
Juli telah menyelesaikan sidang terakhirnya 1 jam yang lalu. Kini ia bersiap pulang mengendarai mobil pemberian Damar. Rencananya semua keluarga akan berkumpul untuk makan siang bersama di MCafe. Semua orang pergi kesana masing masing, apapagi alasannya kalau bukan kesibukan mereka.
Ia menjadi yang terakhir tiba disana, disambut hangat oleh suami dan mama mertuanya. Juli beruntung memiliki mertua yang sangat menyayangi dan peduli padanya. Istri manapun akan senang melihat kedekatan mereka.
Namun entah mengapa Sekar malah berpikir ia tidak akan pernah bisa menjadi seperti Juli. Sekar terlalu sibuk bekerja hingga tak punya waktu untuk pendekatan. Terlihat Sekar menunduk malu dirinya bahkan belum bisa menghadirkan senyum bahagia keluarga calon suaminya.
Kevinpun menyadari jika tunangannya memang terkesan jauh dari keluarganya. Jika mama Zara selalu dekat dan nyaman bersama Juli, harusnya Sekar juga bisa bukan ? Terlebih Kevin berharap Sekar bisa berhenti bekerja sebelum hari pernikahan mereka dilaksanakan.
Rasa pengertian keduanya terhadap pekerjaan masing masing, membuat mereka lupa diri bahwa ada komunikasi didalam hubungan yang mesti dijaga.
Sekar sendiri sempat berpikir "Cinta tidak sih dirinya pada Kevin ?" atau sebaliknya, apakah benar Kevin mencintainya tulus mengingat Kevin pernah jatuh sedalam dalamnya karena patah hati.
"Loh kok pada melamun ? Ayo kita mulai makannya."
Mama Zara memecah keheningan antara Kevin dan Sekar. Keduanya saling tatap penuh ragu.
Ragu tentang niat tulus mereka membina mahligai rumah tangga. Kevin yang dewasa pemikiran meski usianya lebih muda 5 tahun dari Sekar, tersenyum menengok kearahnya. Memberi ketenangan hati bagi kekasih, ia tahu kalau Sekar kini tengah merasa gugup bahkan berasa diacuhkan.
"Sekar, kok makannya sedikit nak ? Tambah lagi ya sayang !" Zara menyempatkan memberi perhatian pada calon menantunya. Sebentar lagi anak perempuannya akan bertambah. Akan terasa lengkap jika hadir cucu cucu diantara mereka.
"Iya tante, nanti Sekar nambah." Jawab sekar tanpa lupa mengulas senyum.
__ADS_1
"Nanti keluarga kita pakai kebaya samaan ya diacara nikahan Tiara dan Bara. Orang WOnya nanti kirim ke rumah." Disela menyantap makan siang, Grand Ma mengingatkan acara pernikahan Tiara minggu depan.
"Mami kok gak diskusi dulu, siapa tahu anak anak sudah punya baju couple masing masing." Ditya menanggapi rencana Aulia.
"Belum kok pih, Juli sama mas Damar bahkan belum kepikiran soal kostum."
"Tuhkan denger sendiri apa kata Juli. Grand Ma tu seneng banget ada yang sepemikiran." Kali ini Grand Ma merasa menang berdebat dengan Ditya.
"Juli hari ini selesai sidang ya ? Selamat, sebentar lagi wisuda kamu."
Jadi teringat kuliah menantunya, Ditya memberi ucapan selamat.
"Iya pih, terima kasih. Kalau kalian tidak keberatan, Juli undang ke acara wisuda bulan depan."
Acara terus berlanjut hingga pada hidangan penutup. Bagi Sekar ini seperti ajang keluarga mengagumi sosok Juliana. Jadi apa gunanya ia hadir diantara mereka jika Juli selalu jadi pusat perhatian.
Sebelum kembali ke rumah sakit, Kevin mengantar Sekar terlebih dulu ke kantornya. Mana mungkin dia tega membiarkan Sekar naik taxi.
Selama perjalanan keduanya sibuk dengan pikiran masing masing. Sekar memang tipikal pendiam tanpa banyak bicara, bertemu dengan Kevin yang juga dingin.
"Kamu kenapa, apa ada masalah ?"
__ADS_1
Kevin akhirnya membuka suara membuyarkan lamunan Sekar.
"Tidak ada, aku hanya sedang berpikir apa aku bisa menjadi menantu yang baik buat keluarga kamu. Aku sadar diri banyak kekuarangan Kevin."
Saat orang berkata mendekati hari pernikahan sepasang kekasih akan dihinggapi keraguan, maka benar adanya. Sejak pertemuan tadi Sekar kini merasa belum siap untuk menikah.
"Pelan pelan saja Sekar, jadilah dirimu sendiri." Kevin meraih tangan Sekar lalu ia genggam.
"Terima kasih, kamu selalu mengerti keadaanku." Ucap Sekar tersenyum samar.
Bagitulah Kevin selama ini, dia sangat bijak dalam menanggapi permasalahan dalam hubungan mereka. Berawal dari saling melengkapi disaat kekosongan tercipta, Kevin sering menghabiskan waktu luangnya bersama Sekar. Kevin akan selalu mencari keberadaan Sekar saat merasa kesepian. Dan bagi Sekar, Kevin layaknya pelindung dan penyemangat hidup.
"Aku kembali ke rumah sakit, hari ini aku harus lembur untuk memeriksa laporan."
Setibanya mobil di carpot MHotel, Kevin melepas Sekar turun.
"Jangan lupa beristirahat, laters Kevin." Sekar keluar dari mobil begitu saja. Ya, hubungan mereka terbilang sangat sehat sehingga belum terjadi kontak fisik. Kevin melambaikan tangannya kearah Sekar sebelum kembali menancap gas.
Note :
Jangan lupa baca sekuel Cinta terpendam berjudul "Salahkah Memendam Cinta"
__ADS_1
Episode pertama masih on progress. Cek Profil untuk baca, karena masih belum bebas review. Terima kasih sudah membaca Cinta terpendam, karena kemarin ternyata jadi episode terakhir.