Dinikahi Berondong Saleh

Dinikahi Berondong Saleh
Bab 42


__ADS_3

"Aku harus temui Meilin!" gumamnya kemudian.


Delmira gegas merogoh ponsel untuk memesan taksi on line. Tidak butuh waktu lama kendaraan yang dia pesan datang mengantarkannya ke tempat kerja Meilin.


Pantatnya dia dudukkan di bangku yang ada di depan kantor tempat Meilin bekerja.


"Sepertinya ada hal yang penting?" lontar Meilin dengan wajah tanpa dosa menghampiri Delmira. Pantatnya duduk di bangku yang sama di samping Delmira.


Mata Delmira menatap tajam ke arah Meilin.


"Apa yang semalam kamu lakukan padaku!?" tanya Delmira dengan mata nyala menahan amarah.


Meilin tertawa dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Delmira.


"Santai Del, kenapa begitu tegang sekali? Bukankah semalam kamu sangat menikmatinya?" seloroh Meilin dengan senyum mengejek.


"Brengsek kamu Mei! Salah aku apa, sampai kamu setega ini?!"


"Salah kamu apa?!" ulang Meilin mempertegas tanya Delmira.


"Kamu tidak salah apapun Del. Hanya nasib kamu yang salah!" sambung Meilin diiringi tawa.


"Aku sudah peringatkan kamu, jangan pakai hati menjalani pernikahan dengan Zaidan. Kenyataannya kamu malah jatuh cinta dengan dia. Ini resikonya."


"Jatuh cinta? Siapa yang jatuh cinta dengan dia?"


Meilin kembali tertawa, "Tanpa kamu katakan pun aku sudah jelas tahu kamu menaruh hati dengannya!"


"Kalau pun iya, apa salahnya?!" kesal Delmira.


Satu sudut bibir Meilin dia tarik, "Jelas salah, karena kamu menikah dengan Zaidan untuk balas dendam bukan sebaliknya malah jatuh cinta padanya!"


"Apa hak kamu mengatur hidupku hah?!"


Meilin tertawa kembali melihat raut kekesalan di wajah Delmira.


"Kamu sangat lucu Del kalau marah seperti ini," ucap Meilin menepuk bahu Delmira lalu menghentikan tawanya, "karena kamu bodoh! Gampang dimanfaatin! Jadi aku atur hidup kamu biar bermanfaat," lanjut Meilin, sorot matanya tajam menatap Delmira.


"Apa letak kesalahanku padamu?" lontar Delmira membalas tatapan Meilin.


"Kamu selalu mendapatkan apa yang kamu mau!" sahut Meilin.


"Bahkan! Orang yang sudah aku cintai pun kamu rebut dari tanganku!" lanjut Meilin giginya gemeretak menahan amarah.

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Mas Raffat."


Mimik Delmira berubah terkejut mendengar ucapan Meilin.


"Ada apa dengan mas Raffat?"


Meilin mendengus kesal. "Dia lelaki yang aku cintai terlebih dahulu, tapi malah memilih bersama kamu!"


Delmira membungkam mulutnya. Raffat adalah kakak tingkat sewaktu kuliah. Dia kenal Raffat memang dari Meilin tapi sejauh yang Delmira tahu mereka hanya sahabat. Delmira kala itu menerima cinta Raffat karena posisi Raffat memang masih sendiri dan dia tidak tahu menahu kalau Meilin mencintai Raffat.


"Kamu tahu, betapa sakit hatinya aku saat itu? Sakit sekali Del! Tapi mana kamu peduli! Yang kamu pedulikan hanya rasa bahagia untuk kamu sendiri!"


"Sejak saat itu, aku bersumpah akan mengambil yang seharusnya aku ambil sejak awal!" sambung Meilin.


"Kamu gila Mei!"


"Iya memang aku gila! Dan lebih menggila saat bermain cinta dengan mas Raffat!" ucap Meilin diiringi tawa.


Delmira membelalakkan mata, "Jadi, wa...wanita yang menjadi selingkuhan mas Raffat itu kamu?" lontar Delmira terbata.


"Bukan selingkuhan, tapi wanita yang seharusnya bersanding dengan mas Raffat!" Meilin mendengus. "Aku sudah bersumpah akan membalaskan dendam pada orang-orang yang telah mengubur impianku dengan calon anak kita!"


"Ya!" jawab tegas Meilin.


Bibir Delmira bergetar menahan tangis ketika mendengar jawaban Meilin. Dia tidak menyangka, diakhir hayat sang suami dia menemukan bukti kalau suaminya berselingkuh dan bukti itu menjadi fakta yang lebih menyakitkan ketika sahabatnya mengakui semua bukti yang terekam jejak digital.


