Dinikahi Berondong Saleh

Dinikahi Berondong Saleh
Bab 107


__ADS_3

Yasmin menambah kecepatan laju mobilnya ketika jalanan lumayan sepi pengendara.


Matanya sesekali melirik jam digital yang terpampang di monitor mobilnya.


"Mama kenapa pakai janjian di resto sih! Apalagi resto ini!" sungut Yasmin tatkala sudah sampai di halaman resto D&D.


Bukan tanpa sebab, resto itu mengingatkan untuk pertama kali dirinya kencana makan siang dengan sang mantan suami.


Kenangan yang begitu indah, namun sayang kenangan itu harus terkubur karena sebuah perselingkuhan.


"Hai Yasmin sayang," sapa mama Wulan melambaikan tangan pada Yasmin yang sedang memutar matanya mencari keberadaan mama Wulan.


Yasmin melangkah menuju meja yang di tempati mama Wulan.


"Cepat juga Sayang," ujar Wulan dengan sebuah senyum.


Berbeda dengan Yasmin yang hanya diam tidak membalas sapa senyum mamanya.


"Issst! Anak mama kenapa wajahnya ditekuk seperti ini sih?" ujar Wulan mengerucutkan bibirnya.


Seorang pelayan datang memberikan buku menu. Tanpa membuka buku itu Yasmin langsung memesan cumi saus tiram yang menjadi menu andalan resto tersebut.


"Kamu hafal sekali menu favorit resto ini," lontar Wulan.


"Ada apa Ma sampai ngajak aku segala untuk makan siang di sini?" lontar Yasmin tanpa menjawab pertanyaan dari Wulan sebelumnya.


Wulan tersenyum mendengar lontar anaknya, "Tentunya mama ingin mengajak kamu makan siang bersama," sahut Wulan.


"Tidak mungkin tidak ada tujuan lain," gumam Yasmin, tangannya bergerak mengaduk minuman yang baru saja di antar pelayan.


"Di sini," seru Wulan tangannya melambai.


Deg.


Langsung muncul firasat buruk tatkala mamanya melambai ke arah pintu masuk resto dengan wajah berbinar.


'Apa jangan-jangan mama mengundang Fernando?' monolog batin Yasmin, posisi duduknya yang membelakangi pintu masuk resto membuat dirinya tidak dapat melihat langsung siapa yang dilambai sang mama.


Deg.


Pikiran Yasmin semakin penuh tanda tanya ketika yang ada di hadapannya adalah seorang lelaki dewasa kisaran 45 tahun-an.


"Maaf saya terlambat," ucapnya pada Wulan.


"Tidak apa-apa, kita juga baru sampai di resto kok," balas Wulan kemudian mempersilahkan lelaki tersebut duduk.


"Ini anakku yang cantik jelita, Yasmin Bening Geffrey," ujar Wulan memperkenalkan Yasmin pada lelaki itu setelah dia duduk.


"Hai, saya Ronald," sapanya mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Hai," balas Yasmin hanya satu kata dan dengan wajah yang datar tanpa membalas uluran tangan dari Ronald.


Ronald tersenyum menanggapi sikap Yasmin, 'Wanita unik,' batin Ronald, matanya menelisik setiap inci wajah Yasmin, 'selama ini wanita yang bertemu denganku akan berbinar wajahnya, penuh antusias. Tentunya karena penampilan, tubuh, dan wajahku yang terbilang di atas rata-rata,' lanjut batinnya.


Seorang pelayan datang setelah Ronald melambai memanggilnya.


Dia memesan beberapa menu dan tentunya dengan menu andalan resto D&D.


"Kalau boleh tahu, kamu kerja dimana?" tanya Ronald pada Yasmin.


"Aku pengangguran," ketus Yasmin.


Wulan tersenyum lebar dengan jawaban Yasmin, "Dia sukanya bercanda Ronald. Dia membantu mama kelola butik. Bahkan dia juga ikut desain untuk pelanggan," sela Wulan.


"Hanya membantu? Apa kamu tidak ingin punya butik sendiri, atau kerja di sebuah perusahaan besar? Saya lihat, kamu itu orangnya cerdas," timpal Ronald.


"Suatu saat juga butik itu akan menjadi miliknya, hanya menunggu waktu. Tidak mungkin kan Mama yang akan pegang butik itu terus, sementara usia mama semakin bertambah," cerocos Wulan.


Ronald tersenyum mengangguk. Dia mulai meminum dan memakan menu yang sebagian sudah ada di atas meja.


"Kamu benar, Yasmin itu anaknya cerdas, dulu Yasmin juga pernah bekerja di perusahaan besar. Dia memilih resign dan membantu mama di butik," sambung Wulan.


Seketika Yasmin ingin angkat pantat dan segera pergi dari pertemuan yang sengaja diagendakan mamanya. Yasmin juga dapat langsung menyimpulkan maksud mamanya mengagendakan makan siang semacam ini, ya apalagi kalau bukan menjodohkan lelaki itu pada dirinya.


Yasmin memasukkan pesanan makanan yang sudah ada di meja makan ke dalam mulutnya. Walau sungkan, tapi untuk mengurai kesungkanannya Yasmin tetap saja makan.


