Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Aqiqah Damar Aditya


__ADS_3

Semua persiapan telah diselesaikan dengan baik oleh orang suruhan Ditya.


Dia bahkan menyewa meeting room dan paket fullday dari MHotel. Ix coffee break, 1 kali Lunch dan snack box untuk jinjingan pulang. Selain itu juga tersedia beberapa stall


Keluarga mengundang 40 anak yatim dan 40 duafa dari salah satu yayasan yang sering dikucuri dana bantuan oleh MH Group.


Untuk mendo'akan baby Dee menjadi anak yang soleh dan berbakti pada ibu dan ayahnya.


Acara akan dimulai setelah sholat dzuhur, di lantai 7 MHotel.


Paginya Zoya dan baby Dee sampai di Penthouse bersama Ditya, yang sudah beberapa hari menginap di rumah bu Atikah.


"kapan kamu nyiapin ini semua mas ?"


Zoya kagum dengan kamar tidur milik Ditya yang sudah di desain ulang.


Ada spot untuk kamar baby Dee disebelah kanan pintu kamar. Meja kerjanya sengaja Ditya pindahkan ke kamar sebrang. Jadi mereka akan tidur dikamar yang sama.


"setelah merencanakan 40 harinya Dee aku langsung mengerjakannya".


Ditya ikut membantu Zoya merapikan pakaiannya dan juga perlengkapan Dee. Untung saja Dee tidur, jadi aman untuk berleluasa beres beres.


"kamu gak usah masak makan siang, nanti pesan saja di room service".


Zoya hanya mengangguk setuju, karena pasti akan repot sekali hari ini.


Ting nong . .


Keluarga Ditya sudah sampai di Penthouse, tak sabar ingin bertemu dengan Dee.


Milka, Erwin dan Arga juga sedang dalam perjalanan ke MHotel.


"Zoya, Dee mana ?"


Bu Aulia menghampiri menantunya ke dapur.


Terlihat Zoya sedang membantu bi Sumi menyiapkan minum dan kue kering.


"masih tidur mi, lagi dijaga sma Ditya".


Mereka menyuguhkan jamuan dimeja depan TV.


Selalu ada kebahagiaan jika banyak orang di rumahnya.


Berbagi suka juga tawa, akan meredakan sedikit luka yang masih belum kering seutuhnya.


"papi dengar dari Ditya, butik kamu ramai terus"

__ADS_1


Ketika pak Mahesa sudah melayangkan pertanyaan macam itu, tandanya beliau merasa bangga atas usaha Zoya.


Pak Mahesa selalu yakin, kalau Zoya adalah pilihan terbaik untuk Ditya dalam segi apapun.


"iya pi, kan lumayan untungnya. Bisa buat ditabung".


"hello everyone . . Dee is here, i'm woke up".


Tia kekuar dari kamar dengan meggendong baby Dee, diikuti oleh Ditya.


"cucu grand ma, makin ganteng saja ya pi. Sini mami juga mau gendong".


Bu Aulia beranjak dari duduknya dan mengambil alih Dee dari pangkuan Tia.


"pokoknya Tia gak mau lihat kalian berantem lagi. Kemarin pertama dan terakhir ya".


Mendengar ucapan Tia, mereka semua hanya tersenyum. Apalagi Ditya, dia menunduk karena malu.


"Kalau kami bertengkar, hanya perlu saling memaafkan kembali bukan ?"


Menanggapi dengan kalem permintaan adik iparnya, Zoya hanya tersenyum.


Kurang baik apa Zoya bagi Ditya ? Bahkan istrinya selalu berlapang dada memaafkan setiap kesalahannya.


"mending kita turun, kita harus brunch biar nanti bertenaga".


Zoya memberi kabar pada Milka untuk menyusul ke resto langsung. Dan disana semuanya berkumpul, termasuk bu Atikah dan Arga yang baru tiba.


"Ditya paling suka kalau sudah kumpul begini, karena Zoya akan merasa nyaman dengan kehadiran kalian".


Ditya tahu betul, kalau Zoya masih trauma karena Celine pernah mengurungnya semalaman. Penyebab Zoya tidak pernah ingin sendirian tanpa ada yang menemani.


"kalau begitu kita harus sering sering kumpul, biar bisa mempererat hubungan keluarga".


Nek Hafsari juga berharap kalau anak dan cucunya akan terus kompak.


Sesuai jadwal, para tamu undangan sudah tiba. Mereka diarahkan untuk langsung menempati tempat duduk kosong. Meeting room sengaja di setting beralaskan karpet, agar suasana jadi hidmat.


2 kambing jantan juga sudah datang setelah dikuliti oleh karyawan catering bu Atikah.


Akan diserahkan ke exc. Chef untuk dibuat kambing guling.


"mas, pinjam kunci mobil. Sepertinya kotak perlengkapan mandi baby Dee ketinggalan".


Zoya yang masih sibuk memakaikan baju, teringat kalau lotion anti nyamuknya tidak ketemu.


"ini, biar aku yang jaga Dee".

__ADS_1


Ditya menyerahkan kunci ketangan Zoya, dan mengajak ngobrol Dee.


Didalam mobil yang parkir di VIP area, Zoya mencari perlengkapan Dee disetiap sudut.


Ia juga memeriksa ke kursi belakang, lalu menemukan map cokelat berukuran kecil.


"ini apa ?"


Karena penasaran, Zoya duduk sebentar dan membukanya.


Matanya menyelidik pada sebuah kartu undangan. Terlihat nama calon pengantin wanita yang tidak asing.


Untuk Ditya . .


Aku harap tuhan mengampuni kesalahanku yang sudah lancang ingin merebutmu dari bu Zoya.


Sampaikan rasa maafku pada istri kamu.


Sekarang aku sadar, bahwa aku masih membutuhkan Ilham ( nama calon pengantin Pria ).


Terima kasih juga kamu sudah menyatukan kami kembali.


Note : tidak usah datang, aku hanya ingin berbagi kebahagiaan saja.


Dari


Connita.


Berulang kali Zoya membaca dan melihat undangan itu. Tidak ada yang keliru, benar adanya.


Jadi Connita akhirnya kembali pada mantan suaminya.


Apa Ditya belum membaca surat ini ? Benarkah Ditya sedikitpun tidak menaruh simpatinya pada Conni lagi ?


Tidak ingin membuat Ditya khawatir, Zoya segera kembali keatas dengan membawa kotak perlengkapan dan map tadi.


Lantunan marhaban dikumandangkan oleh semua yang hadir. Ditya menggendong Dee, dan mengelilingi keluarga besarnya untuk menggunting rambut Dee.


Zoya menyaksikan tak kuasa menahan air matanya.


Rasa haru karena bahagia memiliki Dee dan bahagia karena mereka sudah utuh kembali menjadi satu.


Terima kasih untuk segalanya Ditya, Zoya akan selalu memberimu kesempatan dan maaf yang ia punya. Jika kita terjatuh, yang perlu kita lakukan hanyalah bangkit. Melangkah kedepan bersama sama.


"alhamdulillah nak, mulai hari ini kalian harus tetap bahagia". bu Aulia mengelus punggung Zoya karena melihat anaknya menangis.


"iya bu".

__ADS_1


Zoya menenggelamkan kepalanya dipelukan bu mertuanya.


__ADS_2