Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
#88


__ADS_3

Chef di restoran itu bukannya tidak mampu melakukan tugas mereka. Hanya saja kesibukan mereka menangani beberapa event juga room service. Memaksa kepala bagian memutar otak untuk menambah personil.


Sayangnya belum ada yang memenuhi kriteria.


Awal kisah Juli bisa bekerja disana karena teman kampusnya juga seorang waitress.


Kebetulan Juli bertanya soal pekerjaan paruh waktu.


Juli diminta Chef untuk membantu membuat aglio e olio. Dan ternyata itu pesanan sang CEO.


CEO mengadakan jamuan makan bagi para atasan MH Group.


Pujiannya sampai masuk kedalam dapur, menjadikan Juli Daily worker selama 6 bulan terakhir.


Permulaan Juli selalu saja diminta menjadi cook helper bahkan dish washer. Jalannya terbuka lebar saat chef memberi izin untuk menduplikasi menu.


Pengalaman sebelumnya Juli bekerja disalah satu cafe ternama. Itu juga ia lakukan setelah lulus SMA. Demi membayar tagihan biaya semester. Beasiswa bukan berarti biaya gratis, hanya Julia masuk tanpa harus bergantung pada hasil SBMPTN.


"Ok juls, do it now !"


Alin diberi kode oleh security jika tamu istimewa Mr. Dee sudah memasuki carpot.


Makanan untuk para bos harus tepat waktu, tidak boleh terlalu cepat apalagi terlambat.


"dua aglio e olio, satu carbonara. And the baguette."


Tepat waktu, Alin meminta pramusaji menghidangkannya di meja VIP.


Kebetulan suasana resto sangat ramai tamu hotel maupun pengunjung dari luar.


"Juls, kenapa kamu tidak melamar disini saja ? Kamu akan meringankan tugas kami, kami sangat sibuk sampai lupa mengurus pesanan pak Bos."


Salah satu chef yang bekerja shift dua mengobrol dengan Juli, meski tangannya sibuk memanggang steak.


"Aku tidak ingin terikat kontrak dan aturan chef."


Jawabnya singkat dan berbobot.


Juli akan membantu jika sudah mendapat izin chef yang memimpin shift.


"mas Damar tumben ajak kita makan. Semoga ada kabar baru kalau mas Damar punya pacar. Iya kan nek ?"


Setiap kali mereka bertemu Kevin akan selalu nagih pacar dari kakaknya.


"Otakmu isinya pacaran melulu Vin, mas masih betah begini. Bebas dan gak ribet sama aturan take and give."


Atikah hanya terkekeh mendengar ucapan Damar.


"memangnya simbiosis mutualisme. Dee, hubungan itu harus ikhlas dijalani jika tidak ingin merasa terkekang."


Nasehat Atikah diperhatikan baik baik oleh Kevin, tak dianggap oleh Damar kakaknya.


"nah ini nek menu yang lagi Damar ingin makan. Sayang spicy, jadi nenek yang Carbonara saja."


Menu makan malam sudah tiba, dengan bangga Damar memperkenalkan menu andalan restonya.


"wah dari tampilannya saja sudah bagus mas."


Hampir saja Kevin menjatuhkan air liurnya, matanya tertutup saat tersenyum.


"Persis rasanya seperti pertama kali makan ini."

__ADS_1


Damar menikmati setiap rasa yang menari dilidahnya. Tidak terlalu pedas, gurih dan crunchy menjadi satu paduan rasa pas.


"lebay deh mas, enak sih enak tapi lebih enak punya pacar tahu haha."


Belum selesai serangan yang dilakukan Kevin, terus saja menggoda kakaknya.


"Bu Alin, ,


bisa tolong panggilkan cook yang membuat menu ini ?"


Sejak tadi Alin memang menunggu, takut ada keluhan atau kekurangan.


"Waktu kerjanya sudah off Mr. Dee, jadi dia langsung pulang. Sengaja menunggu untuk membuat dish request bapak."


Jawaban sudah Alin siapkan dengan matang jika sewaktu waktu Mr. Dee ingin bertemu Juli.


"sayang sekali.


Tolong beri dia bonus kecil, apa saja."


Perintah Damar pada Alin, ia mengangguk lalu kembali ke meja kasir.


