Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
Bab 100


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Jadilah istriku, mom!!"


Meera terperanjat kaget dengan perkataan yang di ucapkan Ricko padanya, belum lagi jarak wajah mereka yang begitu dekat hingga hidung mancung keduanya hampir saja bersentuhan.


"Kamu mau apa?" gadis pirang itu mendorong Ricko sampai kebelakang.


"Kenapa?, aku mencintaimu!" ucapnya lebih meyakinkan


"Cinta bukan berarti begitu!" Ameera membenarkan posisi duduknya yang mulai salah tingkah.


"Aku serius, dan aku harap kamu mau membalas perasaanku dan juga menerima keinginanku, Mom"


Ameera terdiam, ia mencoba menimbang kembali perkataan Ricko padanya walau sulit ia cerna karna bagaimanapun mereka baru saja mengenal.


"Kenapa harus aku?" tanya Ameera lirih.


"Karna aku nyaman denganmu dan Aku begitu takut kehilanganmu" ucap Ricko mencoba meraih tangan Gadis pirangnya.


"Aku takut... aku takut jika nanti tak bisa mengimbangi mu. Aku takut tak bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk anakmu" Ameera menarik nafasnya dalam-dalam.


"Jangan menolak ku, mom.. ku mohon!"


"Kenapa?" tanya Meera, kini keduanya saling menatap.


"Jika kamu menolak ku, aku akan menggigit bibir mu sekarang juga!" ancam Ricko dengan sorot mata tajam membuat Ameera menelan Salivanya kuat-kuat.

__ADS_1


"Kok ngancem?" Sungut Meera kesal dengan mendelik kan matanya.


"Agar kamu tak menolak ku" jawabnya santai dengan senyum menyeringai.


" Tapi ancaman penolakan untuk ku itu enak, dad"


Ameera tertawa sambil memukul lengan Ricko yang sedang mengulum senyum.


"Jadi mau di terima apa di tolak nih?" goda Ricko sembari mengelus pipi merah Ameera.


"Kalo di terima, ancamannya apa?, harus lebih enak dari penolakan dong" kekeh si gadis pirang itu.


"Please, Mom, jangan menggodaku yang sedang mencoba menahannya!" Ricko membuang muka dengan senyum di ujung bibirnya, hatinya sungguh berdebar karna sedang berusaha menekan hasratnya.


"Nahan Apa?" tanya Ameera dengan polosnya membuat Ricko gemas dan ingin menerkamnya.


"Sudahlah, kita lanjut jalan lagi, bahaya jika kamu terus Bertanya padaku karena bisa jadi aku bukan menjelaskannya malah justru memperaktek kan nya padamu, Mom"


Perjalanan yang tak begitu memakan waktu lama, hanya dua puluh menit kini mobil sudah terparkir dengan rapih.


"Yuk, turun" ajak Ricko.


"Jadi kesini, Dadd?, apa gak apa-apa?" Ameera nampak ragu untuk ikut turun bersama Ricko.


"Kenapa?, kamu mau aku hukum karna menolak ku?"


"Cih.. nyebelin!"

__ADS_1


Ricko keluar lebih dulu, berjalan memutari mobilnya lalu membuka pintu bagian Ameera, pria itu mengulurkan tangannya berharap gadis kesayangannya itu mau menyambut nya.


"Ayo, Mom" ajaknya lagi


Ameer membuang nafas kasar, mau tak mau kini ia menerima uluran tangan pria yang beberapa waktu ini sudah menjadi pusat pikirannya.


"Jangan takut, aku takkan melukaimu" bisik Ricko, kini tangannya sudah melingkar di bahu Ameera.


Keduanya masuk kedalam kotak besi yang hanya di isi oleh mereka berdua, entah kenapa justru membuat jantung Ameera semakin berdegup lebih kencang dari biasanya.


Apalagi saat Ricko mendorong tubuhnya sampai akhirnya ia bersandar di dinding lift.


Tangan kekar itu mengungkungnya, lagi-lagi wajah mereka begitu dekat hingga hangatnya nafas pun bisa di rasakan.


.


.


.


Aku akan menghabiskan malam Ku bersama mu!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Duh, bang!!!


Bisa gak gak usah bikin anak perawan orang baper, 😂😂😂😂😂

__ADS_1


Belom Ijab kabul 🙈🙈🙈


Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗


__ADS_2