Dinikahi Berondong Saleh

Dinikahi Berondong Saleh
Bab 63


__ADS_3

"Menikahlah denganku," ulang Verel.


"Jangan mimpi, itu tidak mungkin," sahut Delmira.


"Kenapa?"


"Karena aku tidak cinta kamu!" sungut Delmira.


"Kamu kira, aku juga cinta kamu?!"


"Gengsinya tidak ketulungan," sanggah Raka mendengar penyataan yang terlontar dari mulut tuannya. Tentunya sanggahan itu begitu lirih, bahkan hanya dirinya saja yang mendengarnya.


"Baguslah kalau begitu," balas Delmira.


"Bagus apanya?"


"Kita sama-sama tidak cinta jadi tidak perlu memaksakan diri untuk menikah karena anak yang ada di dalam kandunganku ini." sahut Delmira dengan nada tinggi.


"Tapi_"


"Please Rel, jangan menambah beban hidupku. Aku mau hidup tenang. Semua yang terjadi padaku memang harus terjadi. Aku akan jalani semuanya dengan ikhlas."


"Tapi aku punya syarat," potong Verel.


"Apa?" jengah Delmira.


"Kamu tidak boleh melarangku, jika sewaktu-waktu ingin melihatnya."


"Maksud kamu?" sontak Delmira terkejut, memicingkan dua matanya.


"Ya... misal, aku antar kamu periksa kehamilan bayi kita."


"Hmmm," jawab Delmira pasrah karena sempat berpikiran yang tidak-tidak saat Verel meminta izin melihat bayinya.


Jalur damai... mungkin itu yang menjadi pilihan Delmira dan Verel. Benih yang tumbuh dalam rahim Delmira, bukanlah kesalahan dari keduanya. Walaupun, kalau dinilai secara sepihak Verel juga salah karena hobinya yang suka mengajak wanita bermain di ranjang.


Flashback off.


"Bagaimana bisa Non bilang dia baik. Dulu pernah mengancam Non untuk gugurkan kandungan Non, walaupun dia sudah mulai bersikap baik, tetap saja Mbok itu masih khawatir takut dia akan berbuat jahat lagi."


"Mbok Sa'diyah terlalu berlebihan," sahut Delmira diiringi sebuah senyum dan tawa kecil.


"Beneran Non, Non itu perlu hati-hati dan selalu waspada pada siapapun. Kebiasaan Non kan, main percaya pada orang. Entah dia akan berbuat baik atau jahat pada Non pokonya Non main percaya, begitu."


Delmira tersenyum mendengar nasihat mbok Sa'diyah dan membenarkan juga apa yang dikatakan mbok Sa'diyah. Terbukti dari rasa terlalu percayanya pada Meilin yang ternyata menusuknya dari belakang. Tidak hanya berselingkuh dengan almarhum suaminya, dia juga tega berbuat nista pada dirinya demi memuluskan jalan balas dendam pada lelaki yang dicintai Meilin.


"Apa aku sangat bodoh Mbok, aku selalu percaya pada orang dan selalu menganggap semua orang itu baik?" lontar Delmira dengan wajah masam.

__ADS_1


"Tidak salah dan Non juga tidak bodoh. Khusnudhon itu baik, tapi adakalanya kita juga harus waspada terhadap orang yang sekiranya punya gerak-gerik yang mencurigakan."


Delmira mengempaskan napasnya, tangannya bergerak membenarkan rambut yang terlihat keluar dari jilbab yang dikenakannya.


"Assalamualaikum... Mbak Del...," panggil gadis cantik seumuran Safira.


"Waalaikum salam," jawab Delmira dan Sa'diyah bersama.


"Nih keranjangnya," ucapnya, menyodorkan keranjang sedang ke Delmira, "terima kasih kak. Kata temen-temen, sering-sering ya ngasih jajan ke anak pondok," candanya.


Delmira terkekeh, "Semoga ada rezeki lebih, biar bisa kasih kalian kue lagi."


"Amin, kuenya enak sekali Mbak Del."


"Oya, kalian suka?"


"Suka sekali, sampai anak-anak pada berebut," jawabnya tanpa malu.


Kedai milik mbok Sa'diyah memang dekat dengan salah satu pondok yang ada di wilayah itu. Anak pondok itu biasanya dapat jatah makan dari pondok dua kali, pagi dan malam. Siangnya lah mereka biasanya beli makanan di kedai milik mbok Sa'diyah. Hal inilah yang membuat mbok Sa'diyah dan Delmira dekat dengan anak pondok.


Delmira juga dalam 3 bulan ini rutin mengikuti kajian kitab setiap ba'da Maghrib. Dia selalu berangkat bersama Safira. Cucu dari mbok Sa'diyah.


Bukan tanpa sebab Delmira rajin mengikuti kajian kitab. Kejadian sebelumnya, hati Delmira merasa sejuk setiap ba'da Maghrib dan subuh hari mendengar ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan mbok Sa'diyah. Hingga pada suatu Subuh, tiba-tiba Delmira bangun dari tidur dan duduk mendekat ke arah mbok Sa'diyah yang sedang mengaji.


