Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
7 bulanan


__ADS_3

Tepat ditanggal 17 bulan januari, syukuran 7 bulanan Zoya digelar di rumah pak Mahesa.


Sederhana, tapi penuh kehidmatan suasana sebelum pengajian di mulai.


Bu Atikah menyiapkan hidangan untuk para jemaah. Dan bakery milik bu Aulia mengisi snack box yang akan dibagikan sebagai jinjingan.


Persiapan juga dibantu oleh teman dekat Ditya dan Zoya.


Erwin dan Milka bertugas menyambut para tamu dan jemaah. Sementara Arga dan Tia mengatur konsumsi.


"kamu yakin tidak apa apa ?"


Ditya menemani Zoya yang masih didalam kamar.


"iya mas, kamu sudah tanya sampai berapa kali. Aku sangat siap".


Sejak kejadian itu, Ditya jadi sangat over protectif pada Zoya.


"bukan begitu, upacaranya kan tidak sebentar. Takutnya kamu kelelahan".


"hadeuh, masih aja drama kalian ini. Ayo acaranya sudah mau mulai". Erwin datang menyela perbincangan keduanya, untuk menjemput karena acara memang sudah dibuka.


"diamlah ! Kami akan menyusul"


Suasana romantis diantara mereka pecah oleh kehadiran Erwin.


"ayo mas, kita keluar".


Zoya minta dituntun oleh suaminya, karena bobot baby X makin berat setiap minggunya.


Zoya mengenakan samping dengan dibalut rompi dan bandana melati yang melingkar. Sementara Ditya mengenakan pakaian adat jawa berwarna abu abu.


Dipandu oleh sang ahli, mereka duduk di tempat siraman.


Prosesi tingkeban dimulai dengan acara siraman.


Menggunakan bunga 7 rupa, Zoya diguyur oleh suami dan anggota keluarga masing masing 1 gayung.


Kemudian Ditya memegangi kendi berisi air dari 7 sumur untuk wudhu Zoya.



Karena sudah basah, Zoya diantar Milka dan Tia ke kamar untuk memakai kebaya adat jawa.


"Zoy, loe cantik banget pake ini. Meskipun perutnya udah buncit juga".


Milka menggoda Zoya yang terlihat gugup sejak tadi.


Prosesi tingkeban dilanjut dengan memasukan telur kedalam kain yang dililit ketubuh Zoya. Kalau telurnya pecah katanya perempuan, dan laki laki jika masih utuh.


Zoya dan Ditya memang tidak ingin mengetahui jenis kelamin baby X meski sudah beberapa kali USG.


Dilanjut dengan memilih kelapa yag digambar tokoh wayang. Rama dan Shinta.


Setelah mengetahui kelapa mana yang terjatuh, Ditya membelah kelapa tersebut.


Sebagai prosesi terakhir dari proses tingkeban, Zoya memakai 7 kain samping.


Adat hanyalah adat, kita tidak bisa menjadikanny sebagai landasan utama. Tetap saja, berdo'a adalah obat dari segala obat.

__ADS_1


Berlanjut ke acara inti, yaitu pengajian. 7 orang pria akan membaca 7 surat berbeda.


Ditya kebagian Qur'an surat Ar Rahman, sementara pak Mahesa surat Al Lukman.


Arga yang juga bisa membaca Al Qur'an ikut membantu membacakan surat Marya.


Sisanya akan dibacakan oleh jemaah undangan.


Saat lantunan ayat Al Qur'an terdengar nyaring ditelinga, semua yang hadir terlihat khusyu memperhatikan. Termasuk Zoya, ia tak menyangka kalau Ditya sangat mahir. Keduanya memang jarang sholat berjamaah, selalu masing masing.


Tapi bukan berarti lalai, Ditya selalu ada dalam setiap do'a Zoya begitupun sebaliknya.


Akhirnya seluruh acara sudah rampung. Kini semua yang hadir tengah menikmati hidangan.


Tidak sedikit, staf MH Group juga ikut hadir untuk mendoakan.


"silakan lanjutkan !"


pak Mahesa menghampiri beberapa perkumpulan stafnya yang sedang asik makan.


"pak, dicari ibu didalam".


sekretaris pak Mahesa memanggil bosnya yang sedang beramah tamah, karena bu Aulia ingin berbicara.