"Kalau mau, saya bisa memasukkan Yasmin untuk berkerja di perusahaan besarku" ujar Ronaldo.


"Emmm... bukan, tapi saya menjabat posisi penting di perusahaan itu," jawabnya sedikit gelagap tapi setelah itu dengan bangga Ronald menyatakan dirinya menjabat posisi penting di perusahaan tersebut.


Yasmin menyunggingkan senyum, "Aku kira kamu pemilik perusahaanya, ternyata hanya pekerja di perusahaan besar itu," balas Yasmin sebagai bentuk sindiran.


Dugh.


Wulan membenturkan sepatunya pada sepatu yang dikenakan Yasmin.


Yasmin melanjutkan makannya, dia tahu maksud dari tindakan mamanya. Itu hanya isyarat agar dirinya jangan asal bicara.


Ronald tersenyum kecut, perkataan Yasmin benar-benar membuatnya geram, "Ada banyak wanita yang mengantri untuk saya nikahi, tapi saya tetap harus memilih yang punya kualitas tinggi tapi sepertinya...," Ronald memotong kalimat, pura-pura menelisik dari atas hingga bawah tubuh Yasmin, "kamu tidak masuk kategori," lanjutnya.


Yasmin mendengus, "Syukurlah begitu," sahutnya merasa lega.


Wulan membulatkan matanya, tidak menyangka pertemuan yang sengaja dia agendakan menjadi seperti itu.


"Saya permisi," pamit Ronald.


"Tunggu Ronald," cegat Wulan.


"Maaf Ma, saya ada meeting setelah ini," ujar Ronald sebagai alasan.

__ADS_1


"Sebentar saja, mama mohon."


"Maaf Ma," jawab Ronald dan tanpa memedulikan sanggahan yang diucapkan Wulan, dia gegas pergi.


"Issst! Kamu itu tidak bisa apa bersikap manis sedikit!" sungut Wulan mencubit lengan anaknya.


"Auw! Sakit Ma," keluh Yasmin mengelus lengannya.


"Ronald itu hasil sortiran dari beberapa lelaki khusus mama temukan dengan kamu!" greget Wulan.


"Aku sudah bilang Ma. Aku tidak mau dijodohkan!" kekeh Yasmin, lalu melanjutkan makan yang belum habis.


Wulan mengempaskan napasnya kasar, "Kamu mau minta yang seperti apa Yas? Mama sudah semakin tua, mama juga tidak tahu, berapa lama mama akan menemani kamu," keluh Wulan.


Yasmin terdiam, sebelumnya dengan semangat dia mengunyah makanan, kali ini sontak memelankan kunyahan.


"Jangan bicara seperti itu Ma," ucap Yasmin setelah menelan makanan, tangannya bergerak menggenggam tangan Wulan.


"Mama tidak akan lagi menjodohkan kamu. Sekarang terserah kamu," ucap Wulan pasrah


dengan nada melemah tapi gegas tangannya melepas genggaman Yasmin.


"Termasuk... dengan Fernando. Semuanya hanya impian mama agar kamu segera punya pendamping. Ketika kamu sudah terang-terangan menolak Fernando, dan sudah bertahun-tahun tidak tergerak membuka hati untuk Fernando, mama memutuskan untuk mencari lelaki yang berbeda dari Fernando. Namun ternyata, kamu tetap saja menolak," sambung Wulan, matanya berkaca-kaca.


"Maafkan aku Ma," lirih Yasmin, menundukkan kepala. Baru kali ini Yasmin berbicara dengan lembut.


Wulan menarik dua sudut bibirnya, "Kamu habiskan makanannya, mama pergi dulu," pamit Wulan.


"Sebaiknya kita pulang bersama Ma," usul Yasmin bangkit dari duduknya.


"Tidak! Mama sudah dijemput teman Mama di parkiran," tolak Wulan.


"Tapi Ma_"


Tanpa memedulikan tolakan anaknya, Wulan tetap melangkah pergi.


"Mama tidak lagi menjodohkanku dengan Fernando, syukurlah kalau begitu," ucap Yasmin tapi entah kenapa hatinya terasa elu dengan pernyataannya sendiri.


Untuk mengalihkan itu semua, Yasmin gegas menyambar makanan yang masih terhidang di meja. Sesekali dia mengempaskan napasnya berharap sesak yang kini memenuhi rongga dadanya ikut terhempas pula.


...****************...


"Zaidan," sebut Delmira dengan suara parau, "astaghfirullah haladhim, maafkan aku Papyang," sambungnya kemudian.


Dia gegas turun dari ranjang. Mengganti pakaian yang dikenakan, memoles sedikit wajahnya biar tidak terlihat pucat lalu bergerak melangkah keluar dari kamar.


"Sus, tolong jaga Kaffah dan Kahfi, aku mau ke dealer," pamit Delmira langsung pergi setelah diiyakan dua susternya.


Karena terlalu gugup, Delmira sampai tidak berpamitan pada dua anaknya yang masih terlelap di dalam box.

__ADS_1


pagi menyapa 🤗 jangan lupa like komen hadiah vote rate 🙏


__ADS_2