
Bunganya wangi Papyang. Terima kasih untuk perhatiannya. Momyang bobok cantik dulu ya😘😘
Zaidan tersenyum membaca pesan yang masuk di aplikasi si hijau.
Dia menutup layar ponselnya, karena orang yang ditunggu sudah datang.
"Assalamualaikum anakku sayang," sapa Aisyah, menampilkan sebuah senyuman.
"Waalaikum salam," jawab Zaidan gegas mencium takdhim punggung tangan umminya.
"Fernando mana?"
"Itu," dagu Zaidan menunjuk ke arah Fernando yang baru keluar dari ruangan khusus yang ada di ruangan kerjanya.
"Ummi," sapa Fernando mendekat dan salam takdhim.
Aisyah tersenyum, hidungnya membau-baui aroma yang terkoar dari tubuh Fernando.
"Habis mandi?"
Fernando mengangguk.
"Setelah salat Zuhur, dia langsung mandi Ummi. Maklumlah kan mau menghadap calon mertua dan calon mempelai," ledek Zaidan.
"Memang harus begitu, kalau bisa tampil baik mengapa tidak kita tampilkan yang baik pada diri kita. Bebersih itu salah satu sunnah Rasullullah. Beliau sangat menyukai orang yang bersih," sahut Aisyah.
"Tuh dengar Den apa yang dikatakan Ummi," ujar Fernando merasa menang karena mendapat pembelaan dari Aisyah.
"Ya ya, yang harus tampil perfeksionis untuk berjumpa dengan si dia," sahut Zaidan, matanya kini menelisik pada penampilan Fernando, "wuidih... pakai acara ganti kostum juga nih," ledek Zaidan.
"Zaid," cekat Aisyah agar Zaidan tidak menambah ledekannya.
"Kalau sudah siap semua, ayo kita berangkat sekarang," ajak Aisyah.
"Siap Ummi," seru Zaidan begitu antusias.
__ADS_1
'Si Aden, dia semangat empat lima. Tidak tahu apa, anak buahnya gugup minta ampun seperti ini!' rutuk batin Fernando, matanya menatap sekilas pada atasannya.
"Masuklah," titah Aisyah.
"Kenapa tidak pakai mobil aku saja Ummi?" lontar Zaidan ketika Aisyah meminta Zaidan dan Fernando masuk ke dalam mobilnya.
"Kalau pakai mobil kamu, otomatis yang nyupir Fernando. Kasihan, sepanjang jalan dia kan harus mempersiapkan mental. Masa iya kudu nyupir juga," sanggah sekaligus ledekan terlontar dari mulut Aisyah.
"Aku merasa terdholimi oleh ibu dan anak," gumam Fernando gegas masu ke dalam mobil karena sedari tadi diledek dua orang tersebut.
Aisyah dan Zaidan terkekeh mendengar gumaman Fernando.
Dua puluh lima menit, mobil itu bergulir dari jalan satu ke jalan lain, dari traffic light satu ke traffic light lain, hingga sampai lah di sebuah butik yang tidak pernah sepi sehari pun.
"Tidak apa Ummi, melamar di tempat kerja seperti ini?"
"Tidak kenapa Zaid, Ummi sudah hubungi mama Wulan terlebih dahulu. Kita mau silaturahmi," sahut Aisyah ketika Zaidan kembali merasa sangsi.
"Jangan-jangan kenapa mama Wulan mempersilahkan kita main ke butik, itu karena beliau tidak tahu kalau Ummi mau melamar anaknya," sanggah Zaidan.
"Ya juga sih," pasrah Zaidan membenarkan ucapan umminya.
Mereka pun turun lalu masuk ke ruang kerja milik mama Wulan setelah di antar salah satu pegawai.
Di tempat itu sudah ada Yasmin yang sedang duduk santai sambil main ponsel.
"Assalamualaikum," sapa Aisyah.
"Waalaikum salam, Masyaallah, calon besan, Alhamdulillah, akhirnya datang juga, silahkan duduk," ceplos Wulan setelah cium pipi kanan kiri mereka dipersilahkan duduk.
