
"Kagak pengen! nomer satu terlalu keraaas!" sahut Siswa lain dan disambut gelak tawa.
"sudah, jangan seperti itu." sela Bu Farida menghentikan perdebatan kecil itu. "Kalian siapkan kertas, gausah gede gede. Kalian tuliskan nama teman kalian yang menjadi kandidat ketua kelas yah, masing-masing satu orang satu. Dan buat para kandidat, kalian gak perlu ikutan milih. Paham?"
"Pahaaam Bu!"
Seketika kelas diam, mereka mengambil kertas masing-masing, ada yang berbagi ada yang minta sama temannya. gak modal CK CK CK.
satu persatu mereka kedepan dan memberikan potongan kertas kecil yang dilipat kepada Bu Farida. "Sudah semua?!" tanya Bu Farida.
"udah Bu."
Bu Farida mulai menghitungnya dalam diam, sambil di catat di buku catatannya sendiri. Hingga beberapa saat berkomat kamit sendiri, Bu Farida berdiri juga untuk mengumumkan hasilnya.
"ini kalian sekolah semua yah?" tanya Bu Farida.
"iya Bu!"
"baguuus, Ibu suka sama murid murid Ibu yang semangat sekolah apalagi buat belajar, jangan pada bolos yah?" tuturnya dengan wajahnya yang tetap tersenyum.
"kapan pengumuman nya Bu?" Seru salah satu siswa dengan wajah setengah kesal.
"Ah iya ibu lupaa hhheeee... sebentar yahhh." Ucap Bu Farida sambil menggaruk tengkuk lehernya.
Serempak semuanya menertawakan Bu Farida yang salah tingkah, "maklum Bu kan manusia hhhaaa." Sahut Siswa lainnya lagi.
"Ehemm! Sudah yah ketawanya... Ini Ibu umumin sekarang nih." Ujar Bu Farida sambil membuka buku catatannya yang tadi.
"Yang mendapatkan posisi ketua kelas adalaaaah, Erlangga... Dan wakilnya adalaaaah, Nurlaila! Poin mereka hanya beda satu poin." Ucapan Bu Farida disambut riuh para siswa siswi yang pilihan mereka masuk kedaftar ketua dan wakilnya.
"Poin Erlangga sebanyak dua belas, poin Nurlaila sebanyak sebelas, poin Dion sebanyak lima, dan poin Aulia sebanyak dua. Adil gak?"
"Adill!!!"
"Gaaak!"
Lebih dominan yang menjawab adil dibandingkan tidak, yang menjawab tidak hanya Lia dan yang memilihnya saja.
Tak terasa, jam pulang sekolah sudah tiba. Semua berbondong bondong keluar dari kelas masing-masing, terutama kelas IPS satu, yang riwehnya tiada tara.
"Aseeek pulaaang, maaak tunggu aku, anakmu ini akan segera menghabiskan nasi sebaskom." Seru saalh satu siswa dengan hebohnya, dan disambut tawa keras oleh temannya yang lain.
"Gelang sepatu gelang, gelang si Rama Rama. Hayuk pulang, hayuklah pulang, hayuklah pulang bersama-sama." Nyanyi Dion dan merangkul temannya yang berteriak tadi, yang namanya memang Rama.
"Sipatu cuyy, bukan sepatu! Terus juga, mari pulang, bukan hayuk pulang!" Ralat seorang siswi sambil menoyor kening Dion dengan tanpa berdosanya.
"Serah gue lahh, sewot Lo Ta." Ujar Dion dan melanjutkan nyanyian tak jelasnya, dan anehnya semua mengikuti nyanyian Dion sambil membereskan buku buku dimeja mereka.
"Ekhem! Sebagai seorang wakil ketua kelas, saya! Nurlaila Pe! Memberitahukan bahwa saya akan... Ikut bernyanyi." Ujar Laila lantang kemudian disambut tawa keras.
"HAYUK PULANG HAYUKLAH PULANG HAYUKLAH PULANG BERSAMA SAMA!" Siang ini, di kelas IPS 1, hampir semua muridnya bernyanyi dengan lantang juga dengan watados nya.
Erlangga mengusap wajahnya kasar, sepertinya yang waras dikelas ini hanya dirinya. Nathan juga, ia malah bernyanyi paling lantang sambil menggebrak meja.
Jika kelas lain ketika mendengar suara bel pulang akan segera bergegas keluar, beda lagi dengan kelas IPS 1, malah nyanyi dulu. Perbanyak sabar Erlangga, terkadang gak ikutan gila kayak yang lain itu memusingkan.
__ADS_1
Erlangga keluar kelas lebih dulu, berlama lama disana membuat kondisi psikisnya kian lemah. Iya soalnya teriakan mereka bikin stres.
