Cinta Terpendam

Cinta Terpendam
Hukuman


__ADS_3

Keesokan paginya, tak seperti biasa. Laila yang susah di bangunin, sekarang pukul 06:00 sudah stay di meja makan untuk menunggu sarapan paginya datang. Sambil mengotak atik handphone nya.


Hingga tanpa sadar, sang Ibunda sudah menyajikan susu dan beberapa helai roti tawar. Karena saking paginya Laila minta sarapan, sang Ibunda belum masak apapun di dapur terkecuali nasi di ricecooker yang belum matang.


"Mam..." panggil Laila saat sang Ibunda menemaninya duduk di meja makan.


"apaa? Komplain?" ujarnya sarkas, Laila mendengus kecil mendengar jawaban Ibunya.


"nggak bukan itu. Eumm aku berangkat sekolahnya gimana? Papa belom pulang." tutur Laila sendu, masalahnya ia tak bisa mengendarai mobil apalagi sepeda motor, Mamanya juga sama.


"minta jemput sama Safira coba." ucap Mama Laila sambil menyantap rotinya juga.


"iya juga yahh, telpon ahh..." seru Laila lalu meraih handphone nya dan akan menghubungi nomor Safira.


"ehh! Nanti aja, sekarang kamu sarapan yang bener setelah itu baru telpon Safira nya." ujar Mama Laila kemudian sambil meraih handphone Laila.


"yadehh," pasrah Laila. "gak di turutin juga ntar ibu negara ngamuk aku yang kena huftt." gumam Laila, yang ternyata dapat di dengar oleh sang Ibunda.


"kalo takut ibu negara mah ya gitu, 'kudu nurut!' kalo kata Papa mah." timpalnya santai namun dengan raut wajah menyebalkan menurut Laila.


"serah, serah," ujar Laila lemas.


Mamanya tertawa ringan menyaksikan kepasrahan anaknya saat berdebat dengannya. Setelah beberapa menit sarapan Laila membantu Mamanya menyimpan sisa roti ke dalam lemari makanan.


Kemudian ia mengambil handphone yang terletak di meja makan serta meraih tasnya yang ia simpan di kursi samping tempat ia duduk.


Laila duduk di ruang tengah, kemudian mengambil camilan yang tersedia di meja ruang tengah tersebut dan memakannya. Ia menyalakan handphone nya dan membuka roomchat grup yang berisi Nafisa dan Safira.


________________________________________


Anda


Helo guys epribadeh! Ada yg minat jemput gue kgk? Supri gue di pinjem Papa.


06:13


NfisaCrazy👾


Sorry yah La, gue gk bsa. Soalnya di anter sama babang tampuan sepupu kesayangan yang handsome nya gak ada tandingan. Jadi gk bsa soryy🙏.


06:15


Anda


Lahh? @SfiraKnyuk💆 gmna?


06:16


SfiraKnyukk💆


Gue juga La, gak bisa. Soalnya mau bareng sama Mommy gue, katanya dia lagi ada reuni SMA nya dan kebetulan lewat sekolah kita jadi sekalian, terus juga gue gak bawa mobil.


06:23


Anda


Kok gitu sehh? Nasip gue gimana dong? Hhuuu....


06:25


NfisaCrazy👾


Kan ada 3 mobil tuh di rumah lo La, pake yang punya bang Bian aja biar kece La😍.

__ADS_1


06:25


Anda


Siapa yang bawa bngst! Gue gak bisa bawa mobil, Mama gue juga!


06:26


NfisaCrazy👾


Eh,,, ya juga ya hhee


06:28


SfiraKnyuk💆


@AnakManisee^_^ terbang aja biar mainstream bwahhhaaaaa....


06:30


Anda


Kejam lo @SfiraKnyuk💆 😭😭


06:30


NfisaCrazy👾


Selamat berfikir keras wahai Laila yang durjana buahahaaaaaaa.....


Canda hhhee


06:32


SfiraKnyuk💆


06:33


NfisaCrazy👾


Gue juga, babang tampuan udah jemput, kalo gak cepet cepet keluar pasti ngamuk hhee. Duluan yahh @AnakManisee^_^ byee jugaa~Off


06:35


________________________________________


"yahh, mana udah siang lagi huh." gumam Laila sambil melirik jam yang menunjukkan pukul 06:40.