"nambah lagi yang kenyang, saya tinggal". kemudian pak Mahesa mengikuti dari belakang.


"ada apa mi ?"


tanya pak Mahesa duduk disamping bu Aulia, keduanya duduk lesehan diatas karpet.


"pi, ayo dong bilang ke mereka ! biar Zoya dan Adit tinggal disini, mami kan sebagai mertua mau jagain mantu sama cucu kita".


"mi, tunggulah keputusan Ditya! kita tidak maksa, apalagi jarak rumah kita ke MHotel kan lumayan jauh. nanti malah Ditya jarang pulang, Zoya juga yang kasihan".


sebenarnya pak Mahesa juga ingin seperti itu, tapi beliau masih khawatir jika Ditya akan tergoda wanita lain jika jarang pulang nantinya.


bu Aulia hanya bisa menuruti perintah suaminya.


"eh eh kalian foto dong, biar di update hehe". Milka meminta Ditya dan Zoya berfoto bersama.


cekrek . .


Ditya memegangi perut Zoya dengan menatap wajah cantik Zoya yang disanggul sederhana.


"thanks ya, kalian sudah repot membantu". merasa bersyukur sekali Ditya memiliki teman yang sangat baik dan peduli padanya juga Zoya.


"jangan lupa saja, acara liburan gratisnya". Arga terkekeh mengingatkan rencana mereka yang ingin berlibur.


"kalian janji liburan ?"


tanya Zoya penasaran melirik Ditya.


"itu loh Zoy, kita berenam maunya ada liburan kemana gitu. dibayarin Ditya".


Erwin menjawab rasa penasaran Zoya.


"mau banget, ayo kapan kira kira".


Tia kegirangan mendengar rencana yang dibuat tim pria.

__ADS_1


"iya mas, baby x juga kan mau ngalamin babymoon".


"tunggu ya, sampai Zoya benar benar fit 100%".


sesuai dugaan kelimanya, Ditya pasti akan menjawab seperti itu.


karena tidak memungkinkan untuk pulang, Ditya dan Zoya menginap dirumah pak Mahesa.


"mas, aku mau tanya sesuatu".


dikamar, Ditya dan Zoya tengah beristirahat sambil menonton film.


"apa itu ?"


Tanya Ditya penasaran, kini dia duduk menatap Zoya setelah sebelumnya fokus pada layar TV.


"kalau nanti aku masa nifas, apa kamu akan mencari kepuasan diluar sana ? aku selalu takut membayangkan itu mas".


pembicaraan mereka kini mulai serius, pikiran Zoya akhir akhir ini terganggu oleh hal itu.


"kemarilah !"


Ditya meraih Zoya untuk memeluknya, dia membelai rambut Zoya.


"sekuat mungkin aku akan menahan hasratku sayang, demi kamu dan anak kita. semoga itu tidak akan pernah terjadi".


terkadang memang susah bagi kaum pria, jika hasrat mereka tidak tersalurkan. bisakah Zoya mempercayai kata kata Ditya ?


hanya Tuhan yang tahu jawabannya.


"lebih baik kita tidur, kamu pasti sangat lelah".


tidak sampai tamat mereka nonton film romance itu. keduanya sudah berbaring di ranjang, bersiap untuk tidur.


ting . .


sebuah pesan masuk ke handphone Ditya.


"dari siapa mas ?"


Zoya ikut mengamati layar handphone suaminya yang masih belum dibaca juga.


"besok saja mas buka, sekarang ngantuk sekali".


segera saja Ditya mematikan handphonenya dan memeluk Zoya.


lampu sudah dimatikan, mereka berusaha memejamkan mata untuk beristirahat.


Ditya masih dibayangi isi pesan tadi yang sempat muncul dilayar.


from : +62853 2019 xxxx


kapan kamu ke cirebon ?


entahlah, mungkin Ditya hanya ingin mengabaikan pesan itu. karena sudah ada bu Diana, Ditya sudah tidak terlalu fokus ke D'Zhotel lagi.


dia ingin menjaga Zoya dan menjadi suami siaga di trisemester akhirnya.


aku tahu mas, kamu menyembunyikan sesuatu dariku !

__ADS_1


gumam Zoya dalam hati, setelah melihat perubahan sikap Ditya yang menerima sebuah pesan dari seseorang.


__ADS_2