Delmira menangis tersedu-sedu. Ingin didekatkan dengan Sang Pencipta. Itulah jalan awal Delmira menjadi seperti sekarang. Giat belajar ngaji, tidak meninggalkan 5 waktu, dan selalu melakukan hal wajib lainnya, bahkan dia juga selalu berusaha istiqomah menjalankan sunnah-sunnah Rasullullah.


"Tapi semuanya kebagian kan?"


"Ya, jangan khawatir Mbak, semuanya dapet kok."


"Alhamdulillah," ucap Delmira.


"Sudah ya Mbak, assalamualaikum."


"Eh lupa, dapat salam tuh dari mas pengurus pondok,"


"Ya, waalaikum salam," jawab Delmira terkekeh dengan candaan gadis pondok itu.


Bukan hal yang lumrah, semenjak Delmira membantu mbok Sa'diyah dagang di kedai, dia menjadi populer di kalangan anak pondok. Tidak mengherankan, wajah Delmira yang cantik di atas rata-rata pastilah membuatnya cepat diingat orang bahkan secara fisik mudah dikagumi orang.


Delmira memang sengaja membaut brownies lebih untuk dibagikan ke pondok, juga kemarin dia sempat kirim via paket super kilat ke panti asuhan. Pertama, karena Bu panti bilang akan ada acara selamatan dari seorang donatur dan Delmira baru tahu kalau donatur yang dimaksud adalah Zaidan. Lelaki yang selama ini masih saja membuatnya merasa bersalah.


Yang kedua, Delmira sengaja membuat brownies lebih, mengingat hari ini adalah hari dimana dirinya dan Zaidan dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Walaupun saat itu Delmira sama sekali tidak memiliki perasaan cinta. Namun, menjelang akhir perpisahan dengan Zaidan, justru benih cinta itu muncul di hati Delmira.


'Semoga kamu bahagia Zaid, happy anniversary pernikahan kita yang satu tahun. Walaupun kenyataannya kita sudah dipisahkan karena ketukan palu hakim. Maaf, aku masih menyebut namamu dalam doaku. Maaf, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku tahu, maaf ku tidak akan sampai padamu. Tapi aku yakin, doa yang selalu kudengungkan pada Allah pasti Allah dengar. Aku hanya meminta pada Allah, semoga kamu bahagia dunia akhirat,' batin Delmira, matanya terlihat berkaca-kaca.


"Kalau hanya bengong kapan selesainya?"

__ADS_1


Delmira tersentak, tangannya langsung menyeka mata yang sudah terisi penuh cairan bening. Bibirnya tersenyum membalas sindiran dari lelaki yang 4 bulan ini selalu ada untuknya.


"Salam dulu Rel," ucap Delmira.


"Harus?"


Delmira mengangguk, "setahuku seperti itu. Setiap muslim bertemu dengan muslim lainnya. Baiknya dia uluk salam, saling mendoakan satu dengan yang lainnya."


"Ya ustazah" sahut Verel.


"Itu yang selalu diajarkan mbok Sa'diyah, bener begitu Mbok?"


Sa'diyah tersenyum singkat lalu mengangguk, entah kenapa dia merasa tidak senang kalau Delmira dekat-dekat dengan Verel.


"Aku dengar ada yang bagi-bagi brownies, kamu tidak membagi untukku?"


"Ya, aku sisihkan juga untuk kamu dan Raka," jawab Delmira tangannya membuka lemari yang ada di sampingnya duduk, "Ambillah," sambung Delmira menyodorkan sebuah plastik kresek.


"Terima kasih," sahut Verel langsung membuka bungkusan plastik yang diberi Delmira.


'Terima kasih Del, perhatian kecil kamu yang seperti ini sangat berarti buatku,' monolog batin Verel, netranya tanpa kedip menatap Delmira.


"Dia sangat berarti buat kamu?" lontar Verel di tengah dia makan.


"Maksud kamu?"


Verel tersenyum, dia yakin Delmira paham apa yang ditanyakannya.


"Kemarin aku sempat bertemu dengannya," lanjut Verel.


"Kamu bertemu dengan Zaidan?" lontar Delmira dengan antusias. Namun seketika itu Delmira menutup mulutnya merasa keceplosan.


Lagi, Verel tersenyum. Apa yang dia sangkakan terbukti kebenarannya. Brownies yang dibagi-bagikan ke anak pondok dan sempat dia kirim ke panti adalah bentuk selamatan pernikahannya dengan Zaidan.


Bagaimana Verel tahu? Ingat! Dia punya mata lebih dari dua.


"E... maksud aku_"


"Kamu rindu dia?" cekat Verel.


Delmira terdiam, mengempaskan napasnya.


"Dia hanya masa laluku," sahut Delmira dengan suara lemah.


Verel kembali tersenyum menatap seksama perubahan ekspresi wajah Delmira.


"Kembalilah pada dia setelah anak kita lahir," ujar Verel matanya belum berpindah memindai wajah Delmira, "kamu berhak bahagia," sambungnya.

__ADS_1


malam menyapa 🤗😘🥰 jangan lupa like komen hadiah vote rate 🙏


__ADS_2