Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Debat Pemiketulas:v


__ADS_3

Sesampainya di kantin, terlihat Erlangga yang sedang duduk santai sendiri. Gerak gerik Erlangga tak luput dari perhatian siswi di kantin yang sedang mengagumi ciptaan tuhan. Sayang kalo dilewatkan.


Nathan menghampiri Erlangga untuk duduk di tempat yang sama dengan sahabatnya itu. Nathan masih menyeret Safira, dan di ikuti Nafisa dibelakangnya yang masih menyeret Laila juga.


"Ga, Ga, Erlangga! Curang Lo ninggalin!" Protes Nathan saat tiba di depan Erlangga.


Safira yang tangannya sudah dilepaskan pun, langsung menghela nafas lega dan mengusap usap lengannya yang sedikit basah karena keringat dari telapak tangan Nathan.


"Bodo." Balas Erlangga santai.


"Hai Erlangga, GaGa muach!" Jiwa buaya Nafisa langsung keluar begitu saja. Laila dan Safira memutar bola matanya jengah. Dan Erlangga tak mengindahkannya.


"Jangan mulai malu-maluin deh Sa, ini banyak orang tau!" Tegur Laila sambil menyeret sahabatnya tersebut untuk mencari tempat duduk yang lebih layak. Maksudnya, tidak dengan cowo:v.


"CK! Kan nyapa doang, apa salahnya?" Protes Nafisa.


"Cara nyapa Lo gak manusiawi." Timpal Safira.


"Tapi buayawi hhhaaa!" Sahut Laila setengah mengejek dan tertawa.


Akhirnya mereka mendapat tempat duduk, walaupun di ujung sekali, tidak masalah pikir mereka. Mereka memesan makanan dan menghabiskan waktu di kantin hingga bel masuk kembali berbunyi.


Laila dkk berjalan menuju kelas dan bertemu di koridor dengan Erlangga dan Nathan hingga mereka berjalan bersama ke kelas. Dengan Nafisa tak berhenti menanyakan ini itu kepada dua lelaki itu.


Sampai kelas, di sana sudah ramai penghuni kelas IPS 1. Laila dkk juga Erlangga Nathan duduk ke tempat mereka masing-masing.


"Assalamualaikum, mari kita lanjutkan yang tadi yah anak anak..." Bu Farida mengucap salam setelah ia masuk ke dalam kelas.


Kericuhan yang tak terlalu itu langsung diam. "Untuk para kandidat, kalian udah buat visi misi?"


"Belum!" Serempak empat orang tersebut menjawab 'belum'.


Huhh! Bu Farida menghembuskan nafas pelan, "Ibu beri kalian waktu delapan menit, dan kalian harus sudah selesai, paham?" Jelas Bu Farida. "Dan untuk sisanya, kalian berunding untuk menentukan siapa yang menjadik seksi-seksi nya, paham?"


"Paham!"


Mereka langsung berkumpul untuk menentukan berunding ini itu. Sedangkan para kandidat duduk berjejer dengan kertas dan alat tulis di hadapan mereka.


Hening beberapa saat, hingga suara Bu Farida membuat fokus mereka terhenti. "Waktunya sudah habis! Ayok kembali ke tempat duduk semula."


Semuanya kembali duduk di tempat semula. "Ini pembacaan visi misi nya yah? Ayok siapa yang mau baca visi misi nya duluan?"


Lia mengacungkan tangannya, dan langsung berjalan kedepan dengan percaya dirinya. "Holaa, kalian pasti udah tahu kan gue siapa? Tadi dah kenalan, gak pengen basa basi sih yah, jadi visi gue adalah...


Membuat kelas IPS1 lebih tentram dan nyaman.


Tidak memberikan negosiasi untuk murid yang melanggar peraturan dan suka bolos. Otomatis langsung di adukan ke guru atau wali kelas.

__ADS_1


Menuntun teman kelas kita untuk mengikuti berbagai macam kegiatan bermanfaat di sekolah.


Misinya...


Jika ada yang berisik atau tidak menghargai seseorang yang di depan, akan langsung di suruh kedepan dan menggantikan seseorang tsb.


Jika ketahuan bolos dan melanggar peraturan, kalian tahu konsekuensinya.


Jika tidak mau, otomatis di paksa.


Udah makasih." Ucapnya menutup segala ucapan panjang lebarnya.


"Huuuuu!!" Banyak di soraki, karena visi misinya yang terkesan seperti memaksa.


"Makasih udah dengerin, pilih no satu yahh? permisi." Ujarnya kemudian kembali duduk di tempatnya.