"kalo kesekolah berangkat pukul enam lebih empat puluh lima atau lima puluh menit, kayaknya bakal telat. Soalnya jarak antara rumah kesekolah lumayan jauh, membutuhkan waktu sekitar 15 menitan lebih, huh!" monolog Laila sambil menghitung jarum jam yang menunjukkan pukul 06:42.


"La, gimana? Safira bisa?" tanya Mama Laila saat menghampiri sang anak di ruang tengah.


Laila menggeleng pelan, kemudian menghembuskan nafas kasar. "tadi Papa telpon Mama, katanya bisa pulang nanti siangan gak jadi pagi, masalahnya lumayan rumit kata Papa La, jadinya agak siang." tutur Mam Laila.


"yahh... Terus Laila gimana dong Mam? Katanya lima belas menit sebelum tes harus udah ada di ruangan." rengek Laila.


"Pesen taksi online aja gimana? Mau?" usul Mama Laila, yang tiba-tiba terpikir hal itu.


"haaaahhhh! Kenapa gak ngusulin dari tadi Mahh, ayokk pesenn keburu siang nih." seru Laila sambil menggoyangkan lengan Mamanya.


"masalahnya Mama gak punya Aplikasi nyaa La." ucap Mama Laila.


"download dulu Mam cepet, di handphone Mama yah, memo handphone aku hampir penuh hhee." pinta Laila.

__ADS_1


Mama Laila mengangguk kemudian mengikuti perkataan Laila untuk mendownload apk tersebut.


"Mama udah pesen, kita tunggu di luar yuk." ajaknya kemudian menggandeng tangan Laila untuk keluar rumah.


Tak menunggu lama, selang 5menit taksi online tersebut sudah datang. Akhirnya Laila berangkat sekolah dengan di antar taksi online hhee.


Sesampainya di sekolah. Area sekolah sudah sepi, berarti tandanya semua calon murid sudah masuk ke ruangan masing masing.


Laila berjalan mengendap, gerbang memang belum di tutup. Tapi penjagaan ketat para panitia masih berlanjut sampai acara tersebut selesai.


Saat Laila membaca plang di atas pintu untuk mencari ruangan IPS 1, tapi langkah kakinya terhenti saat ia mendengar seseorang memanggilnya.


"hey!" seru orang tersebut. Laila menelan ludah dengan susah payah, ia mengetahui siapa pemilik suara berat tersebut. Bahaya! Gumamnya dalam hati.




Seorang pemuda dengan tampang datar sedang berdiri dengan gagahnya di depan gerbang sekolah. Setelah pukul 07:00 ia beranjak dari tempat tersebut untuk berpatroli melihat lihat agar tak ada calon siswa baru yang telat.



Semua panitia berjaga di dalam ruangan, sedangkan ia di beri tugas sebagai pengawas bagian luar. Saat sedang berjalan dan melihat kesana kemari ada teman rekan osis nya yang berjalan menghampiri.



"Ya, gue titip ruangan IPS 1 dulu yah, kebelet nih bentar doang kok suer..." pintanya, ia takut Surya akan menolak untuk membantu menjaga sebentar ruangan tersebut.



Yah pemuda itu Surya, si ketua osis galak hhee. Entah mendapat angin segar dari mana, Surya mengangguk kemudian berjalan meninggalkan temannya.



Saat sedang berjalan menuju ruangan IPS 1, ia melihat seorang gadis yang kelimpungan mencari plang yang bernama IPS 1, kemudian ia menegurnya karena tidak mematuhi aturan.



"hey!" seru Surya, tampak gadis itu terkejut dan langsung menekuk mukanya.



"kamu telat? Nurlaila Prasetya, ouh okey. Bagus yah, belum juga di terima disini udah berani melanggar peraturan!" ujarnya sambil membaca *nametag* Laila.



Laila yang awalnya terkaget kaget, kemudian langsung nyengir lebar saat Surya menyebut namanya. "sorry Kak, tadi jalan macet hhee." ujar Laila beralasan.



"lari keliling lapangan 10 kali, atau dijewer dari sini sampai ke ruangan dan mengakui kesalahan." tawarnya dengan hal yang sama sama merugikan Laila.



Laila meringis, tanpa sadar ia mengikuti kalimat terakhir Surya yaitu. "di jewer dari sini sampai ke ruan– eh..." ucap Laila kaceplosan dan refleks menutup mulutnya.



Tanpa babibu Surya langsung menjewer telinga Laila tanpa ampun sampai telinga Laila memerah karena jeweran maut tangan Surya.



\#**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2