"Katanya jomblo sukarelawan, tapi kok soal selingkuhan sama gebetan dibeberin secara gamblang, jadi gak yakin ini." Sahut Nathan mengajak bercanda dan tertawa garing sendiri.
"Pacar sama selingkuhan kan beda, gitu aja intinya." Ucap Nafisa.
"Sudah sudah, kamu kembali duduk." Ucap Bu Farida menyuruh Nafisa kembali duduk ditempatnya. Nafisa menurut, "tunggu... Ini kamu kan punya banyak cowo tuh, cariin buat Ibu yang tampangnya dikit cakep, gak kere kere amat, usia dua tujuh tahun keatas lahh, minimal berondong muda juga gak papa, yang penting menuhin kriteria paling atas hhheee...." Entah bercanda atau sungguhan, Bu Farida malah ikutan kurang waras.
Nafisa yang awalnya cengo dengan permintaan itu, langsung mengangguk semangat dan mengacungkan kedua jempolnya, "siapp Bu!! Nanti saya jodohin sama tetangga depan rumah, lumayan handsome lhoo Bu, nanti saya kirim deh fotonya, ibu pasti langsung klepek klepek." Ujar Nafisa dengan senyum yang mengembang lebar di mulut tipisnya.
"Hhhaaa iyaa sudah, makasih loohh, ibu tunggu janji kamu, barangkali jodoh hhhaaa." Bener-bener, Bu Farida udah ketularan gilanya Nafisa hiiih.
"Nathanio Alvaro."
Nathan berjalan kedepan dengan senyum tengil diwajahnya, kentara sekali jika ia sosok yang humoris, suka jail, gada akhlak, dan sedikit petakilan.
"Gue Nathanio, panggil gue Nathan, Nio, Sableng, Neon, Nanti, Tantan, Atan, Nayo, ahh serah Lo padaa, bebas yang penting gak nyinggung pihak manapun. Gue adalah anak ganteng, keturunan papa genteng, dan mama pipa, gue juga punya adek semprul gak ada akhlak, sebenarnya gue gak pengen nganggep adek, cuma demi pencitraan yaudah gue sebut, namanya Tali, bukan taik. Udah gitu aja salam kenal makasih." Tuturnya panjang lebar berpangkat juga.
"Bang Nat! Itu nama panggilannya banyak bener, pas Lo mati malaikat gak bakal bingung kan nanyain nama Lo siapa?" Ujar Nafisa dengan tampang watados yang biasa ia gunakan topeng saat mengerjai orang lain.
"Sewot Lo Sa, serah dia!" Sahut Lia yang ikut campur dalam ucapannya.
__ADS_1
"Bocah diem gosah ikut ikutan," ucap Nafisa sarkas sambil mendelik kesal kearah Lia.
"Salah temen gue, kalo manggil seenak udel." Jawab Nathan asal dan kembali duduk.
Bu Farida menghela nafasnya, ia memiliki murid didik yang sedikit aneh, setidaknya ia ikut mengimbangi saja daripada dibawa stres. Setelah beberapa murid tersebut, akhirnya nama Laila terpanggil juga. "Nurlaila Prasetya."
Dengan semangat Laila berjalan kedepan sambil tersenyum memamerkan deretan gigi yang memiliki satu gingsul disebelah kanan atas, membuat senyum nya terlihat manis, juga lesung pipi yang tak terlalu dalam membuat Laila terlihat sempurna dan dewasa.
"Assalamualaikum, haloo anak baiiikk?? Anak paling baik kembali menyapa, buat kalian yang waktu itu satu ruangan sama gue, pasti kalian tahu gue hhheeee. Kenalin lagi yahh? Nama gue Nurlaila Pe, gosah panjang panjang, gue gak suka nama akhirnya, nyowo banget soalnya jadi gak di sebutin ajaa." Tutur Laila memperkenalkan diri, sejauh ini masih sedikit normallah gak bahas status juga panggilan sayang untuk orangtua dan saudara.
"Panggil gue Laila atau apa aja serah kalian sing penting sopan, dan gak nyinggung gue sebagai pemilik nama. Status gue jomblo Fisabillah, gak punya selingkuhan, gebetan juga baru mau nyantol, kalo bisa. Umur gue baru lima belas tahun lebih beberapa bulan karena bulan dua belas gue baru ulang tahun, oh iya kalian jangan lupa tanggal lahir gue, catet lohh yaaa. 20 Desember 2xxx kalo gue ultah harus inget pokoknya. Kalo gak inget otomatis dengan sangat terpaksa gue bakal nagih kado soalnya, terus juga kalo kadonya doa tuh, jangan sampai salah sebut nama, harus lengkap nama guenya, Nurlaila Pe gitu. Terus-" ucapan Laila terpotong.
"Udah Laila itu kepanjangan, lihat mereka pada ngebatin." Ujar Bu Farida dan menunjuk para muridnya yang terlihat sedang memandang kedepan dengan tatapan kosong. Tekanan batin mereka:v
Laila mengangguk dan akan kembali ke tempat duduknya namun... "Tunggu dulu Laila, gue mau nanyaaaa." Pinta Nathan memberhentikan langkah Laila.
"Yaudah apa?"
"Gue herman sama Lo,"
"Heran kali ahh! Emang heran kenapa?"
"Aneh aja, tampang Lo dewasaaa bangeeet, tapi pliss, denger Lo ngomong kek tadi, gue berasa liat putri cakep lagi ngomelin para dayangnya." Ujar Nathan tanpa tahu apa akibatnya.
"Nathanio, botan Atan loo!! Mampus sono!!!" Pekik Laila tanpa tahu situasi karna kekesalannya.
__ADS_1
Semuanya tertawa termasuk Bu Farida, ia merasa sedikit terhibur juga dengan kelakuan absurd bin awkward para murid didiknya. Daebak memang!