"Kamu tega sekali Mei!" luruh tangis Delmira bercampur kecewa dan rasa sesak yang menjalar hingga dada.


"Yang terjadi padaku sekarang, apa semuanya telah kamu rencanakan secara matang, pernikahanku dengan Zaidan dan... kejadian laknat tadi malam?"


"Kamu baru menyadarinya? Hah?! Itulah mengapa aku suka memanfaatkan kamu! Kamu terlalu bodoh! Aku harus membalas kematian mas Raffat! Bukan dengan tanganku! Tapi dengan tangan orang yang mau aku manfaatkan kebodohannya!"


"Tega kamu Mei! Selama ini aku selalu ba_"


"Selalu baik denganku? Itu maksud kamu?" cekat Meilin.


"Kebaikan kamu tidak cukup Del mengganti rasa sakit hati yang kurasa!"


"Kamu tahu! Sakit hatiku bertambah, makin bertambah! Aku kejar mas Raffat walaupun dia sudah menikahi kamu, setelah aku dapatkan hatinya, bahkan tumbuh benih cinta dalam rahimku, dia meninggal dalam kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi!"


Delmira semakin terisak, kenyataan hidupnya sangat memilukan.

__ADS_1


"Semua tidak harus terjadi kalau saat itu mas Raffat tidak kamu suruh untuk menjemput orang tua kamu di bandara! Perlu kamu tahu, hari itu harusnya dia mengantar aku cek up kandungan!" Meilin menghentikan ucapannya, menghela napas dan mengusap air mata yang menggenang di pelupuk mata.


"Dia mau menikahi ku Del tapi kematian memisahkan kita," lirih Meilin dengan cucuran air mata. Namun dengan cepat Meilin menghapus air matanya.


"Aku menderita, kamu harus lebih menderita!" sambung Meilin dengan sorot mata penuh kebencian.


Delmira tidak dapat berkata apa-apa karena sakit di dada yang teramat menyesakkan. Sakit karena pengkhianatan suami dan sahabatnya. Sakit karena kondisinya sekarang yang berlumpur kenistaan dan bingung harus menghadapi Zaidan dengan kondisinya yang sekarang.


"Baik-baik jaga diri. Ingat kamu harus menyelesaikan misi kamu untuk meninggalkan Zaidan. Maaf, misi tidak sesuai rencana kita. Kamu sendiri sih yang akan mengubah misi jadi ya dengan terpaksa aku jalankan rencana cadangan," ucap Meilin dengan senyum kemenangan.


Tangan Meilin menyibak bahu Delmira lalu bergerak membenarkan baju Delmira yang terlihat berantakan.


"Tapi kamu tenang saja, Verel lelaki yang lebih sempurna dibandingkan Zaidan. Lebih tampan, lebih macho, lebih tajir itu yang utama. Berterima kasihlah padaku," sambung Meilin masih dengan tampang kemenangan. Badannya kemudian berbalik.


"Tunggu Meilin!" cekat Delmira membuat langkah Meilin terhenti dan terpaksa membalikkan tubuhnya.


Plak


"Untuk orang yang tidak tahu diuntung!"


Plak!


"Untuk selingkuhannya mas Raffat!"


Bugh.


"Untuk sifat bejat kamu!"


Dua tamparan mendarat di pipi dan satu pukulan keras di perut Meilin membuat dia nyeringis bukan nyeringis sakit tapi Meilin malah terlihat puas melihat kekesalan Delmira.


"Ingat! Suatu saat kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal!" ancam Delmira kakinya kemudian melangkah pergi.


Delmira menatap langit yang semakin panas dengan posisi matahari yang tepat berada di atas ubun-ubun.


Lima belas menit setelah menempuh perjalanan menggunakan taksi on line Delmira tiba di rumah mewah milik keluarga Zaidan. Tiba-tiba kakinya berat melangkah, namun kaki itu harus tetap melangkah.


"Non," sapa mbok Muna ketika Delmira akan menaiki anak tangga.


Delmira hanya membalas dengan senyum dan melanjutkan langkahnya. Tangan Delmira bergerak membuka pintu kamar, matanya menyapu setiap sudut ruang.


'Maafkan aku,' batin Delmira ketika mata Delmira berhenti tatap pada bantal yang biasa dipakai Zaidan.


siang menyapa 🤗 jangan lupa like komen hadiah vote rate 🙏

__ADS_1


komen lagi dong ...nikmati setiap alur yang kak Mel suguhkan, terima kasih atas masukkan kalian. pokona lope lope buat kalian yang masih setia dengan cerita ini 😍😘🥰


__ADS_2