
Semua persiapan pernikahan sudah selesai, undangan dan lain-lainnya juga sudah di sebar, hari pernikahan Bunrekeh dan Banggulung juga semakin dekat..
*Kerena pernikahan yang sekarang di lakukan di kediaman Bunrekeh jadi adat Bunrekeh lah yang dipakai.. yupp adat jawa..
Sebelum melakukan prosesi siraman, Bunrekeh terlebih melakukan pengajian yang nanti di dalam nya Bunrekeh akan berterimakasih kepada keluarga dan memohon doa restu untuk pernikahan mereka..
Waktu pengajian pun tiba..
Rumah orang tua Bunrekeh pun telah di hias dengan sederhana,, beberapa undangan baik itu keluarga, tetangga atau teman orang tuanya sudah datang untuk mendoakan..
Setelah ayat-ayat suci Al-qur'an di lantunkan, Bunrekej pun membaca kalimat demi kalimat yang sudah dia tulis di kertas, kalimat itu berisi ucapan terimakasih dan permintaan maaf kepada ibunda nya*..
" Bu, terimakasih selama ini ibu sudah banyak berjasa dalam hidupku, ibu sudah rela bekerja keras membanting tulang untuk menghidupiku, agar aku bisa hidup enak, sekolah tinggi, dan tidak kekurangan apapun, ibu juga selalu ada, selalu melindungiku, selalu ada disaat apapun aku butuh, ibu maaf jika sampai detik ini aku masih belum bisa menjadi anak yang terbaik, yang membagakan, dan membalas osemua kebaikan ibu, dan dikesmpatan ini aku mau minta maaf atas semua kesalahan-kesalahanku bu.. baik kesalahan yang aku sengaja atau tidak aku sengaja, dan aku minta ibu untuk mendoakan aku, karena setelah ini aku akan memasuki kehidupan baru,,, ucap Bunrekeh sambil air matanya terus mengalir dengan derasnya..
__ADS_1
Ibu pun menangis dan memeluk Bunrekeh serta mencium kedua pipi dan kening nya, lalu Bunrekeh pun membalas mencium tangan ibu nya..
Ibu, sudah memaafkan semua kesalahanmu nak, jauh-jauh hari sebelum engkau minta, sebagai ibu, aku hanya bisa mendoakan semoga pernikahanmu, sakinah, mawadah, warahmah dan barokah nak,,
pesan ibu, jika suatu saat kalian ada pertengkaran, itu hal yang wajar nak, karena kalian berasal dari dua kepala yang berbeda dan dilebur menjadi sati, tetapi jangan jadikan itu untuk alasan berpisah ya nak, karena sejatinya dalam pernikahan itu yang susah adalah mempertahankannya,, *ucap ibu..
Setelah acara pengajian selsai saat nya para undangan menikmati hidangan yang sudah di sediakan,,
Di luar, telatnya di samping rumah sudah di siapkan tempat dan peralatan untuk siraman..
Selama acara ini Banggulung untuk sementara diungsikan di hotel sampai esok hari pernikahan mereka..
Kurang lebih 2 jam telah berlalu Bunrekeh udah selesai di rias dan sudah siap untuk melakukan prosesi siraman..
__ADS_1
Banggulung yang ada di tempat yang berbeda pun juga melakukan acara yang sama, kebetulan keluarga Banggulung pun juga sudah datang..
Perias memberikan kode agar orang tua Bunrekeh menjemput, lalu mereka bersam-sama menuruni tangga menuju ruangan siraman..
Setelah sampai Bunrekeh pun duduk, dan semua prosesi pun dilakukan satu persatu dengan hikmat..
Setelah semua prosesi siraman telah dilakukan semua tanpa terlewatkan, sampailah kita diacara puncak, yaitu acara menggendong untuk yang terakhir kalinya, berhubung ayah Bunrekeh sudah tiada, maka keluarga ayah nya pun yang mewakilkan untuk menggendong Buunrekeh sampai keatas tempat tidurnya..
Setelah Bunrekeh di bawa ke dalam, undangan pun mulai meninggalkan rumah orang tua Bunrekeh, karena memang acara telah usai,,
Di tempat lain, perias pun mengabarkan jika Banggulung juga sudah selesai melakukan segala prosesinya..
Dan kini Bunrekeh dan Banggulung beserta keluarga istirahat untuk mempersiapkan pernikahan esok hari*...
__ADS_1