
"Alhamdulillah," lirih Delmira dengan perasaan lega dan senyum mengembang dari wajahnya.
"Kami timbang dan cek kesehatan bayinya dulu ya Bu," izin seorang perawat membawa bayi itu.
Delmira hanya mengangguk sebagai jawaban. Sementara perawat yang lain membersihkan Delmira.
Sepuluh menit setelah itu, bayi didatangkan kembali ke ruang perawatan Delmira. Zaidan gegas untuk mengazani dan iqamah pada dua bayinya.
Lalu perawat memberikan satu bayi itu ke Delmira untuk inisiasi menyusu dini.
Wajah Delmira tersenyum ketika bayinya bergerak aktif di perutnya. Dia biarkan bayinya mencari sendiri dimana tutup ASI-nya berada.
Melihat anaknya aktif seperti itu, Delmira meminta perawat untuk menaruh anak satunya di atas perut.
"Kasihan yang satunya juga ingin cepat-cepat menempel sama ibunya Sus," ucap Delmira.
"Tapi hati-hati ya Bu," ucap perawat mengingatkan Delmira.
Anggukan pelan sebagai jawaban yang ditunjukkan Delmira.
Zaidan mendudukkan diri di tepi ranjang membantu Delmira membeti pagar pada dua buah hatinya agar tidak jatuh dari perut sang ibu.
"Masyaallah... mereka hebat semua Sayang, lucu-lucu. Lihat saja mereka bergerak mencari tutup wadah ASI," ujar Delmira dengan raut wajah penuh kebahagiaan.
"Itu belum nempel Sayang," ucap Zaidan yang merasa tidak tega melihat anaknya belum juga menemukan tutup wadah asi.
__ADS_1
Delmira tersenyum, "Namanya juga inisiasi menyusu dini Sayang, biarkan dua bayi ini mencari tutup wadah asi sendiri. Lihat, kepalanya dijedot-jedot ke dadaku, lucu sekali. Memang lama prosesnya, tapi yakinlah mereka akan menemukannya," terang Delmira.
Zaidan mengembangkan sebuah senyum. Pernah mendapat materi seperti yang disampaikan Delmira dari dokter kandungan sewaktu kelas parenting. Namun, ketika melihat anaknya susah payah bergerak mencari tutup wadah ASI, padahal sudah sangat dekat dengan posisi mulut bayi, membuat Zaidan ingin cepat membantu menempelkannya.
"Ummi boleh masuk?" izin Aisyah yang saat itu sudah ada dalam ruangan.
Delmira dan Zaidan menolehkan pandangan pada sumber suara.
"Ummi, ke sini saja Ummi," ucap Delmira.
Aisyah gegas mendekat ke arah Delmira
"Masya Allah... dua jagoan Eyang, kalian lucu sekali," ujar Aisyah yang duduk di tepi ranjang berseberangan dengan Zaidan.
"Dia istirakhat sejenak setelah lama bergerak, lihat saja, lucu sekali. Eyang pengin angkat dia biar nempel di tutup wadah asi kamu Del," sambung Aisyah dengan antusias.
Aisyah tersenyum dan Zaidan juga tersenyum sebagai jawaban.
Delmira merasa anaknya mulai bergerak kembali, matanya tertuju pada dua buah hatinya.
"Alhamdulillah, yang satu sudah menemukannya," seru Delmira.
"Yang satunya juga sudah Zaid," imbuh Delmira masih dengan wajah yang berbinar.
"Alhamdulillah," lirih Zaidan mengelus pucuk kepala dua bayinya.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata Delmira menetes, kedua tangan masih memegang dua bayinya dengan lembut.
Zaidan bergerak menghapus jejak air mata itu di dua pipi istrinya seraya tersenyum penuh kebahagiaan.
"Terima kasih Sayang," lirih Zaidan kemudian bergerak mengusap kepala istrinya yang tertutup kain hijab. Tubuhnya bergerak lalu mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala pahlawan tercintanya.
Delmira tersenyum, berlimpah kebahagiaan menyelimuti dirinya.
"Mereka mulai menghisapnya Zaid," lirih Delmira membuat Zaidan menolehkan pandangan pada dua buah hatinya, tubuhnya bergerak mundur agar lebih jelas menatap dua bayinya.
"Kuat sekali hisapannya Zaid," seru Delmira masih dengan senyum yang mengembang.
Sementara Zaidan menimpali ucapan Delmira dengan sebuah senyum singkat, dalam hatinya malah penuh tanya dan penolakan. Dan sungguh apa yang menjadi gundalan hatinya sangat tak beretika dan tidak tepat waktu, tapi itulah hati manusia.
"Saingannya ada dua," dengung Zaidan.
"Kenapa Yang?" lontar Delmira karena sedari tadi fokus menatap dua bocahnya yang masih tengkurap menyedot tutup wadah ASI, takutnya tidak bisa bernafas kalau-kalau kepalanya tidak gerak sehingga tidak begitu mendengar jelas gumaman suaminya.
Zaidan langsung menggelengkan kepalanya. Namun, pandangannya beralih pada ummi Aisyah yang menahan senyum.
'Apa ummi mendengar dengunganku?' batin Zaidan penuh tanya merasa malu.
siang menyapa ๐ค, duh lahiran dua baby belum kasih nama, yuk yang mau nyumbang nama.
nama bapaknya Alfian Zaidan Mukhtar, nama ibunya Delmira Cinta Kusuma dan Enaknya manggil kedua orangtuanya apa ya?
__ADS_1
kasih masukkan di kolom komentar kawan๐