"Terimakasih, Lia. Selanjutnya." Ucap Bu Farida.


Kali ini Dion yang maju. "Hai guys, gue bisa live streaming gak?" Sapaan sekaligus pertanyaan dari Dion membuat para penghuni IPS 1 terbahak.


"Dion, ini bukan tempat kamu ngevlog." Peringat Bu Farida kepada muridnya yang seorang YouTubers ini.


"Gapapa lah Bu yah? Ini kameranya saya simpen di meja ibu." Katanya nanya, pas di kasih tau tetep ngotot juga.


"Okee, guys, ini gue lagi dikelas baru gue. Gue bakal live streaming pas gue kasih visi misi gue di kelas okey?" Ia bermonolog di depan kamera miliknya, kemudian kembali berdiri.


Membuat kelas terasa seperti surga dunia, walaupun beda, tapi gapapa.


Siapapun yang melanggar peraturan, harus dihukum ada negosiasi sih.


Dilarang pacaran di kelas, bisa menodai mata para jomblo lainnya.


Siapapun yang mendengkur di kelas, mulutnya akan disumpel sama sampah.


Dan misinya...


Buat yang bolos, bodo amat, yang nanggung dia, yang rugi juga dia, gue gak peduli.


Menjungjung tinggi kepada guru yang sering memberi jam kos.


Menghormati sesama dan tidak saling hina, kecuali jika berjanda, eh bercanda kawan, kalem, matanya biasa aja gosah gitu." Dion bertutur panjang lebar berpangkat sepuluh, dan membuat jenuh.


"Udah itu aja sih yaaa, makasih. Jangan lupa pilih Dion Sunandar!! Coblos nomer dua!"


Kalimat terakhir Dion mengundang tawa semua orang. Sedangkan ia telah kembali duduk ke tempatnya. "Lanjut siapa lagi?" Tanya Bu Farida.


Laila menoleh kepada Erlangga, agar lelaki tersebut yang lebih dulu dari dirinya. Erlangga seolah paham, kemudian mengangguk dan berdiri.

__ADS_1


"Visi misi gue gak banyak, gak bertele-tele juga, serah mau pilih atau nggak. Visi gue adalah...


Berbaur bersama dengan teman sekelas tanpa ada yang namanya pembullyan antar teman kelas, dan pilih kasih.


Saling menghormati dan menghargai antara guru dan murid.


Misinya...


Menghindari pertengkaran antara teman.


Menjaga perlakuan terhadap orang yang lebih dewasa.


Gitu aja sih, makasih." Penuturan Erlangga berhadiahi tepukan tangan dan teriakan kagum yang dominan dari murid perempuan. Kemudian Erlangga kembali duduk.


"Satu orang lagi silahkan." Ucap Bu Farida.


Dengan langkah sedikit gemetar Laila berdiri, ia menetralkan sedikit kegugupan nya dan berdiri tegak di depan dengan senyum lebarnya. Nyengir.


"Assalamualaikum, kawand kawand, pilih lah Nurlaila. sejatinya gue orang setia dan mampu menepati visi misi. ini visi gue... dengerin baik baik yah?!


Visinyaa...


Membuat kelas nyaman tentram damai


Tidak saling membuly


Jika ada jamkos, satu orang keluar sisanya wajib keluar, bentuk solidaritas antar teman.


Yang tidak mau membayar uang kas, langsung di ambil tasnya dan nyari duitnya.


Kalo mau bolos, harus izin dulu biar dibantu doa sama kita.


Misinya...


Saling menghormati dan menghargai, gaboleh pilih kasih.


Yang gak bawa duit jajan musti dikasih biar serebu perak.


Ada yang nyenggol dikit kelas kita, otomatis langsung dibuat ngajoak.


Kalo ada yang gak punya Tipe-X wajib SCTV.


Udah sih gitu aja, makasih. pilih nomer empat bestihh!" Tutur Laila panjang lebar berpangkat menggunakan perkalian aljabar juga, kemudian di bagi dan ini hasilnya. Absurd.


"huuuuu!!! pilih nomer empat woyyy, merdeka kelas kitaaaa!" seru salah seorang siswa dengan hebohnya.


"enggaaaaaak!!! nomer tiga dihatii!!!" pekik salah seorang siswi dengan suara cempreng nya.

__ADS_1


"kamprettt!! nomer satu napa? sepi tu punya gue!" sahut Lia dengan kesal. sabar nanti kebagean.


__ADS_2