Saat Erlangga berada di depan pintu, tiba-tiba saja pintunya terbuka dan menampakkan wajah sangar seseorang dengan mata yang menatap tajam kedepan. Sepertinya dia salah satu guru killer di SMA Lima Sila, terlihat dari penampilannya.
Menggunakan kacamata minus, kumis tebalnya, tubuhnya yang sedikit lebar, serta tatapan menusuknya yang membuat Erlangga bergidik ngeri.
"Heh! Ini kenapa berisik begini?! Bukannya pulang malah teriak teriak gak jelas, gimana kalian ini?!" Sentaknya kesal.
Kehadiran Erlangga dihadapannya tak dianggap saat ini. Erlangga seperti berdiri di jurang yang jika mundur kebelakang akan kena semprot maju pun sama.
Tiba-tiba semuanya terdiam, "cepat pulang!" Finally nya dan menatap Erlangga yang dari tadi hanya berdiri sambil sesekali menatapnya. Semua orang juga baru menyadari Erlangga berdiri disana.
"Kamu? Ngapain berdiri disini? Pulang!" Tanyanya pada Erlangga yang tak bergeming.
"Saya mau pulang Pak, tapi ada Bapak disana jadi saya berdiri nunggu Bapak pergi." Jawab Erlangga dengan senyum yang sedikit dipaksakan.
"Oh iya yah? Yaudah silahkan. Bapak juga mau pergi." Ujarnya ramah dan langsung pergi dari hadapan Erlangga.
"Huuuu! Freak banget jir si Bapak." Seru salah seorang siswa dan dibalas anggukan setuju dari yang lain.
"Assalamualaikum." Ucap Laila dan langsung masuk kerumahnya karena sepertinya tak ada siapapun di rumah.
"Capek beudd." Gumam Laila saat sudah didalam kamarnya.
"Anak anak juga pada absurd jir! Ngakak gue hhhii." Monolognya sambil mengingat kekonyolan nya dengan para teman barunya di kelas.
Tiba-tiba ponselnya mendapat notifikasi, awalnya Laila tak perduli, namun lama kelamaan notifikasi nya semakin menggila.
Laila merogoh sakunya untuk mengambil handphone nya. Disana tertera grup sekolah yang isinya tanpa guru, sepertinya baru di buat.
...《The Family X IPS 1》...
...0854xxxx telah membuat grup "《The Family X IPS 1》"...
...0854xxx telah menambahkan Anda...
0854xxxx
Ramein woyy!!!
Grup kls IPS 1 nih! Senggol donggggg🤣🤣
0896xxxx
Wajirrr! Lngsng dibuat dngg😳
0812xxxx
IPS 1 terembest!👍👍👍👍👍👍👍
*NfisaCrazy**👾
Gaskeuun Nat, kta buat kls Laen ngjoakkk! Kek kata @AnakManisee^_^ mah🤣🤣*
__ADS_1
0877xxxx
Brsik!
Dan berbagai macam pembicaraan tak penting lainnya terus berlanjut. Laila merasa bosan membaca dari tadi, alhasil ia ikutan nimbrung.
^^^Anda^^^
^^^Bgtu rme ni grupp, pdhl Bru 24 org.^^^
0854xxxx
Bntrr, gw malak no org dluu, biar full smuaa mrd kls 10 IPS1.
Bntat
Bnrat
Bntar
Typo mlu, rbttt.
0838xxxx
Ngmng pa lu Banh?
*NfisaCrazy**👾
Korban Facebook:v*
^^^Anda^^^
^^^Nananini njrr!^^^
^^^Yaaaaaaaaaa, tilelep semua!^^^
^^^Huh🤯^^^
0838xxxx
Gj
0854xxxx
2in
...0854xxxx Telah menambahkan 0879xxx + 0813xxx + SfiraKnyuk🗿...
^^^Anda^^^
^^^Tmbh rme dngg, nmbhin @SfiraKnyuk🗿 juga🤣🤣^^^
0854xxxx
Yoiii banh🤥
Sve no gw jirr, gw bwll di sni kgk ada yg sv 1 org aj😶
0877xxxx
Haram.
0896xxxx
2in
0838xxx
10in
Laila keluar dari roomchat, rasanya pembicaraan nya sudah semakin tak waras. Lebih baik ia mandi ganti baju dan makan siang, itu lebih baik. Laila beranjak mengambil handuknya dan masuk ke kemar mandi.
#Bersambung
Sebelumnya maaf jarang up, jujur aku kehilangan garis besar cerita, mungkin mulai episode 19 dan seterusnya aku bakal mentingin garis besarnya. Bantu Like Komen dan votenya, makasih,❣️
__ADS_1