Yasmin gegas mendekat ke arah Aisyah mencium takdhim wanita yang dianggap sebagai orang tua Fernando.
Hal yang sama pun dilakukan Zaidan dan Fernando pada mama Wulan.
"Alhamdulillah, senang lihatnya. Anak generasi sekarang ya seharusnya memang seperti ini, berlaku sopan santun pada yang lebih tua," ujar Wulan mengawali pembicaraan tatkala melihat anak dan dua lelaki yang menjadi tamu berlaku sopan pada yang tua.
__ADS_1
"Ya Bu Wulan, kelak kedepannya, mereka juga harus menerapkan budi pekerti sopan santun pada anak-anak mereka," jawab Aisyah.
"Silahkan Ummi, Fernando, Zaidan, diminum dan dimakan dulu," ucap Wulan ketika dua pegawai membawakan air minum dan juga camilan masuk ke dalam ruangan.
Mama Wulan memang sudah mengingatkan pada pegawainya, kalau ada tamu segera layani mereka dengan minuman dan camilan.
"Jangan repot-repot Bu, kita juga baru datang. Jadi tidak enak," balas Aisyah.
"Tidak apa-apa, dienakan saja," canda Wulan membuat mereka tertawa terkecuali Fernando dan Yasmin yang terlihat tegang.
Dua tiga kali, teh hangat yang tersaji di cangkir, Aisyah seruput. Tangannya bergerak meletakkan cangkir itu setelah tenggorokannya tisak kering lagi.
"Kami langsung ke intinya ya Bu. Maaf, mungkin ini terkesan mendadak, mendesak dan terburu-buru. Tapi bagi kami, kalau hal baik, jika disegerakan itu akan menjadi lebih baik nantinya," ujar Aisyah disambut senyum dan anggukkan oleh Wulan.
"Bu Wulan pastinya sudah tahu dan mendengar kabar tentang lamaran Fernando pada Yasmin, satu hari yang lalu sewaktu acara ulang tahun dua cucu saya, benar begitu Bu?"
"Ya Alhamdulillah, saya dengar langsung dari anak saya Ummi, juga... video itu ternyata menjadi trending topik di salah satu media sosial."
Aisyah tersenyum mendengarnya.
"Berhubung sudah ada kejelasan di antara keduanya, maka kedatangan saya kemari untuk semakin memperjelas hubungan keduanya. Saya sebagai orang tua Fernando, bermaksud melamar anak ibu Yasmin Bening Geffrey sebagai calon mempelai pengantin untuk anak saya Fernando Soler Jaya Sakti. Apakah Bu Wulan dan Yasmin menerima lamaran ini?"
Wulan tersenyum, matanya kini berpindah tatap pada anaknya yang menundukkan pandangan, "Saya sangat terima lamaran dari Ummi Aisyah," jawab Wulan dengan mantap dan cepat, "Namun, selebihnya, keputusan ada di tangan anakku Yasmin. Bagaimana anakku, maukah terima lamaran dari Fernando? Mama ingin mendengar langsung apa yang ada dalam hati kamu," sambung Wulan melontarkan tanya pada Yasmin.
Yasmin menengadahkan pandangannya, matanya memandang wajah mamanya, lalu berpindah tatap pada lelaki yang masih diam duduk di sebelah Aisyah, tapi seketika dia tundukkan pandangannya.
Yasmin menghela napas panjang, matanya dia pejamkan. Namun, tiba-tiba bayang ketukan palu dari hakim yang mengesahkan perceraiannya, jelas tergambar di depan mata.
"Astaghfirullah haladhim," lirih Yasmin mengerjakan matanya dan langsung menatap ke arah Fernando.
"Kenapa Yas?" lontar Wulan melihat ekspresi yang berbeda pada wajah anaknya.
Yasmin menggeleng pelan.
malam menyapa 🤗 jangan lupa like komen hadiah vote rate 🙏
__ADS_1