"bisa tamat kalau mr. Dee tahu pembuatnya bukan karyawan sendiri."


Dalam hati Alin terus saja menggerutu, tidak ada jalan lain selain merekrut Juli jadi cook trainee.


"no, mam. I cant, serius aku memang butuh pekerjaan ini. Bukan berarti jadi karyawan. Kuliahku baru semester 2 mam."


Diruang kerja Alin, Juli menolak tawaran yang diajukan wanita yang kini sedang kalang kabut itu.


"Aku harap kamu akan berubah pikiran Juls."


Alin menyodorkan amplop cokelat ke hadapan Juli.


Bukannya matre, Juli senang bukan main menerima bonus itu. Atas dasar hasil kerja kerasnya.


"apa ini gak kebanyakan mam ?"


Wulan merasa isinya cukup tebal.


"kamu lupa, kalau seminggu ini kamu belum dibayar. Terlebih hari ini kamu 2 shift, pulang dan istirahatlah !"


Wulan mengangguk dan memasukan uangnya kedalam tas.


🌙️🌙️🌙️


Juli merebahkan tubuhnya setelah mandi kedua kalinya. Tempat tidurnya berukuran single bed yang lebarnya 140cm.


Kecil namun selalu memberinya kenyamanan.


Kesialannya dimulai saat papinya bangkrut akibat hutang menumpuk dimana mana.


Sering KDRT pada maminya hingga sakit sakitan, lalu meninggalkan Juli untuk selama lamanya.


Parahnya wanita kurus kering itu overdose meminum pil penenang.


Pengalaman buruk itu terjadi saat dirinya baru lulus SMP.


Ia nekad kabur ke ibukota untuk pergi dari jeratan sang papi.


Bermodal keberanian, uang tabungan secukupnya juga berkas penting yang ia bawa.

__ADS_1


Juli ingin melanjutkan sekolah dan kehidupan barunya dari awal.


Kamar itulah yang menjadi saksi bisu perjuangan Juli.


"Juli kangen mami hiks . . ."


Jika mengingat maminya, Juli akan terus menangis semalaman tanpa jeda. Hatinya selalu perih menerima kenyataan pahit hidupnya.


dret dret . .


handphone Juli tiba tiba berbunyi, siapa yang menelponnya tengah malam begini.


"siapa ?"


Juli mengangkat telpon dengan nada ketus, ia selalu seperti itu jika menerima panggilan dari nomer baru.


"Apa aku mengganggumu ?"


siapa orang ini, suaranya masih begitu asing bagi Juli.


jelas mengganggu karena ia hampir saja menutup mata sembabnya untuk tidur.


"Bukan begitu, aku tidak tahu kamu siapa menelpon malam malam."


"Aku Damar, kamu sudah lupa suaraku ?"


Damar dosen pengganti itukah ? kenapa dia bisa memiliki kontak Juli.


"buku absen, mahasiswa mencantumkan contact person mereka. aku menyimpannya dari sana."


Damar menjelaskannya pada Juli.


Saking terkejutnya Juli sampai tak mampu berkata apa apa. Ia hanya diam dengan menggigit bibir bawahnya.


"apa kamu tidur Juls ?"


Damar memastikan karena tidak ada suara sama sekali.


"Tidak pak, aku hanya bingung kenapa bapak menelpon."


"kirimkan alamat rumahmu, besok akan aku jemput untuk sarapan pagi."


Apa Juli tidak salah dengar ?


atas dasar apa Damar mengajaknya sarapan pagi, apa Damar juga menyukai dirinya ?


ah jangan terlalu percaya diri, bisa saja dia ingin membahas soal kampus.


"Baiklah."


Singkat saja Juli menerima ajakan Damar. sungguh ia tidak ingin mengkhayal sebelum semuanya jelas.


"Beres sudah, kamu boleh tidur sekarang. laters Juls . ."


Damar menutup panggilannya.


"Aaaa . . ya ampun pak Damar mengajakku sarapan bersama. dosen tampan aku padamu."


yang tadinya mengantuk, Juli malah kembali segar seolah lupa kalau barusan ia habis menangis.


Tubuhnya mengguling guling kesana kemari saking bahagianya.

__ADS_1


Pipi Juli mulai merah merona padahal AC di kamarnya sedang menyala.


__ADS_2